HOME - Klik untuk kembali ke Halamat Depan


click to visit eptyres.com
Indahnya Saling Berbagi di Jalan Telah di baca: 82601
Kategori: Mobil, Safety, Sepeda Motor | 1 May 2007 | Print This Article Print artikel ini
71
komentar

Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol).

Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya. Ketika akan pergi kerja ternyata hujan, barulah pakai mobil.
Ketika mengalami sendiri antara mengendarai mobil dengan mengendarai sepeda motor, saya belajar banyak hal dan saya rasa perlu di sharing.

Saat mengendarai mobil, banyak hal yang bisa saya lakukan sembari memegang kemudi ketimbang saya mengendarai motor. Panas terik matahari hingga hujan rintik-rintik sampai deras tidak terlalu mengganggu aktifitas saya di mobil. Apalagi mobil sudah didesain begitu nyaman dengan berbagai kelengkapannya.

Pada saat mengendarai motor, berbagai kenyamanan yang sebelumnya pernah saya rasakan di mobil harus saya tanggalkan. Sisanya ya berkeringat dengan jaket atau jas hujan, berhadapan dengan berbagai macam asap knalpot, kondisi jalan yang jelek dan banyak genangan air, hingga macetnya lalu lintas yang benar-benar secara psikologis membuat ingin segera sampai tujuan.

Dalam mengendarai motor, disarankan untuk berada di sebelah kiri. Namun karena ukuran motor tidaklah besar, maka motor seringkali akan memanfaatkan ruang gerak yang ada.
Maka sering dilihat, begitu ada ruang gerak kosong, motor akan mengisi ruang gerak tersebut.
Jika jalan cukup lebar, maka ruang gerak motor bisa di kiri jalan dan di tengah (di antara mobil).

Belajar dari situ, maka ketika saya menyetir mobil, saya akan usahakan untuk selalu lurus dengan mobil-mobil di depan saya agar memberikan ruang gerak motor.
Dengan demikian para pengendara motor dapat menggunakan jalur tersebut dengan baik dan lancar.

Kendalanya adalah pada angkutan umum. Angkutan umum sering memposisikan kendaraannya hingga menutup ruang gerak motor tadi.

Akibatnya motor akan tersumbat disitu dan berusaha mencari ruang gerak baru dengan pindah jalur ke jalur tengah atau bahkan naik ke trotoar sesaat untuk melewati kendaraan umum tersebut.


Begitu juga dengan mobil yang posisinya terlalu ke kiri atau terlalu ke kanan hingga menutup ruang gerak motor tadi.

Untuk mobil yang akan belok ke kiri atau masuk trotoar jalan (parkir), perlu tegas memposisikan kendaraannya hingga tidak membuat bingung pengendara motor, dengan cara menggunakan lampu sen dan kalau perlu klakson untuk memberitahu kalau mobil akan menepi.
Jika tidak demikian yang terjadi akan seperti ini, beberapa pengendara motor tergiring ke trotoar.

Nah, singkat cerita..
Marilah kita saling berbagi di jalan, buat pengguna mobil agar rapat dan lurus barisan di depannya sehingga memberi dan dapat mengarahkan ruang gerak pengendara motor.
Hasilnya, lalu lintas walau dalam kondisi macet terlihat damai dan rapih.
Untuk pengendara mobil pun akan diuntungkan, mobil tidak tergores oleh motor yang berpindah jalur.

Memang sharing ini tidak bisa langsung merubah seketika dan seluruhnya, namun mari kita mulai dari diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat.





71 Responses to “Indahnya Saling Berbagi di Jalan”

  1. Djamur says:

    # v.yanki Says:
    March 8th, 2006 at 2:20 pm

    Mas saya jg pernah ke Ho Chi Minh, disana enak bgt, pada tertib, gk pada kebut2an, malah gw 1x ngeliat polisi. Tapi anehnya bisa tertib.. Pas gw ngobrol2 sm org sna knapa bisa tertib, ternyata mereka mau Vietnam, terutama Ho Chi Minh city tuh tertib, mereka gak mau menyia-nyiakan apa yang sudah dilakukan para pahlawan untuk memerdekakan vietnam dari Amerika… Mereka gak mau mengecewakan para pahlawan… Bagus kan mental mereka..

