
- www.saft7.com -
Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang.

Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja.
Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut “botak luar, atau botak dalam”. Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.

Ban yang habis tidak merata juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak, kondisi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda (perlu di Balance), dan lain-lain.
Setiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga keseimbangan ban saat berputar.



- www.saft7.com -
Gas Pengisi Ban
Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari.
Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).
Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu di cek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.

Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih menggunakan velg dari bahan besi dapat membantu proses terjadinya karat yang tentunya merusak velg itu sendiri.
Kita dianjurkan untuk melakukan pengecekan tekanan ban pada kondisi ban dingin, ini dikarenakan saat ban digunakan (berkendara), suhu gas dalam ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas tersebut membuat naiknya tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim memiliki tekanan yang stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang sering dipacu kencang (ngebut) maupun mengangkut beban berat.
Ikuti anjuran yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang biasanya terpasang pada pilar pintu mobil maupun rangka motor jika menggunakan ban standar, atau ikuti anjuran dari ban yang digunakan jika spesifikasi ban tersebut tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.

- www.saft7.com -
Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban
Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.

Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.

Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban
1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban – overpressure)
N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.
- www.saft7.com -
Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.
1. Harga yang masih mahal
Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu – 10ribu rupiah.
2. Perawatan
Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.
3. Ketersediaan
Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.

NOTE:
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat. Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.

