.

 

DYNOTEST …apaan sih?

dyno00

Banyak sekali asesoris ataupun performance parts/kit yang ditawarkan oleh toko atau iklan, dengan iming-iming akan menambah performa hingga sekian horsepower (hp) dan sebagainya. Mulai dari komponen yang mengatur tekanan bensin, modul pengapian, piggyback/Engine Management, kabel busi, penyetabil tegangan listrik dan sebagainya, yang harganya pun tidak murah.

Dan serunya, banyak teman-teman kita yang tergiur dan memasang komponen-komponen tersebut, berharap adanya kenaikan besaran HP dari mesin kendaraannya.

Berapa besar kenaikannya hanya berdasarkan perasaan dan sugesti. Bisa jadi semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi itu, semakin besar pula sugesti yang muncul. Supaya modifikasi performa bisa lebih terarah dan terencana, ada baiknya selalu terukur, berapa nilai performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi.

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Performa suatu mesin kendaraan (mobil maupun motor) dapat dilihat dari besarnya nilai Power (tenaga) dan Torque (torsi).

Pada setiap brosur mobil maupun motor, selalu ditampilkan nilai Power dan Torque pada lembar spesifikasi teknis.

Pada brosur di atas disebutkan bahwa kapasitas mesin adalah 3.246cc,
Power mesin itu disebutkan sebesar 333bhp pada putaran 7900rpm dan Torque sebesar 335Nm pada 4900rpm. Angka-angka itu cukup besar untuk mobil bermesin non turbo.

TORQUE & POWER

Torque (torsi), adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. Pada saat kita merasakan tubuh kita terhempas ke belakang saat berakselerasi, menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.

Power, adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.

Dari sisi rumus fisika Newton:

HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252

yg artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.

Analoginya mungkin begini. Misalnya aja kita ditendang, ma’af’, pantatnya oleh Hercules, nah mungkin kita bisa mental 1m, kalo berat badan kita 70kg berarti tendangan si Hercules nilainya adalah 70kg-m. sekarang bayangin Hercules bisa nendang kita 100 kali dalam waktu 1 menit, nah itu adalah horsepower, jadi intinya Horsepower = Torque over time, seberapa besar torsi yg bisa dihasilkan dalam periode waktu tertentu. (tambahan info dari om CKK)

Untuk lebih memahami tentang Power dan Torque, silahkan klik diskusi di forum ini.

MENGUKUR POWER & TORQUE

Untuk mendapatkan atau mengukur besaran nilai Power dan Torque, digunakan alat yang disebut Dynamometer atau sering disingkat Mesin Dyno.. Sistem Dyno ada beberapa macam, antara lain:

Engine Dyno:

Poros output mesin langsung disambung ke alat Dyno, umumnya alat ini digunakan di pabrik kendaraan untuk mengukur performa mesin sebelum dipasang pada body/ chassis.

Chassis Dyno:

Roda mobil memutar roller atau drum mesin dynotest

Poros roda mobil langsung memutar mesin dynotest

Motor sedang di dynotest

Proses pengukuran tersebut sering disebut Dynotest.
Artikel ini akan membahas Chassis Dynotest.

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

SIAPA YANG PERLU DYNOTEST?

PRODUSEN:

Produsen yang memproduksi suatu alat yang di klaim dapat meningkatkan performa mesin, perlu menguji produknya. Dengan demikian produknya dapat dipertanggung jawabkan.

UMUM:

Umumnya dynotest perlu dilakukan saat akan dan setelah melakukan modifikasi pada mobil/motor, untuk dapat dilihat berapa peningkatan performa yang diperoleh dari modifikasi tersebut.

TUNER/RACE:

Proses dynotest diperlukan untuk mendukung proses Tuning mesin. Naik-turunnya grafik Power, Torque dan AFR (perbandingan udara dan bahan bakar) digunakan untuk mengatur setting ignition timing dan fuel pada komponen mesin maupun komputer mesin (ECU). Dengan pengaturan yang detail dan baik, performa mesin menjadi sangat optimal dan efisien, sekaligus aman.

APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?

Untuk menjalani Dynotest, ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan:

  1. Memastikan mesin dalam kondisi yang fit / sehat:
  2. Cek kondisi ban: apakah laik pakai atau tidak, sangat memungkinkan untuk melakukan rotasi pemasangan ban apabila ada satu atau dua ban dalam kondisi tidak laik jalan atau rusak (berlaku untuk pengetesan 2 wheel drive).
  3. Cek tekanan ban: pada saat akan melakukan dyno test, tekanan ban pada semua roda harus dinaikkan hingga 30% – 50% dari tekanan normal. Tekanan ban pada semua roda harus sama. Jangan lupa untuk mengembalikan tekanan ban pada tekanan normal pada saat selesai melakukan dynotest
  4. Check belts: (timing belt, fan belt and other belts) apakah dalam keadaan normal atau tidak.
  5. Cek oli mesin apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak
  6. Cek selang-selang pada jalur turbocharger/supercharger apakah dalam keadaan normal atau tidak. Apakah ada kebocoran atau tidak.
  7. Cek busi apakah dalam kondisi normal atau tidak.
  8. Cek oli transmisi apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.
  9. Cek oli differential/transfer case apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.
  10. Cek air radiator apakah dalam kapasitas normal atau tidak.
  11. Memperhitungkan dengan baik modifikasi yang dibuat: misalnya mesin bertenaga besar dipasangkan pada rangka body mobil tua dan lain-lain, yang mungkin saja bisa menyebabkan komponen patah atau kecelakaan lain.
  12. Tersedia pemadam api di lokasi Dynotest: untuk antisipasi apabila terjadi kebakaran
  13. Mempersiapkan dana lebih: apabila terjadi kerusakan komponen mesin selama proses Dynotest

DYNOTEST… Yuuuk

Penasaran dengan performa mesin dari mobil yang sudah berusia 17 tahun lebih, dimana tahun 2007 lalu dilakukan Overhaul pada mesin sehingga mesin menjadi segar kembali. (baca kisahnya di sini) .