    Cb dsni pada arogan, uda tau dia yg salah,mlh dia yg marah.. :p

  2. Djamur says:

    Sorry tulisan gw sebelumnya… He3x. :)
    Gw cm mau bilang… Wahai pengendara motor klo mau nyalip dari sebelah kanan aja,jalur kiri buat lambat… Jangan naik trotoar, gw uda 2x ditabrak motor waktu jalan di trotoar… Klo masalah angkot, biarin aja dia berenti dipinggir jalan, daripada di tengah jalan?? (Kaya diBekasi :p).. Yang ngeselin sih emg gk pernah pke sein dan selalu tiba2 berenti.. Tapi mending,pengendara motor biasanya pke sein kanan, tapi beloknya kekiri.. :p
    Klo masalah panas, debu dan asap, knp gk naik angkutan umum aja? :p ato klo mau cpt jln kaki aja, biar langsing… He3x. :)
    Kalo untuk murah meriah mending naik angkot, klo motor harus bayar kredit,bensin,perawatan,klo jatuh juga…
    Klo masalah garis sih ssh boss, coz sekarang ada yang jual motor gratis SIM.. Jadi mana pada tau tata tertib lalu lintas, taunya cuma tata dado… Ha3x. :D
    Klo untuk club motor, gw seneng sama club motor tiger, coz gw rasa lumayan pada tertib daripada club motor bebek, mungkin yg club tiger org2 berduit,jd pendidikan jg tinggi… He3x. :p

    Maaf yah klo ada yang kesinggung, sebelum marah, cb intropeksi diri sendiri dlu.. :)

    Gw minta maaf bgt gw smpe sekarang kesel dan benci sama pengendara motor, coz gw pernah ditabrak waktu jalan di trotoar yang sebenarnya buat pejalan kaki..

  3. yasser says:

    Kalau saya biasanya hanya memberi jalur kanan untuk motor, sementara sebelah kiri selalu saya tutup, agar konsentrasi tidak terpecah kiri ataupun kanan. Karena bagian kiri lebih banyak blind spotnya. Tahu sendiri kan, motor mendahului dari kiri tapi dengan kecepatan yang bisa bikin kita kaget.

  4. Djamur says:

    PENGETAHUAN buat pengendara MOTOR…. klo mau selap-selip DIUSAHAKAN JANGAN DARI SEBELAH KIRI mobil yang sudah mepet kekiri, karena seperti yang sudah dibicarakan yasser… kita pengendara mobil secara reflek memperhatikan sisi kanan, jadi klo ada kendaraan mepet dari kanan, otomatis kita banting steer kekiri…..

  5. irwan pahlipi says:

    Menurut gw, pada dasarnya bangsa kita memang brengsek, kalo naek motor suka nyerobot n motong jalan orang lain, gak mau antri, di simpang nyerobot giliran orang lain, masuk ke jalan gak lihat2 tabrak aja, mobil/motor mau belok kiri/kanan kasih sen kiri/kanan, motor serobot dari kiri/kanan, mobil berhenti karena ada penyeberang eh motor ( karena mobil harus memberi ruang gerak yang leluasa pd motor menurut bung saft) langsung serobot ke kanan/kiri mobil mau tabrak penyeberang. Mungkin ini di Jkt gak ada/sdikit kasus begini karena penyeberang lewat jembatan, tapi di bodetabek yang minim jembatan, terjadi tiap menit. Keburukan lain, motor suka membobok knalpotnya sehingga bersuara spt petir, gk punya rem karena gak mau berhenti, selap selip serempet mobil terus kabur karena maksa sudah tahu celah antar dua mobil sempit gasak terus, kecepatan tinggi meski sedang selap-selip, masuk ke jalur berlawanan, tanjak pembatas jalan, naik ke trotoar, masuk di jalur keluar dan keluar di jalur masuk. Kalo di simpang, ngantri di tengah simpang sehingga tutupi jalur lain, atau berhenti (juga akhirnya) di simpang, tapi masuk jalur kanan padahal jalur itu untuk kendaraan arah berlawanan, jadilah macet total. Jangan lihat Jakarta saja bung, lihat bodetabek, jadi kalo anda membuat legitimasi untuk motor seperti itu, ada pembenaran untuk kengawuran, jangan salahkan mobil karena motor naik trotoar, karena bukan itu satu2nya penyebab motor naik ke trotoar. Anda memberi pembenaran kepada kesalahan. Ini bukan berarti mobil gak ada yang brengsek, banyak juga. Kecepatan tinggi, di jalur muter ambil lajur tengah, akibatnya macet. Pindah2 jalur seenaknya, sering gak bisa baca situasi suka salahkan orang lain. Di jalur kiri jalan lambat sekali, di jalur kanan kebut sekali. Ekstrim. Tapi mobil yang paling ngawur adalah angkot, berhenti dan/atau parkir di tengah jalan meski bikin macet ( cuek banget), berhenti mendadak, jalan lagi juga mendadak, suka mundur lagi, masuk ke jalur berlawanan, selap selip kayak motor, jalan pelan sekali. Alasan cari makan, jadi kalo gak ngawur gak bisa makan. Belum lagi truk/pickup/trailer, ambil jalur paling kanan dengan alasan di kiri dan tengah banyak angkot ngetem di tengah jalan. Bahkan di jalan tol. Motor, mobil, angkot, truk, penyeberang punya sifat sama, masuk d jalur keluar dan keluar di jalur masuk. Makanya saya bilang tadi, memang bangsa kita brengsek. Mudah bilang ayo kita mulai dari diri sendiri. Bagaimana dengan orang lain yang gak baca artikel2 ini, seperti angkot yang gak kenal internet? D sini dibutuhkan aparat yang peduli, tegas dan cerdas tapi obyektif, tapi aparat kita payah, angkot ngetem di tengah jalan bikin macet di depan hidungnya, dibiarin. Motor ngantri di simpang d jalur berlawanan bikin macet, dibiarin. Motor bersuara gledek, dibiarin. Aparat kita gak mampu baca situasi apa penyebab suatu masalah di jalan, apalagi menyelesaikan penyebabnya. Yang diatasi hanya akibatnya saja, itupun cuma sesaat untuk jangka pendek. Kalo macet yang disalahkan kondisi jalan, lebar jalan , banyaknya kendaraan. Contoh jalan di depan ITC BSD, lebar banget, tapi bisa macet akibat angkot parkir di tengah jalan bergerombol malang melintang, habiskan 3/4 jalan. Lagi2 memang bangsa kita memang brengsek. Bagaimana bisa kayak ho chi minh ataw bangkok? sampe kiamat gak akan pernah. Karena bangsa kita otaknya kopong kali ya, gak bisa mikir. Padahal kalo tertib, kita semua untung. Contoh semalam, bank mandiri kasih voucher 10 ltr bensin kalo belanja di spbu 100rb dengan kartu ATM, akibatnya macet dimana2. Gak punya otak ya….? Himbauan saja tidak cukup, meski tetap berharga jika kita mulai dari diri sendiri, namun tetap tdak akan mengubah apapun jika dominan masih berprilaku buruk di jalan. Namun bukan berarti kita jadi ikut mereka kan? Saya setuju sekali, watak bangsa tercermin bagaimana mereka bertingkah di jalan umum, bagaimana mereka memperlakukan tempat2 publik. Prilaku yang tampak, menurut pengamatan saya, seperti orang2 yang sedang kosong pikirannya. Nekat, gak mikir. Mungkin ini akibat pemiskinan dan pembodohan bangsa, bisa jadi. Pendidikan amat penting untuk mengubah prilaku dalam jangka panjang. Tapi pendidikan sekarang barang mewah (mahal), sedangkan masyarakat kita semakin banyak yang miskin. Target APBN 20% untuk pendidikan lebih banyak wacananya diarahkan (oleh para pakar pendidikan, dpr, pejabat, lsm) untuk meningkat kesejahteraan guru2 (direncanakan gaji guru 3 kali lipat gaji PNS). Padahal persoalan utama pendidikan di negeri ini adalah, anak2 bangsa kita gak bisa sekolah karena mahal gak sebanding dengan pendapatan, belum lagi jumlah sekolah yang kurang dibandingkan siswa dan kualitas tidak merata. Ada wacana untuk menggratiskan sekolah sampe SMA, sedangkan untuk perguruan tinggi boleh mahal. Lucu juga, sudah tahun 2007, target kok masih SMA. Pemda seperti DKI, sampe SMA direncanakan akan digratiskan. Jadi setelag lulus SMA bisa kerja jadi buruh di pabrik2 kapitalis. Gak mampu kuliah karena univ negeri jadi BHMN, komersial, mahal. Lalu bagaimana dengan pemda2 lain yang tidak sekaya DKI? Sampe SD atau SMP juga sudah untung. Wah bagaiaman bangsa kita 10 tahun lagi? Bangsa kuli. Guru2nya kaya dengan gaji 3x PNS, tapi masuk sekolah tetap mahal, pungutan tetap banyak, karena untuk operasional pendidikan memang mahal (kata pakar pendidikan), jadi wajar masyarakat ikut menanggung biayanya. Belum lagi mafia buku. Jaman tahun 70an, buku bisa diwariskan karena tiap tahun relatif gak berubah, isinya berbobot, bukan LKS seperti sekarang. Kalo ada yang mampu bisa memperkaya wawasan dengan beli buku tambahan, tapi minimal sudah terpenuhi dari buku P&K. Sekarang tiap tahun harus beli buku, ini ada kongkalikong antara sekolah, penerbit dan penulis. Lagi2 korban masyarakat. Nah, bagaimana prilaku mau berubah kalo penddidikan rendah, penghasilan rendah, himpitan kehidupan berat???????