- www.saft7.com -
Sumber referensi:
www.racq.com.au
www.bridgestone.com
www.physlink.com
www.toyo.com.au
www.blackcircles.com
hm… gt toh…..
bukan hanya ban pesawat aja sih yg pake nitrogen,accumulator hydrasulic system for all aircraft juga pake.hal ini untuk mengantisipasi adanya kadar air dalam system.pokok nya aman tuk ban mobil terutama yg masih menggunakan pelek kaleng,tahan karat.
datzunmere Says:
September 19th, 2007 at 8:37 am
Kang Saft7,
Sesuai anjuran ente, dah gw baca nih di Wikipedia.
“Filling automotive and aircraft tires[4] due to its inertness and lack of moisture or oxidative qualities, as opposed to air, though this is not necessary for consumer automobiles”.
Bagi kawan2 yang bimbang perlu tidaknya pake N2 utk isi ban, berdasarkan cuplikan tersebut maka tidak penting dan tidak banyak manfaatnya untuk mobil yang dipake harian.
Tanggapan :
Oom… itu tulisannya “NOT NECESSARY”, terjemahan bahasa Indonesia nya kira2 “TIDAK TERLALU PERLU” kali ya. Tapi bukan berarti TIDAK ADA MANFAATNYA, itu beda banget artinya… tidak terlalu perlu itu berarti kalo mau dipake ya bisa dapat manfaatnya, tapi kalo gak dipake ya gak papa tapi gak dapet kelebihan extra yang ditawarkan si benda itu.
Soal manfaat yang terasa seperti apa ya balik ke individu masing2 aja. Yang pasti artikel Oom Saft ini menjelaskan teori dasar dibalik pemakaian N2 sebagai media pengisi ban.
Mo sharing aja hasil pakai N2 di ban motor.
Setelah pake N2 di ban motor depan dan belakang, terasa bantingan lebih empuk dan jadi gak harus sering2 isi angin lagi karena berkurangnya tekanan. Terutama kalo motor habis gak dipake beberapa hari dan diparkir diatas lantai semen, waktu masih belom pakai N2 kalo abis diparkir selama weekend di atas lantai semen pasti anginnya jadi kurang. Tapi setelah pake N2 tidak terjadi penurunan tekanan angin ban.
Kebetulan ukuran ban motornya lumayan gede, jadi kalo tekanannya kurang bikin berat lari motornya (http://pioagus.multiply.com/photos/album/1/Pio_Gambot).
Tapi dari yang pernah dicoba, efek empuk pemakaian N2 ini lebih terasa di ban motor yang sudah berkonstruksi radial, kalo yang masih konstruksi bias bikin lebih empuk juga, tapi gak se-signifikan yang di ban radial. Contoh ban tipe radial yang saya pakai Bridgestone Battlax BT92, yang bias Bridgestone Battlax BT45. Kebetulan merk ban yang sudah ada tipe radial dan mudah didapat disini baru Bridgestone Battlax ini.
Untuk tekanannya, N2 dinaikian 2psi dibanding waktu pakai angin biasa. Ini dilakukan berdasar dari profil kontur ban yang dihasilkan.
Contoh di ban yang saya pakai ini, Battlax BT92 160/60-17, waktu pakai angin biasa tekanannya 35psi. Pada saat diisin N2, ditekanan 37psi baru bisa memiliki kontur profil yang sama dengan waktu pakai angin biasa. Kontur profil (kecembungan tapakan ban) sangat penting di ban motor karena sangat berpengaruh dengan pengendalian dan juga konsumsi bensin.
thank for the article
this is what web can do, walau bagi sebagian orang berpikiran sempit mengatakan bahwa in sudah basi, mungkin orang tersebut tidak sadar bahwa 99% halaman web yg dikunjunginya juga sudah basi bagi sebagian laen, hehehe….
makasih om, saya beruntung bisa dapat link halaman ini lewat google
dan secara maksimal bisa menghemat waktu research saya untuk penjelasan artikel diatas yg sungguh memuaskan sampe gak perlu browse ke laen hati lagi
hihihi
ps.
kira kira ada halaman yg menyediakan manual-book dalam bentuk pdf untuk mazda 323 th2000 ? please? karena saya ingin cari tahu type busi berapa yg cocok untuk jarak dekat dan jauh sesuai anjuran manual nya
thanks
Terima kasih atas informasi yang anda bagikan.. Semoga dengan kita saling berbagi maka akan m’bawa kebaikan kepada kita semua, Amin..
Thanks Bro Saft, untuk share aja selama 4 tahun saya menggunakan ban Bridgestone Turanza dan selalu di isi N2, well performance ban menurut montir-2 termasuk yang paling terawat, saya control tekanan setiap 2 bulan sekali dan itupun masih turun 1-2 psi aja which is good for the tire
Satu lagi, masalah hemat bbm memang terlihat lebih hemat, saya memiliki database nya