Fasilitas Dynotest di Jakarta saat ini ada sekitar 5 tempat.
1 dari 5 bengkel Dynotest tersebut menggunakan mesin yang berbeda dengan yang lainnya yaitu KS Nusa yang menggunakan mesin bermerek DynoDynamic, yang mampu mengukur Mobil penggerak 2 dan 4 roda maupun Motor kecil hingga Motor besar.

Sementara 4 bengkel lainnya (Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor dan Lestari Motorsport ) menggunakan mesin yang sama bermerek DASTEK, untuk mengukur Mobil penggerak 2 roda saja.

Untuk di Surabaya, ada 1 lokasi namanya GUT Motorsport yang juga menggunakan mesin bermerek DASTEK.

Antara mesin bermerek DynoDynamic dan DASTEK menggunakan cara kerja yang berbeda, sehingga nilai angka yang didapat juga berbeda.

Saya coba test mobil saya di kedua merek itu supaya tidak penasaran…

Hari pertama,..

saya datang ke KS Nusa (PT Khatulistiwa Suryanusa) di Jl. Pramuka Raya Kav.69, Jakarta.

Sebelum ke KS Nusa, saya isi tangki saya dengan bensin Pertamax, sesuai dengan rasio kompresi mesin saya.
Mesin mobil saya kondisinya standar, tidak menggunakan komponen aftermarket untuk performa, semuanya standar hingga busi.

Namun yang pasti, kondisi mesin sangat prima dan siap untuk di-run hingga putaran maksimum (redline).

Sesampainya di KS Nusa, mobil dinaikkan ke mesin Dyno..
Dikarenakan mobil saya berpenggerak roda belakang, maka roda belakang ditaruh di atas ‘roller’ mesin dyno tersebut dan mobil di’ikat’ dengan webbing yang dilengkapi stabiliser sehingga ban yang dipakai untuk dynotest menekan sempurna ke ‘drum’ mesin dyno tersebut. Ikatan webbing tersebut sangat kuat sehingga mobil tetap aman sekalipun sedang melaju sangat kencang di atas mesin dyno.

Pada bagian depan mobil, dihadapkan blower yang meniupkan angin cukup deras, sebagai simulasi hembusan angin saat di jalan raya. Hal ini penting agar mesin tidak overheat (kepanasan).

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Tekanan angin ban disamakan kiri dan kanan sesuai ukuran ban.
Setelah siap, mulailah teknisi mencatat data cuaca, seperti Suhu saat itu dan kelembabannya… tercatat suhu 31 derajat Celcius dan kelembaban udara 56%.

Pada bagian knalpot dipasangkan Wide Band Air/Fuel Ratio Sensor. Tujuannya untuk mendeteksi campuran bahan bakar vs udara saat proses dynotest berlangsung, dicatat secara realtime dari 1500rpm hingga redline.
A/F R sensor ini penting untuk proses tuning performance. Tuner bisa mendapat informasi di RPM berapa mesin butuh lebih banyak bensin atau sebaliknya, sehingga mesin dapat bekerja secara optimal.

Data mobil dimasukkan juga dan dilakukan kalibrasi.. seperti jumlah silinder mesin, hingga gear ratio untuk menentukan pada gigi berapa proses dynotest dilakukan nantinya.
Untuk mobil saya.. digunakan gigi 4.

OK SIAAAAAAP….

dijalankan hingga beberapa kali run.. seram juga mendengarkan jeritan mesin hingga ke batasnya.

Saat proses ‘run’ berjalan.. secara realtime grafik tergambar di layar monitor, juga A/F R terbaca dan tergambar.

Hasilnya.. diperoleh grafik sebagai berikut

Terbaca bahwa Power Maksimum mesin mobil saya yang berteknologi tua ini (masih teknologi tahun 1977) sebagai berikut:

Mesin: BMW – M20, 6 silinder, 12valve SOHC standard:
Power Max: 87.5WHP (Rear Wheel Horse Power) pada 5550rpm.
Torque Max: 94.0 Ft.Lb pada 4000rpm

Hari Kedua..

Paginya saya ke bengkel Rev Engineering di Jl. Arteri Kedoya no.70, Kebon Jeruk, Jakarta.

Sama seperti di KS Nusa, mobil di’ikat’ dan roda belakang dinaikkan diatas ‘drum’ mesin dyno bermerek DASTEK tersebut.

Dilanjutkan dengan proses kalibrasi.

Pada bagian depan mobil, didekatkan blower untuk meniupkan angin.

Proses ‘run’ dimulai hingga beberapa kali..

Ternyata proses dynotest-nya berbeda dengan mesin DynoDynamic yang ada di KS Nusa.
Pada mesin dyno bermerek DASTEK ini, mobil dijalankan hingga masuk kecepatan tertentu, kemudian transmisi dipindah ke gigi netral, dan roda dibiarkan berputar (seakan mobil meluncur) hingga kecepatannya menurun hingga pelan dan berhenti.
Pada saat itulah komputer mengkalkulasi berapa lama ban berputar hingga berhenti.

hasilnya sebagai berikut:

Untuk POWER, mesin saya mendapat angka sebesar 128.3BHP (Brake Horse Power / Flywheel Horse Power).pada 5500rpm

dan untuk TORQUE, mesin saya mendapat angka sebesar 178.2Nm pada 4500rpm

.

Mengapa Angka Hasil DynoTest nya Berbeda?

Mengapa angka hasil dynotest bisa berbeda jauh antara mesin DynoDynamic dengan DASTEK?

Hal ini dikarenakan beda metode pengukurannya.

Mesin di KS Nusa memberikan beban tertentu (retarder) yang harus diputar roda. Jadi seperti simulasi beban di jalan raya, atau beban langkah di alat olah raga Treadmill. Kemampuan roda memutar roller tersebut diukur dan dikalkulasi oleh komputer dan menghasilkan angka dalam satuan WHP (Wheel Horse Power).