  6. TheOwner says:

    irwan pahlipi Says:
    Menurut gw, pada dasarnya bangsa kita memang brengsek, kalo naek motor suka nyerobot n motong jalan orang lain, gak mau antri, di simpang nyerobot giliran orang lain, masuk ke jalan gak lihat2 tabrak aja, mobil/motor mau belok kiri/kanan kasih sen kiri/kanan, motor serobot dari kiri/kanan, mobil berhenti karena ada

    Jawab:
    Om Irwan, artikel ini hanyalah ajakan… sayangnya memang tidak semua kalangan bisa ikut ter’ajak’. Namun mungkin kita bisa mulai dari lingkungan paling kecil tersebut… minimal ada yang memulai untuk tujuan yang baik. Kalau tidak dimulai satupun dan dimanapun… nanti bener2 jadi ‘brengsek’ spt yang om Irwan bayangkan.

  7. rakhmat says:

    Sudah lewat 1 tahun sejak komentar yang dulu, pandangan ane masih belumjuga berubah, makin muak? kali yah dengan bikers yang gak tau aturan

    Ada suatu waktu beberapa bulan yang lalu saya cukup sering menggunakan motor, selama pakai motor itu banyak sekali dorongan untuk selap-selip ngebut kaya orang gila , tapi ya itulah, karena memang merasa hal tersebut salah, mengganggu orang, dan berbahaya, jadi selalu tetap pada aturan, jalan selalu di sisi paling kiri, sering2 mengerem (memang capek kalo mesti ngerem naik motor apalagi kalo sampe berhenti menurunkan kaki, tapi daripada disumpahin orang terus, bikin susah jiwa) walau sering diomelin sama bikers lain , diteriakin bego de el el gara2 menghalangi jalan mereka

    Baru dua hari kemain naik mobil lagi, baru hari pertama aja udah kesel sama okmun bikers, lampu merah diterobos begitu saja, hampir tabrakan lagi sama ane

    ane jadi sedih dengan bangsa ini, ada paman ane satu yang biaanya naik mobil, terus punya motor juga, pas beliau naik motor ya kebut2an juga, alasannya satu, pengen ngerasain bisa jalan cepet di jalanan , padahal biasanya beliau paling benci dengan motor yang seperti itu

    bagi saya, tulisan ini masih berupa excuse atau pembenaran bagi pengendara motor , pengendara motor yang ingin dibenarkan tindakannya, pengendara motor yang menuntut prioritas dijalanan, prioritas diantara dua mobil , prioritas di trotoar , prioritas di persimpangan , hanya arogansi bodoh pengendara motor

    saya akui memang tidak nyaman berada diatas motor, panas , asap dan hujan yang cukup sering mengganggu (sangat malah), tapi apa itu pantas untuk dijadikan pembenaran terhadap diri sendiri ?

    Pengemudi mobil juga tidak semuanya baik, banyak juga yang jahat, jujur saja, sebelum saya naik motor saya sama sekali tidak perduli terhadap motor, apabila dalam jalur dua arah macet, saya ngebut saja sambil sesekali menyenggol motor yang memotong jalur, setelah merasakan naik motor saya jadi sedikit lebih peduli, bukan karena saya juga jadi sering memotong jalur, sama sekali bukan , malah saya tidak pernah de kayaknya , yah mungkin bukan maunya mereka juga untuk naik motor, tapi kasihan , tololnya itu lho, kenapa mereka gak bisa antri , apa takut kalau terlambat akan dipecat ? apa mereka tidak peduli pada keluarga dirumah yang menunggu mereka pulang ?