Kalau masalah empuk, kijang kapsul termasuk yang paling standar suspensinya, namun dengan menggunakan N2 sedikit membantu, di jalan bergelombang CIPULARANG cukup tenang dan stabil
Sekarang sudah ganti kendaraan, dan langsung yang ganti dengan N2, sudah mobilnya nyaman ditambah angin N2 lebih empuk lagi.
Thanks
Bung saft..
Kalo buat motor yg pake ban dalam, dan ban standart gimana ya? apakah cocok?
Manfaat apa yg kira2 saya bisa peroleh?
Trus efek sampingannya apa?
Saya pake Supra-X 125, Ban masih standart pabrikan.. Masih pake ban dalam, velg jari2..
Makasih..
Menarik dan informatif kok artikelnya…btw ini belum dimasukkan di buku terbitannya om saft itu ya?(maaf blm beli bukunya sih, tau juga baru ini tadi soalnya..)Ato emang udah ada rencana bikin buku lagi nih..
Om saft.., sy pernah denger nich.. katanya ada juga skr bengkel yg jual N2-nya oplosan, bener gak..??. Terus kl emang dah banyak yg jual oplosan, gimana tuch buat kita sebagai konsumen cara bedainnya ya ..???
Trims
kalo ban mobil pake angin yg buat balon gas bisa ngga kang ?
Menurut Alex Filler (Ferrari, France) untuk menjaga kestabilan gerak dan kecepatan, ban depan di sarankan di isi dengan nitrogen, sedang ban belakang di biarkan kempes.
Bung saft,
say mau tanya sebenarnya mengenai tekanan angin nitro maupun non nitro utk ban2 dgn profil rendah seperti 225/35/19 itu sebaiknya diisi dengan tekanan brapa psi yah?….Thanks
Di Toko yang biasanya jual Ban Bridstone. 90% Mereka sudah menjual nitrogen,toko ban saya bridstone di kebayoran lama dia jual per paket 35 ribu, untuk lima ban lho(kuras habis)….
Setelah membaca komentar2 tentang N2(nitrogen) rupanya ramai juga.
Mengenai Nitrogen oplosan sebenarnya bukan oplosan tapi toko ban yang menyediakan alat yang fungsinya menyaring udara biasa dan setelah melalui saringan itu keluar Nitrogen.Hanya saja kemurnian dari Nitrogen tidak bisa di ketahui. Dan yang paling dikwatirkan uap air tidak bisa 0% mengingat udara yang dimasukan hanya dikeringkan ala kadarnya saja.Justru uap air ini yang menyebabkan tekanan naik
Saya sarankan kalau terpaksa mengisi ban dengan udara biasa datangi toko /bengkel ban yang kompresor menggunakan pengnyaring uap air (walau ngga 100% kering)
Sebelum saya promosikan penggunaan Nitrogen di Indonesia chususnya di jakarta , saya menggratiskan Nitrogen ke pelanggan saya. Ternyata semua merespon puas.
Mobil akan terasa lembut, lebih-lebih pada saat melalui garis2 putih dijalan
yang saya banggakan team saft7,,
saya pengen tau bagaimana seh cara kerja sistem pengisian/charger sistem pada mobil..dan apa saja trouble shootingnya,,dan apabila sistem pengisian/charger over,,apa yang terjadi dan juga sebaliknya,,tolong dikirim ke email saya ya pak,,(oloans_83@yahoo.com)
cokodidi Says:
this is what web can do, walau bagi sebagian orang berpikiran sempit mengatakan bahwa in sudah basi, mungkin orang tersebut tidak sadar bahwa 99% halaman web yg dikunjunginya juga sudah basi bagi sebagian laen, hehehe….
Jawab :
-Sangat setuju… klo udah basi ya ngga usah diributin… Kalau mau browsing yg lebih baru ya cari sendiri toh juga browsing ke LN cuman beberapa detik jauhnya. YG jelas artikel ini bermanfaat bagi saya dan banyak orang lain.
Gute Says:
Thanks Bro Saft, untuk share aja selama 4 tahun saya menggunakan ban Bridgestone Turanza dan bla bla bla…..
Jawab :
Saya juga menggunakan TURANZA. Dan kebetulan juga ban sudah 3,5 tahun dan menggunakan N2 pula.. Mobil terasa lebih empuk, tekanan ban lebih stabil (di bengkel dekat tempat saya Rp 10rb/ban dan nambahinnya Rp 10.000/4ban).
Pengalaman saya dengan N2 memang ada bedanya.
1. Sewaktu menyopiri mobil kijang kapsul ayah saya yang datang menjenguk cucunya (anak saya) saya kaget ternyata kok empuk waktu lewat polisi tidur di perumahan saya, padahal biasanya kalau naik kijang siap-siap mentul-mentul. ketika saya tanyakan ternyata diisi N2.
2. Karena penasaran maka mobil sedan saya kuisi dengan N2. Wah ternyata enak, empuknya memang tidak terasa bedanya tetapi mobil terasa lengket di jalan tidak seperti dulu dimana mobil kayak ular, serong kiri dan kanan kalau ada geronjalan. Jadwal ggisi ban juga lebih lama.
Kutipan:
Pak Mandor kan isi angin tiap hari bisa gratis, klo saya kan gak gratis… Klo harus ke POM shell kan jauh, gak setiap tempat ada POM shell… :p