Sedangkan mesin bermerek Dastek yang digunakan oleh bengkel Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport menggunakan cara yang berbeda. Roda dibiarkan berputar di kecepatan tertentu di atas drum hingga berhenti berputar, proses ini dihitung oleh komputer yang menghasilkan angka dalam satuan BHP (Brake Horse Power atau bisa juga disebut FlyWheel Horse Power).

Rumus Umum:

BHP = WHP + 25% + 10HP

atau bisa ada juga yang menggunakan hitungan

BHP = WHP / 0.74

BHP = Brake Horse Power / Flywheel Horse Power (DASTEK)
WHP = Wheel Horse Power (DynoDynamic)

Namun rumus di atas tidaklah mutlak, karena banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan selisih perhitungan saat melakukan konversi dari BHP ke WHP atau sebaliknya.

Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis penggerak pada mobil.
Mobil penggerak roda belakang (RWD) terjadi kehilangan power 20% hingga 30%
Mobil penggerak roda depan (FWD) terjadi kehilangan power hanya sekitar 10%
Mobil penggerak 4 roda (4WD / AWD) terjadi kehilangan power sekitar 20%-35%

Transmisi Otomatis?
Untuk hasil dynotest transmisi otomatis akan mendapatkan angka yang lebih kecil (lebih rendah 20%) ketimbang transmisi manual.

MEMANFAATKAN HASIL DYNOTEST

Dikarenakan adanya perbedaan satuan angka hasil dynotest pada mesin yang berbeda, maka untuk melakukan Dynotest yang berulang atau lebih dari sekali, sebaiknya dilakukan di tempat dan mesin yang sama.
Misalnya sebelum melakukan modifikasi, dilakukan Dynotest di bengkel X, maka setelah modifikasi selesai dikerjakan, lakukan Dynotest lagi di bengkel X.
5 Bengkel Dynotest yang menggunakan mesin dengan merek yang sama pun tentunya ada perbedaan hasil pengukuran hingga 1-2%.

Silahkan pilih sendiri tempat Dynotest yang diminati.

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Dynotest tidaklah semata-mata untuk mengejar nilai Horse Power saja. Banyak rekan-rekan yang berlomba-lomba mesinnya mempunyai Power yang besar. Padahal, teman-teman yang hobby bahkan profesinya sebagai pembalap, mengatakan bahwa tidak jaminan power besar pasti akan memenangkan lomba/race.

Dynotest sangat besar manfaatnya ketika data grafik hasil test digunakan untuk mengatur kembali setting / Mapping pada ECU / Engine Management. Hingga diperoleh hasil yang optimal.

Seperti yang dilakukan oleh teman saya pada mobil balapnya.

Saat baru datang, dan dilakukan Dynotest, diperoleh power sebesar 143.9WHP.
Namun dari grafik Air/Fuel Ratio terbaca kondisi campuran bensin terlalu Lean (bensin sangat sedikit berbanding udara). Jika dibiarkan dan terlalu ekstrim bisa membuat ruang bakar sangat panas bahkan membuat piston atau valve meleleh.

Mulailah proses Tuning ulang piggyback ECU mobil balap tersebut.. diperbaiki dengan cermat pada titik RPM berapa supply bensin perlu ditambah, pengapian perlu diperpanjang, dan sebagainya..

Hingga akhirnya proses selesai, dan didapat Power sebesar 152WHP.
.

.

CUACA BERPENGARUH

Hari ketiga..

Besoknya, saya iseng untuk mengukur lagi mesin mobil saya di KS Nusa..
Tetapi hasil dynotest malah menurun powernya.. hanya mendapat 86.5WHP dari sebelumnya 87.5WHP.
Turun 1 HP, dilakukan test hingga 5 kali run tetap hasilnya sama.

Ternyata hal ini disebabkan oleh suhu hari itu yang lebih panas dan kering ketimbang hari test sebelumnya.

Test hari sebelumnya : Suhu 31C, Kelembaban 56%
Test hari berikutnya: Suhu 35C, Kelembaban 37%

MENGUJI PRODUK/ MODIFIKASI?

Pada kondisi standar, sensor cuaca (ATMC = Atmospheric Temperature Compensation) dalam kondisi ON. Artinya data suhu dan kelembaban saat dynotest diperhitungkan dalam menghitung hasil Power & Torque.
Untuk keperluan pengujian produk / mengukur modifikasi, ATMC dinonaktifkan. Sehingga perubahan-perubahan suhu yang terjadi tidak mempengaruhi hasil dynotest.

.

Kesimpulan:

  1. Mobil/Motor yang akan di Dynotest harus dalam kondisi prima dan memperhatikan keselamatan.
  2. Dynotest tidak semata-mata untuk mencari nilai POWER yang besar saja, banyak informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan performa mesin.
  3. Dalam kondisi panas, performa mesin akan menurun. Itu sebabnya mengendarai mobil / motor saat cuaca sejuk atau dingin lebih terasa bertenaga ketimbang saat panas terik.
  4. Produsen komponen penambah performa mesin perlu melampirkan data Dynotest dari produknya.
  5. Waktu yang diperlukan untuk hanya Run Power Test sekitar 1jam.

.

Special Thanks untuk : Ovi Sardjan, Teddy Rev, Om Sholeh Sigma, Gerry Nasution, Ferry Cangkir, Dikwan Ditech. hingga tersusunnya artikel sederhana ini

Harga Jasa Dynotest..

KS NUSA…
MOBIL
2WD (Dyno pull) = 500rb (4-5x run)
2WD (Dyno+tuning) = 800rb (1jam), selanjutnya 500rb/jam
4WD (Dyno pull) = 800rb (4-5x run)
4WD (Dyno+tuning) = 1.250rb (1jam), selanjutnya 800rb/jam

MOTOR
50cc-200cc
Dyno Pull = 200rb (5x run)
Dyno+tuning = 300rb (1jam), selanjutnya 150rb/jam
Diatas 200cc
Dyno pull = 400rb (5x run)
Dyno+tuning = 500rb (1jam) selanjutnya 300rb/jam
.

Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport (Surabaya)
MOBIL 2WD (RWD/FWD)
Power run = 350rb (3x run)
Rental = 800rb/jam
Retuning = 500rb-600rb
Tuning Turbo = 2-2.5jt
Tuning Piggyback = .1.2jt (non turbo)

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Daftar Bengkel Jasa Dynotest

KS NUSA
PT Khatulistiwa Suryanusa
Jl. Pramuka Raya Kav 69
Jakarta 10570
Phone: 021.4248324, 4254613
Fax: 021.4247920
HP: 0856.1042740 ( Ovi Sardjan )
www.ksnusa.com

REV Engineering
Jl. Arteri Kedoya no.70
Jakarta 11520
Phone: 021.56964612, 56969026
HP: 0812.1055146 ( Teddy )

SIGMA SPEED
Jl. Gatot Subroto 150
Kuningan Barat
Jakarta
Phone: 021.70772956, 68851456

Lestari Motor
Jl. RC. Veteran no.9
Bintaro Jaya
Jakarta
Phone: 021.73881481

Bening Motor
Jl. Caman Raya no.44
Jati Bening
Bekasi
Phone: 021.86900607

GUT Motorsports
Jl. Klampis Semolo Timur 3B
Surabaya
Phone: 031.5992741, 70912446

Sumber Referensi:
Adler, U., editor, Bosch Automotive Handbook, 1986.
Weast, Robert C., editor, CRC Handbook of Chemistry and Physics, 1976-1977, p. F-313.
Heywood, John B., Internal Combustion Engineering Fundamentals, 1988.
Kirby, Richard S.; Withington, Sidney; Darling, Arthur B.; and Kilgour, Frederick G., Engineering in History, 1990, pp. 167-172.
Skelton, Betty, Purnell’s Pictorial Encyclopedia of Horses and Riding, 1977, pp. 30-31.
KONSEP TENAGA DAN PENGUKURANNYA
Seraya.com – Tanya cara baca daya maksimum
Seraya.com – Tanya tentang perbedaan Torsi & Tenaga

65 Responses to DYNOTEST …apaan sih?

  1. fajar says:

    siang admin maaf aku mau tanya

    berkaitan dengan skripsi saya

    saya melakukan dyno untuk motor

    tapi saya melakukan dyno dengan rpm dri 4000 sampai 10000

    tapi sedangankan depembimbingsaya meminta dengan kondisi idel sampai dengan 10000.

    saya melakukan dyno dengan awal 4000 dengan asumsi karna untuk kondisi idel(rpm 1000) ada faktor lost pada mesin terutama transfer tenaga yg dihasilkan ke komponen kopling, rasio gigi, dan berlanjut ke roda menurut saya itu tidak mendapatkan anggka yng murni( hilang power sekitar 10 sampai 20 persen dengan faktor lost kondisi kopling, transfer ke roda…….. apakah benar untuk asumsi saya…… tapi pembimbing saya tidak menerima alasannya…. beliau mau saya test dari awal idel mesin………….. Mohon Pencerahanya…………

  2. echo says:

    sumpah tadinya gw ga ngerti apaan tuh Dynotest, power, torque dan yg lainnya,…..begitu baca nih artikel disertai contoh, jadi sedikit paham,…..:D ditunggu artikel menarik yg lainnya gan,……….

  3. jody rusli says:

    makasih mas infomasinya. artikelnya bagus sekali lanjutkan

  4. mufid says:

    mas2 saya maw nanya ne… kalo dyno test buat mobil di jogja yang ada dimana ya mas… mohon informasinya…saya perlu buat skripsi saya di teknik mesin..mohon bantuannya:)

  5. maestro says:

    eh lu semua udah pernah pada ke Jepang blm? ato ke eropah?
    pada belajar & training gi ke pabrik mobil. gak ada selesenya kalo bantah2an kayak gini. mending merguru sm yg uah maestro.

  6. Saftari says:

    Makasih ya masukannya…

    artikel ini memang masih banyak butuh tambahan penyempurnaan dari banyak pihak seperti om salah satunya.

    salam!

  7. Pemerhati Tuner Lokal says:

    Keterangan:

    Pasti ada yang protes, “Akurat kok hasilnya…buktinya hasilnya grafiknya cocok rumus semua

    HP = Torsi (lb-ft) x RPM / 5252

    Tuh kan cocokkk…”

    NGACOOO!!

    Dyno test TIDAK PERNAH mengukur HP dan torsi secara terpisah, dia HANYA mengukur torsi.
    HP yang nongol di layar justru dihitung pake rumus itu sama komputernya, jadi kalo cara ngukur akurasi dengan pake rumus itu pasti benar!
    Yang harus ditanya, apakah benar torsi yang diukur???

  8. Pemerhati Tuner Lokal says:

    Koreksi besar 2

    Approaching perhitungan HP berdasarkan transmisinya anehhh!!

    Siapa yang ngajarin? Tuner lokal jualan piggyback ya?

    Karena mas pake BMW saya kasih contoh :

    Untuk transmisi

    Manual BMW S5D250G (GM)
    Crank HP = 1.17 x RWHP
    Crank Torq = 1.15 x RWTq

    Automatic BMW 5HP19 (ZF)
    Crank HP = 1.31 x RWHP
    Crank Torq = 1.24 x RWTq

    Bukan BHP = RWHP + 25% + 10 HP

    Sudah jadi standar di seluruh dunia, setiap kombinasi transmisi-drive shaft-differential itu ada koefisiennya sendiri.

    Tidak ada approaching seperti itu.