    Saran saya hanya satu untuk pengendara motor, sayangilah diri anda sendiri , kalau udah gak sayang sama diri sendiri, ingatlah pada anak anda, dan kedua orangtua anda , apakah anda rela melihat mereka bersedih karena anda kecelakaan bahkan mati konyol karena arogansi dan egoisme bikers ?
    Kecuali anda semua orang yang tidak memiliki orang yang peduli pada kalian , berbuatlah sesukanya, karena apapun yang terjadi dengan anda tokh tidak akan ada yang peduli , tapi please , lakukanlah di lingkungan orang orang terbuang, karena kami (red: saya) masih ada orang yang peduli dan kami (red: sekali lagi saya) tidak ingin konyol bersama anda

  8. Djamur says:

    Memang banyak orang salah kaprah, pengendara motor membobok knalpot, lampu dilepas, dengan tujuan motor ringan dan bisa buat balapan. Tapi ya itu dia, mereka gak bisa balapan di SIRKUIT, lalu pelampiasan dijalan. Yah, maklum lah pendidikan mereka pengendara motor tentang jalanan masi rendah… Wong ada beli motor gratis SIM koq… Hebat gak??? :p
    Oya, pengendara motor, memang capek klo harus banyak rem, menurunkan kaki, panas, debu, dll.. Itu uda resiko anda memakai motor, kalo gak mau seperti itu naik anguktan umum ato taxi saja.. :p
    Klo mau buru2 karna takut telat, kenapa gak berangkat lebih awal??? jangan dibiasakan masuk jam 8 berangkat jam 8, pasti telat donk… :p
    Jangan sekali-sekali anda bilang pengendara mobil di anak emaskan, anda bayangkan saja, anda bebas melawan arah, melanggar peraturan dijalan, dll.. Siapa yang anak emas coba???
    Mulailah tertib dijalan, agar jalan teratur, ingatlah perjuangan para pahlawan dengan susah memerdekakan indonesia, sekarang dirusak begitu saja..

  9. Rodhy says:

    Sebenarnya semua itu berbalik kepada diri kita masing-masing. Bila kita semua punya rasa toleransi berkendara yang cukup tinggi, niscaya problema antara bikers and drivers tidak akan terjadi. Kalaupun saling salah menyalahi toh ga ada gunanya dan ga akan ada habisnya juga. Motor harus jalan dikiri, yang ada jalannya diserobot sama bis atau mobil. jalur kanan untuk kendaraan yang lebih cepat, yang ada motor sambil menerima telepon jalan santai di tengah bahkan di jalur kanan tanpa menghiraukan mobil/motor ngantri di belakangnya.
    Di jalan ga ada yang anak emas, YANG HARUS ADA ADALAH HATI YANG EMAS. Yang mau menengok kaca spion dan menyalahkan sen sebelum berhenti/belok. Yang berjalan di sebelah kiri bila tidak sedang di buru waktu sehingga kendaraan lainnya dapat mendahuluinya. mengurangi kecepatan ketika lampu lalu lintas kuning menyala ( bukan malah menambah kecepatan) dan ketika di depan ada zebra cross. Dan masih banyak lagi hal hal yang baik yang bila dengan sadar kita lakukan akan menjadikan jalan raya lebih manusiawi. MEmang hal hal baik yang telah kita lakukan tidak akan kembali kepada diri kita dalam waktu semalam. Tapi bila kita yakin disiplin serta ketaatan kita akan di nilai YME, niscaya kita akan terus menjalaninya demi kebaikan kita sendiri :D
    Artikel ini bagus sekali sebagai bahan referensi. Semoga banyak yang membacanya dan mengambil nilai2 baiknya dari tulisan ini ketibang mencari kesalahannya. Salam buat Bung Saft.