Yang saya bicarakan ini untuk umum aja, buat yang gak bisa gratisan.. Hehehe…:p
————————————————————————————————————————–
Mo gratis isi ban? Bli aja pompa angin, jadi bisa isi ban sendiri.. Buat motor pake pompa injek juga cukup, saya bli pompa injek satu tabung 30ribuan. Pilih yang bagus dan nyimpen selang nya jangan ditekuk biar ga cepet sobek.
Bermanfaat sekali artikelnya, baru tau nih….=)
pompa N2 khusus motor ndak ada ya harus ke bengkel ban mobil ya ..
terima kasih infonya.
saya pake N2 ternyata lebih empuk..
di toko langganan, isi 7500 (kuras total, pake mesin), klo nambah relatif, bisa 5000 / 10000 4 roda.
dulu pake n2 tabung, tapi sekarang tokonya udah pake mesin yang bisa “mbuat” N2 sendiri.
saya rasa kurang efektif dan kurang signifikan untuk mobil dengan ukuran velg dan profil ban bawaan pabrik, suatu hal pemborosan saya rasa.
…. Ah nanti saja saya isi nitrogen kl saya ganti velg besar dan profil ban tipis, biarlah sering2 menambah angin toh tukang tambal ban banyak di sepanjang jalan. Mending uangnya saya tabung untuk beli bubuk yg bisa menambal kebocoran ban (tubeless) secara otomatis (diinjeksikan ke dalam ban)… kl tidak salah dan seingat saya namanya mouse, tapi gak tau bisa dibeli dimana!
Juni thn lalu saya pulang ke Jawa , waktu sampai di Slawi semua angin ban saya ganti dengan N2 . Keluarga pada heran kok suara ban (tapak lebar – SUV ) relatif beda dng sebelumnya , buat lari kenceng stabil dan sampai saat ini saya belum pernah isi angin lagi – stabil di 28 Psi.
Sekarang saya tertarik untuk buka usaha tsb di tempat saya tapi belum tahu beli alatnya dimana .
Barangkali ada yg bisa sy hubungi mohon bantuannya.
setahu saya N2 adalah gas inert( tak bereaksi dng apapun) . Beda dng angin yg ada unsur O2nya sehingga bisa beroksidasi dengan tempatnya.
N2 juga lebih dingin sehingga saat jalan kenceng di tol tidak akan panas muai dan tak takut meletus.
Pak Basuki, hubungi saja Start Tire Service , Muara Karang Rya 243, Jakarta. Tlp. 0216697420.dengan Pak Albert.
Setahu saya beliau ini yang mempopulerkan penggunaan Nitrogen (N2) di Indonesia pada tahun 1992.
oh yah om, temen gw, pernah nyoba pake N2, mobilnya TARUNA, tapi dia blg mobilnya gak bisa cepat di tikungan, mobilnya hampir terbalik, apa karena N2 membuat mobil lebih ringan or??
gw sendiri sih pernah coba juga, tapi kayak gak ada bedanya dengan pake angin biasa, makanya saya balik lagi ke angin yang biasa,
oh yah, klo seandainya N2 tercampur dengan angin biasa gmn??
soalnya yang nyediain N2 kan tempat2 khusus, jadi masalahnya klo kempes dijalan, kan mau gak mau harus nyari tempat pompa/tambal ban terdekat.
makasih
Thanks……Saft7.com atas tips-nya.
Saya baru tau kalau ada kesepakatan bahwa setiap Ban pemakai N2 tutup Ventil-nya pakai warna Hijau.
Saya sudah membuktikan dari sebagian tips anda….
Untuk jelasnya bahwa pengalaman saya dua tahun terakhir setiap 2 minggu sekali saya pulang-pergi dari kota Gresik (Jatim) ke Salatiga (Jateng) dengan mengendarai Maestro saya, kemudian kira2 sudah satu tahun Ban mobil saya ganti memakai N2…..,setelah itu saya bener2 bisa membedakan terutama dalam hal pemakaian BBM yang sebelumnya rata2 pemakaian 9.5 Km/liter dan setelah saya pakai N2 bisa mencapai rata2 10.5 Km/liter, manfaat lain yang saya rasakan adalah kesetabilan
roda depan lebih enak, tks.
Br,
Prabu
Hallo temen2 yang aktif dalam komunitas kolom ini……,
Jika sekiranya temen2 ada informasi perihal alat2 unit mesin untuk balancing/spooring second hand yang akan dijual tolong berikan informasi untuk saya yach…….., tks.
Br,
Prabu
saya mau berlangganan nitrogen untuk ban,,dmn yak bisa mendapatkannya untuk daerah di jakarta?klo bisa minta no yang bisa di hubungi..makasih
Ban Sepeda Ontel Gue juga udah di isi NITROGEN
n2 memang yahut
gw pake u/ ban berenang ternyata bisa ngambang
thAnx yAW sHafT7.cZ Gw bzA ngRjaEn tuGaz gw……
wah ku b tau frm ini bagus jg ya tp kalau di daerah tidak ada n2 ??? apa bisa pake angin biasa dn kita campur efex angin campur n2 adfa tdk bro ????
mohon ijin memuat 2 buah foto pada artikel ini, untuk digunakan sebagai ilustrasi pada artikel di situs kami.
trims