    Itu sengaja biar kalau habis beli piggyback + tuning disana kelihatan besar banget HPnya…

    Liat aja customernya, pas lagi running stock aja gede2 semua BHPnya. Mengalahkan spesifikasi klaim pabrikan sangat jauh (dimana-mana realnya pasti dibawah)

  9. Pemerhati Tuner Lokal says:

    Koreksi besar 1

    Efesiensi AWD>RWD>FWD, bukan sebaliknya.

    i.e.
    Curb Weight 2500 lbs
    Power 120 HP
    Manual Transmission

    0-60 mph FWD 8.82 sec
    0-60 mph RWD 8.15 sec
    0-60 mph AWD 7.81 sec

  10. Jeffry says:

    Wah jadi pengen ngetest…kalo GUT Motorsport yang di surabaya apa bisa untuk ngetest spd mtr?

    thanks b4

  11. Matt says:

    @Taufik

    Saya ingin memberi suatu pemahaman dengan analogi yang berbeda. Saya gunakan sepedaa.

    Torsi diibaratkan tenaga untuk menggerakkan sepeda. Saat sepeda masih dalam kondisi berhenti, dibutuhkan tenaga lebih besar untuk mengayuh. Tenaga untuk menggerakkan inilah torsi.

    Namun ketika sepeda sudah bergerak, tenaga yang dibutuhkan untuk menggenjot sepeda tidak sebesar yang diperlukan saat sepeda masih diam.

    Ketika sepeda sudah melaju dan kita ingin menambah kecepatan, maka qta harus bisa mengayuh sebanyak mungkin. Inilah definisi daya, yaitu seberapa banyak kayuhan / putaran yang mampu anda lakukan dalam satu jangka waktu. Semakin banyak kayuhan yang mampu anda lakukan, semakin banyak pula putaran pada roda gigi yang anda hasilkan — diteruskan menjadi putaran roda (semakin kencang pula lajunya)

    Saat anda bertemu dengan tanjakan, anda membutuhkan usaha yang lebih besar untuk menekan pedal sepeda anda (disini dibutuhkan torsi lagi). Jadis esungguhnya antara torsi dan daya memang berhubungan, namun dampak aplikasi langsung nya sedikit berbeda.

    Saya pernah mem post tentang torsi dan daya max di thread ini, tapi tampaknya DIHAPUS, entah oleh siapa.

  12. wirajaya says:

    mo tanya lagi..
    ada tetulis tkanan ban harus lebih tinggi 30-50% lebih tinggi ketika mo dyno..

    kenapa yah ??

  13. wirajaya says:

    kalo di jogja temen2 motor n road race sring dyno di Mototech markas besarnya Rextor..
    harga sangat terjangkau buat kantong pelajar sekalipun.. :)

    sayang dyno buat mobil belum ada kliatannya di jogja..

  14. febriano says:

    bosz .. ada ngak cara bikin tuh alat (dynotest) sederhana …. klo ada kasih tau ya… coz buat referensi gwa buat TA … k Email gwa bosz centong_kaleng88@yahoo.com

    terima kasih…… !

  15. aditya says:

    brapa sih harga mesin dyno itu???

  16. Taufik says:

    Mas Saftari . . . dari penjelasan yang mas tulis :

    Torque (torsi), adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.

    Power, adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.

    saya masih belum dapat poinnya nih . . . karena kedua penjelasan diatas masih dalam ranah Akselerasi . . . Torsi ngaruh di akselerasi dan Power juga ngaruh di akselerasi (kec/waktu) . . . . please pencerahannya mas :D

  17. Ryu says:

    Om Shaft, kedua dynotest ini hasilnya kan WHP dan BHP, sedangkan kalo di brosur kebanyakan mobil jepang powernya dalam HP aja atau PS. kira 2 hasilnya sama ga yah dengan BHP? kalau beda kira2 lebih kecil atau lebih besar? atau mungkin ada konversi dari BHP ke HP/PS?

    Thanx.. Om

  18. lixz says:

    info yang berguna om… kalau atoz th 2000 di dynotest, pecah ngga ya mesinnya?

  19. Andre Irawan / Whitesubishi says:

    Om Kun . . nah itu dia, itu kan berarti kelembaban di dalam (garasi) tempat Dynotest itu dikerjain kan ? kaya di KS itu kan modelnya kaya garasi gitu.
    Berarti setiap tuningan yang di kerjakan di dalem garasi Dyno dengan kelembaban 50% akan beda hasilnya kalo itu mobil di jalanin di sirkuit dengan kelembaban normal Jakarta / Sentul yang di kisaran 70 – 80%, kalo ujan bisa 95%. . . bener gak ?

  20. Andrian says:

    makasiH oM udah jawab ^_^

    tp ternyata ada yg membantah pendapat saya,pd saat saya memberi masukan diatas…

    Bgini tanggapannya:

    “ya jgn sampe kena limiter jg donk bro, misalkan di RPM 9000-9500 deh..

    perbandingan:
    1. Shift @ RPM 7500: begitu naik gigi RPM akan drop lagi ke 6000an, torsi blm dapet, butuh waktu lagi mencapai RPM puncak..
    2. Shift @ RPM 9500: begitu naik gigi RPM akan drop ke 8000an, torsi udah dapet, tinggal memanfaatkan max power outputnya..

    hasilnya:
    dgn pjg lintasan yg sama, top speed yg dicapai di ujung lintasan akan lebih tinggi dgn shift @ RPM 9000-9500 di banding @ 7500..
    remember: more speed means less time..”
    Mohon analisa oM Saftari…

    Klo boleh jg,saya mohon penjelasan pendapat quoTe oM diatas,saya masih ga ngerti nigh,ehehhehe ^_^ maklum newbiE…

    Soalnya saya jg menerapkan hal tsb pd mbl saya.

  21. Saftari says:

    Om Andrian,
    pendapat om bener.. tapi terlalu tinggi juga ganti gigi di 7500rpm.
    belum tentu pengukuran dilakukan pada gigi 5, umumnya dilakukan pada gigi yang mempunyai rasio mendekati 1:1 . Contohnya mobil saya pada gigi 4.