  10. darsonosu says:

    selama 5th naik motor di jalanan jakarta emang yg paling ngeselin kelakuan pengendara motor, entah naik trotoar, nyerobot lampu merah, ngambil jalur org, kl hujan pada bikin macet jalan gara2 neduh di bawah jembatan/flyover, dst(kelakuan biker cengeng bin ndeso),
    selain polisi gak tegas, mental org indonesia sukanya nyari jalan pintas sih…, yah paling gak gw berusaha gak ngambil jalur orang, berhenti pas lampu merah, gak lewat trotoar, paling sesekali ngebut kalo jalan sepi, kehujanan ama kepanasan mah emang konsekuensi, tinggal dinikmati saja toh…

  11. Hendro says:

    Bung, klo cuman mau main salah2 an monyet juga bisa.
    Sebenernya itu klo macet ya sudah nasib.
    Ya nasibnya motor ma nasibnya mobil.
    Volume kendaraan yang besar lewat jalan yang ga lebar ya otomatis macet lah…
    Udah konsekuensinya gitu loh…

    Klo mau diatasi ya Volume kendaraan dikurangi, atau jalannya yang di lebarin.
    Bingungkan milih yang mana?
    Masalahnya itu juga tergantung dari transportasi masa yang di sediakan, kesedian kita untuk ga peka kendaraan pribadi, kesedian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan transportasi bagi rakyat juga. JADI YANG KEPENTINGAN BERSAMA, KALO MACET YANG YANG SALAH SEMUANYA, MUSTI SABAR BUNG!!!

  12. ngertiindulu says:

    buat mas djamur, tenang kalo berkomentar… baca dulu sekali lagi artikelnya… saya juga naik motor dan naik mobil, tapi biasa aja deh. jakarta men!

  13. ngertiindulu says:

    yang tua kasihani yang muda, yang kaya kasihani yang miskin, yang berjalan kaki kasihani yang duduk, yang bersepeda kasihani yang berjalan kaki, yang bersepeda motor kasihani yang bersepeda, yang bermobil kasihani yang bersepeda motor. dst, dst…

  14. Volvo244GL says:

    Seru baca tulisan temen2 diatas, klo pas baca tulisan biker, jd saya brasa ikutan bela biker, klo baca tulisan driver jg jd bela driver, anyway sy masuk kaum driver, jd biker klo dlm komplek/perumahan doang. Baca smua tulisan di atas intinya sih stuju bgt sama 3M itu, tp susah ya jalaninnya, soalnya saya klo nyetir jg gak beda jauh sama smua yg dah di tulis di atas hehehe… Saya juga kepikiran kalau pun JKT ada monorel-subway-busway sgala transportasi umum deh, apa mungkin bisa lancar, i don’t think so klo mentalnya msh spt shari2 yg kita liat itu, jadi soal 3M td itu, DO IT NOW!!! klo msh perduli sm bangsa sendiri, terserah mo yg laen msh ngaco, mudah2an dari diri sndiri disiplin bisa bikin good influence to others, dan klo dah mulain hari dgn 3M itu percaya akan di kasih “kelancaran” sama yg di atas dlm aktifitasnya. Aminnn

  15. BIG says:

    Aturan bro, harusnya aturannya yang harus dibenerin trus dipake,
    misal, kalo kecelakaan motor vs mobil, mobil pasti salah, ini salah kaprah, jd pengendara motor akan merasa lebih hebat dari mobil, yg jalan kaki lebih hebat dari mobil dan motor, perlu dilihat dulu dong, kalo misal mobil nabrak motor yang ngelanggar lampu merah, eta mah motornya mau bunuh diri kali?
    Jd aturannya mesti dibenerin dan polisinya mesti bener, tapi itu mimpi di Indonesia ga akan terjadi 1000 taun lagi.

  16. Yurisman says:

    Mr. Gig, gw setuju pemikiran anda. Aturan dan rasio mesti dipake, akal kudu dipake. Baru aja lebaran, berapa banyak kecelakaan terjadi??? Soal ini, motor paling rentan, tapi paling nekat. Kasihan?? Ya jelas tho. Tapi bagaimana dengan kasus motor yang maksa masuk jalur berlawanan, trus senggolan dengan kendaraan arah berlawanaan tsb, jatuh dan masuk ke kolong truk yang lagi jalan di jalur yang sebenarnya, siapa yang salah??? Lagi2 sopir truk apes, dia yang ditahan, dengan tuduhan kecerobohan menghilangkan nyawa. Lha siapa yang nyangka tiba2 ada yang masuk ke kolong truknya??? Lha lalu siapa ayng mesti dikasihani, yang mati karena nekat dan salah sendiri masuk jalur berlawanan, atau supir truk yang ‘apes’ tiba2 ada ‘ayam’ masuk ke tengah kolong truknya, tergilas, lalu dia digelandang ke polisi, padahal siapapun sulit menghindari yang ginian.