  22. Andrian says:

    oM saFt7…salam kenal yaH ^_^

    saya mau tanya ttg penggunaan data DYNO-TEST dlm kegunaan sehari-hari…

    Saya pengguna mtr Yamaha Vixion…(odo baru 1600km) menurut brosur yg tertera,max TORQUE ada pd RPM 7500 dan max HP ada pd RPM 8500.

    Jika di DYNO TEST,pasti grafik puncak HP dan TORQUE saya ada pd RPM tsb,bnr kaN?
    baru kemudian grafiknya akan mendatar/menurun,bnr ga??

    Nah…saya ingin mengkaitkannya dgn rpm tiap ganti gigi…
    Selama ini jika saya ingin mendapatkan performa maksimum,maka saya akan mengganti gigi tiap RPM 7500,bnr ga langkah yg sudah saya lakukan??
    Dan jika ingin tau performa sesungguhnya mtr ini ada pd RPM 8500 pada posisi gigi TOP (gigi 5),bnr ga??

    Karena saya ingin meluruskan pemahaman motorist yg lain,bahwa klo sedang ngebut,biasanya mereka membejek gas tiap giginya hingga limiter (RPM 10rb) baru ganti gigi,
    namun saya tdk sependapat dgn mereka krn dr data grafik DYNO-TEST pasti setelah RPM 7500 maka grafik TORQUE akan menurun dan apabila mengganti gigi setelah RPM tsb maka tidak akan menghasilkan performa/toque maksimal pd gigi selanjutnya karena sudah OVER-REV sedangkan bila terlalu cepat mengganti gigi maka akan UNDER-REV,benar tdk analisa saya dalam membaca grafik DYNO-TEST dan penerapannya??

    SALAM otomotiF dan THANX a Lot!!

  23. Agus Ramdani says:

    Sepertinya Fuel content juga perlu di perhatikan.
    Walau hari ini pakai pertamax,besok di test lagi dengan di isi SPBU lain,pengaruh juga sepertinya.Misal,
    BJ(Berat Jenis ) fuel perlu di ukur.Untuk acuan mencari nilai kalori fuel,dan antisipasi kontaminasi fuel.

    Berdasarkan pengalaman test Genset 1000 kva ~ 5000 kva menggunakan Dynamo meter,system water break,di NIIGATA POWER SYSTEM,JAPAN

  24. kun says:

    ada alat Dyno yg bisa di stel Humiditynya 300% loh….. huahahahaha,..

    Humidity blum tentu sama di tiap ruangan, khususnya jakarta.. bisa dilihat dari Desain ruangan Dyno, Ventilasi, dan Atap.. atap SENG humiditynya lebih rendah dibanding Asbes…

  25. Andre Whitesubishi says:

    Bravo Kang..
    Tempat laen yang ada dynotestnya gak di coba juga ya ?
    Katanya kita sebaiknya kalo emang mau nge-tune mobil kita sebaiknya bertahan di 1 tempat aja, karena bisa jadi beda tempat, alatnya sama, hasilnya beda, karena tergantung kalibrasi alat itu ( mirip yang buat spooring ).

    Satu yang agak nyentil saya, itu kelembaban ( humidity ) gak salah tuh cuma 37 % aja. Yang di KS cuma 56 % ?
    Kayanya kita di negara tropis kaya gini, kelembaban diatas 70%an deh. Makanya kita sering keringetan.

  26. Riki - Injun says:

    dikit aja komentarnya, Kang..

    Makin jago motretnya…!
    Good Job..!

  27. cahyo says:

    Kang Saft itu tuning mobil nya brp lama di KS Nusa, lebih dari 1 jam kah ?

    saya rencana mau tuning di sana nih.. (mobil N/A)takut buged gak cukup kl lebih dr 1 jam
    hehehe…

  28. AutoExpress says:

    @singacu.
    justru kalo cari power max dan rpm nya dari rumus tadi, rumus itu tidak applicable (lagi) hasilnya pd most mobil.
    coba aja masukkan, dari lb-ft terus dicari power max dan penunjukkan rpm nya.

  29. fajaradi says:

    Hue..he..he.. jangan-jangan nggak dikasih, karena takut rahasia dapur-nya ketauan yaaaahhhh..

    BTW, liat hasil dynotest di KS Nusa, AFR Biem Kang Saft masuk ke kategori rich semua (13:1).. pantes ajah FC 1:5.. :-D

  30. saft7com says:

    fajaradi says:
    Kang.. punya info kalo dynotest pake DASTEK, data AFR dan timing ignition per RPM-nya bisa diminta apa nggak…???
    Soalnya dulu pernah dynotest di SIGMA, minta data AFR dan timing ignition-nya kok nggak dikasih yaaah… yang dikasih cuman data torsi sama HP doang…

    Jawab:
    Yang saya tau.. di mesin Dastek.. AFR pakai modul terpisah.. dan baru digunakan hanya untuk keperluan TUNING saja… jika cuma untuk PowerRun, AFR module ga dipasang.. .. ehehe

  31. fajaradi says:

    Kang.. punya info kalo dynotest pake DASTEK, data AFR dan timing ignition per RPM-nya bisa diminta apa nggak…???

    Soalnya dulu pernah dynotest di SIGMA, minta data AFR dan timing ignition-nya kok nggak dikasih yaaah… yang dikasih cuman data torsi sama HP doang…

  32. saft7com says:

    singachu says:
    @kang Saftari
    Kenapa kok grafik Torsi antara KS Nusa ama Dastek beda yah…. grafik torsi di Dastek cenderung naik terus, tapi kalo KS Nusa emang sih ga mulus tapi kalo dilihat naiknya juga ga terlalu curam kayak Dynonya Dastek..
    Untuk HCS, data AFR yang terbaca mestinya lebih Rich yah ? soalnya kan AFR nya ditambah dari HCS ?? Kalo iya, trus untuk total emisi keluaran dari HCS apa masih kategori lulus uji emisi ??