  17. pipin13 says:

    Nice info bro..

  18. jim says:

    yang komplen soal biker pasti pernah nyetir mobil. soale gue juga.

    biker di indonesia, terutama jabotabek ini kemampuannya adalah bawa sepeda pancal roda 2. di situ ada lahan kosong, di sana dia bisa lewat. gak peduli ada gerobak, truk, kereta, orang.

    yg jelas, ketika gue jadi biker, gue musti kasi jarak. ini pun gue juga jadi korban ditabrak melulu dari belakang.

    soal godaan nyelap-nyelip sebagai biker, gue pilih tunggangan vespa yg gambot, berat dan tidak lincah bergerak. supaya mindset nyetir motor di jalan gue gak terlalu jauh gapnya sama nyetir mobil.

  19. Helmi says:

    Ikut Nimbrung nih mas, bpk dan temen-teman sexan.

    Mnurut sy semuanya hrs dibalikin ke diri kita masing-masing lah.
    Intinya saling mengertiin.

    Bagaimana cr kita mengatur emosi, ego dan ketrampilan dalm berkendara, setidaknya ini bs mengurangi kesemrawutan Lalin.

    Yg kedua peraturan Lalin hrs diperbaharui misal yg kecil blm tentu menang klo terjadi kecelakaan, soalnya justru yg kecil lah sering banyak membuahkan masalah drpd kendaraan besar.

    Klo peraturan sudah dibuat sebaik mungkin, tp tetap masih dilanggar . Berarti pengendara tersebut tdk diperbolehkan mengendarai kendaraan contohnya spt di negara2 maju (Eropa dll) sana.

    Maaf klo ada salah kata….salam

  20. jaav says:

    sedikit koment aja

    sepertinya sudah ada aturan ga harus roda2 yg menang dari roda4, atau lebih, semua dilihat dari kesalahan yg dilakukan jadi “PATUHILAH PERATURAN YANG SUDAH ADA” mulailah dari diri sendiri bukan berarti saya memihak pada Driver’s justru keseharian saya adalah biker’s!

    “salam Tertib Lalin Selalu”

  21. RADITE says:

    sebaiknya di jalan harus saling berbagi. baik yang jalan kaki, pke motor, ato mobil. dengan prinsif saling mau mengalah dan memberi kesempatan yang lain.
    bgi pejalan tetep harus liat liat, untuk pemotor pembalab yang mau nyalib sebaiknya dari kanan mobil trus dari jarak +/- 100 m kedepan suasana jalan harus sudah dikuasai dan selalu waspada/mengalah jangan menangnya sendiri jika ada penyeberang trus jangan lupa selalu mainkan lampu sein sesuai arah tujuan motor. untuk pemotor siput selalu perhatikan pejalan kaki karena jalan kiri banyak rintangan dan karena jalannya lambat jangan ambil posisi di kanan krna akan menyulitkan pengendara mobil dan motor pembalap, kecuali kalau mau nyebrang dan ini pun lampu sein minimal 50-100m harus sudah dinyalakan.
    Untuk driver mobil sesuaikan dengan jalan mobil lain dan bnyak memberi kesempatan pejalan kaki, pemotor maupun yang lain.
    Bagi tukang becak jangan menangnya sendiri terus mentang-mentang berjajar di pereempatan bangjo, maka jalan akan mampet karena motor dan mobil yang akan lewat tidak bisa keburu lampu kembali merah,
    trims !

Leave a Reply


Anget-angetan..
Apaan sih?
Buku saft7.com
Electronics/ Electrical
Fotografi
GPS
IDEide
Mac Gyver/ Ngulik
Mobil
OOT
Promosi Produk?
Safety
Sepeda Motor
Tentang saft7.com
Tips Singkat
Water Injection
Lihat seluruh judul
Cari artikel
Powered by Javanic.com
100% Made in Indonesia

Statistik Website

Saat ini sudah ada 244 artikel dengan total 7,789 komentar, di dalam seluruh kategori.
Hak cipta dilindungi undang-undang. 
Menyadur / menyebarkan / memperjual-belikan, sebagian / seluruh isi website ini harus dengan ijin pemilik saft7.com.
Junjung tinggi dan hargai hak cipta / karya intelektual yang dilindungi hukum negara Republik Indonesia.
. . .
Home Index Judul Profil Saft7.com Donasi untuk saft7.com Berpromosi di Saft7.com Hubungi saft7.com