    Jawab:
    Maklum.. mesinnya juga beda cara kerjanya.. mungkin itu karakter dari masing2 mesin…
    seperti yang ditulis di atas.. kita ga perlu banding2in antar mesin tersebut.. tapi gunakan hasil grafiknya untuk memperbaiki performa modifikasi/mesin kita.. di test sebelum dan sesudah di mesin yang sama. Tinggal pilih.. kita mau pakai mesin yang mana.

    untuk HCS,.. buka nya harus dikit2.. baru buka dikit aja.. nilai CO naik tajam.. dari 0.5 melonjak ke 5% loh… bahkan lebih…

    saft

  33. singachu says:

    @AutoExpress
    Rumusnya tetep ntuh om…
    Tapi itu untuk RPM yang sama.
    Lha puncak Torsi terjadi di RPM yang berbeda dengan puncak Power, ya tentu saja HP di rpm puncak torsi HP di rpm puncak Power.
    Biasanya setelah puncak Torsi tercapai, grafik torsi menurun, tapi grafik HP masih naik, ya gara2 rumusnya dikali ama RPM….. sampai pada titik tertentu yaitu titik puncak Power tercapai, mulai turun deh grafik Powernya

    @kang Saftari
    Kenapa kok grafik Torsi antara KS Nusa ama Dastek beda yah…. grafik torsi di Dastek cenderung naik terus, tapi kalo KS Nusa emang sih ga mulus tapi kalo dilihat naiknya juga ga terlalu curam kayak Dynonya Dastek..

    Untuk HCS, data AFR yang terbaca mestinya lebih Rich yah ? soalnya kan AFR nya ditambah dari HCS ?? Kalo iya, trus untuk total emisi keluaran dari HCS apa masih kategori lulus uji emisi ??

    regards,
    singachu

  34. AutoExpress says:

    masalahnya rumus HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252, tidak absolut lagi pada sebagian besar mobil,
    contoh :
    spec s2000 2000cc : 153lb-ft/7500rpm, power = 247hp/8600rpm
    spec s2000 2200cc : 162lb-ft/6800rpm, power = 239hp/7800rpm

    spec ivtec 1500cc : 107lb-ft/4800rpm , power = 118hp@6600rpm
    spec vtec 1500cc : 105lb-ft/4800rpm, power = 108hp/5800rpm

    any explanation?

    • Pemerhati Tuner Lokal says:

      Selalu berlaku dan absolut lahhhhh….
      Lu bandinginnya di RPM beda..gimana sih??
      Torque tidak pernah konstan di tiap RPM.

      S2000 2000cc 153 lb.ft di 7500 rpm, HP di 7500 RPM pasti 218 HP
      S2000 2000cc 247 HP di 8600 rpm, Torque di 8600 RPM pasti 150 lb.ft

      Yang lu baca itu spek peak torque dan peak HP yang keduanya tidak pernah dalam kondisi peak di RPM yang sama, makanya ada keterangan RPM. Lihat grafik donggg..

      Gini nih..orang Indon kalo tau sesuatu setengah2 selalu bikin teori sendiri kalo ga matching. Bilangnya teori ga absolut lah, teori udah ga berlaku lah..

  35. Pakdehari says:

    Teng’s Boz…
    tetap yg pinter yg kendel muter2 kran kuning setelah di Installin atau install sendiri mas
    tau bisa nambah 1 BHP juga dari mas Saft juga
    teman temin biasanya pakai felling tarikan power
    and kira2 juga ngawur2 dikit lah ..pokoknya poeas
    hehehe

    salam
    dehari

  36. Saftari says:

    Pakdehari says:
    Hcs standar gak mungkin bisa 1BHP … HCS itu ampuhya tergantung yg nyeting juga hahaha
    Om saft yg hebat bukan HCS nya om hehe
    Ayo ini temen2 sudah siap tempur di medan Dyno mana aja,,

    Jawab:
    Pakdehari… beneran loh.. HCS mantab.. murah tapi bisa hasilin tenaga spt itu… terus berkreasi ya pakde…

  37. Pakdehari says:

    Numpang site HCS video bagi yg belum tahu

    http://www.youtube.com/pakdehari

    ampun om saft

  38. Pakdehari says:

    Wah Elok tenan Om Saft ini…

    Hcs standar gak mungkin bisa 1BHP … HCS itu ampuhya tergantung yg nyeting juga hahaha

    Kalau tidak memodifikasi itu termasuk end user thok mungkin bisa nya hanya menggunakan / memakai jadi kurang kreatif gitu ya…

    Om saft yg hebat bukan HCS nya om hehe
    Ayo ini temen2 sudah siap tempur di medan Dyno mana aja

    Semangat untuk bangsa indonesia yg kreatif,
    juga buat penyedia alat test yg tidak murah harganya …
    mohon temen2 HCS er dibantu test performanya

    salam
    pakdehari

  39. Saftari says:

    hdoq says:
    Um Saftari,(serius mode=on)
    waktu di test kan keadaan mobil standar tanpa ‘pernak-pernik’ macem2, nah apa selanjutnya di test juga dgn ‘pernak-pernik’ macam Wa-I, HCS, CAI, dll terpasang? apa ada perubahan Torsi dan HP Um? thx

    Jawab:
    Sempat sih om.. di coba untuk si hcs, nambah 0.6WHP atau sekitar 1BHP tuh om. Tapi memang tidak saya bahas di sini.

  40. hdoq says:

    Um Saftari,(serius mode=on)
    waktu di test kan keadaan mobil standar tanpa ‘pernak-pernik’ macem2, nah apa selanjutnya di test juga dgn ‘pernak-pernik’ macam Wa-I, HCS, CAI, dll terpasang? apa ada perubahan Torsi dan HP Um? thx

  41. Saftari says:

    Hidup modifikasi..

    tanpa modifikasi.. ibarat dunia tanpa lagu..

    hehehe

  42. Ferry says:

    Bukanya dirubah oum pian, tp di modifikasi.
    Selama modifikasinya masih di jalur yg wajar masih oke koq..

    Ada kepuasan tersendiri oum.

    Bakmie instant pasti beda rasanya dng bakmie kemurnian atawa bakmie siantar..

    satu hal lagi rata2 pemodifikator, bukannya mereka ga punya duit, tp emang mereka ga mau beli instant.

    No offense oum..

  43. Saftari says:

    Posma Panggabean (POSMAXX) says:
    keren abis ulasannya kang!! Ndak salah hari tuh waktu saya dyno ketemu kang saft :p
    SAFT7.com Majuuu terusss!!!!!!

    Jawab:
    Nah nih dia yang punya mobil balap muncul..
    jadi manteb ga mobilnya?
    thanks bro.

  44. Posma Panggabean (POSMAXX) says:

    keren abis ulasannya kang!! Ndak salah hari tuh waktu saya dyno ketemu kang saft :p

    SAFT7.com Majuuu terusss!!!!!!

  45. pian says:

    Manusia pada aneh ya..?
    mobil kok di rubah2 melulu….padahal yg ngerubah belum tentu bisa kalau di suruh buat mobil dari nol…mau ngalahin team riset pabrikan ya..?
    kalau mau kenceng ..ya beli aja mobil yg sdj jelas2 power & torsinya tinggi hasil riset pabrikan…dijamin dech…

    kalau di robah2 mah sama aja spt anak kecil punya bmx tapi ngimpi bisa ngalahin harley…wakakakak

  46. ardhi says:

    Very Good….

  47. Saftari says:

    Tukang Nge-Gas says:
    Soal torsi & HP sebenernya gak rancu, cuma interpretasinya aja yg rancu kali.
    Dari sisi rumus fisikanya Kang Newton kan simple
    HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252, yg artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.

    Jawab:
    WUIIIH… Mantab penjelasannya..
    Makasih om CKK untuk tambahan informasinya…

  48. Tukang Nge-Gas says:

    Soal torsi & HP sebenernya gak rancu, cuma interpretasinya aja yg rancu kali.
    Dari sisi rumus fisikanya Kang Newton kan simple
    HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252, yg artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.

    Analoginya mungkin begini. Misalnya aja kita ditendang, ma’af’, pantatnya oleh Hercules, nah mungkin kita bisa mental 1m, kalo berat badan kita 70kg berarti tendangan si Hercules nilainya adalah 70kg-m. sekarang bayangin Hercules bisa nendang kita 100 kali dalam waktu 1 menit, nah itu adalah horsepower, jadi intinya Horsepower = Torque over time, seberapa besar torsi yg bisa dihasilkan dalam periode waktu tertentu.

    Gitu aja sih, simple, jadi hubungan gak bisa dibilang ada korelasi langsung ke akselerasi atau speed, faktor variable lainnya banyak.

  49. Saftari says:

    Ario says:
    Om Saft,
    Dari keterangan di atas rada rancu antara torsi & power. Torsi utk akselerasi, sedang power utk speed dari 0-100kpj, bukannya speed dari 0-100 ini masuk akselerasi?

    Jawab:
    Om Ario.. makasih tambahan informasinya..
    Untuk Torsi besar mampu memindahkan yang berat, seperti halnya pada Truk, tapi truk lambat dalam mencapai 100km/jam.
    Torsi membuat lebih irit BBM.. setuju sekali oom.

  50. Ario says:

    Om Saft,

    Dari keterangan di atas rada rancu antara torsi & power. Torsi utk akselerasi, sedang power utk speed dari 0-100kpj, bukannya speed dari 0-100 ini masuk akselerasi?

    Kalo menurut aku sih torsi bisa dikatakan besar kalo kita bisa menggerakkan / mengangkat suatu benda dg merasa lebih ringan.

    Misalnya untuk memindahkan 100kg dg pengungkit/tongkat, semakin kecil jarak benda dg tumpuan atau semakin panjang jarak tangan kita ke tumpuan, maka torsi akan semakin besar, kita mengeluarkan tenaga yg kecil, cukup utk menggerakkan benda tsb.

    Sementara sebaliknya, jarak benda ke tumpuan lebih besar/panjang daripada tangan kita ke tumpuan, maka bisa dibilang torsinya kecil, susah untuk menggerakkan benda tsb.

    Nah power atau tenaga yaitu tenaga kita yg digunakan untuk mengerakkan benda tsb. Utk contoh diatas, alternatif yg pertama perlu tenaga yg kecil utk menggerakkan benda, dan alternatif kedua perlu tenaga lebih besar untuk menggerakkan benda tsb. Dan dg tenaga yg sama, alternatif pertama akan lebih mudah menggerakkan benda tsb dibanding yg kedua, ini berhubungan dg akselerasi.

    Dari contoh di atas :
    Berat benda 100kg = berat mobil.
    Pengungkit = penghasil torsi.
    Tenaga kita = tenaga mesin.

    Jadi kesimpulannya dg torsi yg lebih besar dan dg tenaga yg sama akselerasi lebih cepat, dibanding torsi kecil dg tenaga sama.

    Torsi pengaruh juga ke konsumsi BBM, semakin besar torsi semakin ringan kerja mesin (utk RPM yg sama ya).

    CMIIW

  51. Saftari says:

    Ferry says:
    Bonus setelah Dyno Test = akselarasi mesin langsung enteng..apa sugesti aja yaa..hehehe..
    Kesimpulan : dyno test = melihat karakter mesin, cari AFR (setingan) optimal & sekalian italian tune up

    Jawab:
    Hahahah.. bener tuh… bonus mesin jadi enteng.. kerak pada terlontar semua kali tuh ya.. hehehe..

  52. Saftari says:

    Tukang Nge-Gas says:
    Kang Saftina, eh Saftari hehehhe….
    Mungkin biar dipertajam ulasannya.
    Chassis Dyno ada 2 macam:
    1. Braked Dyno (menggunakan eddy current brake)
    2. Intertia Dyno (menggunakan accellerometer, kan’t spel).

    Jawab:
    Kang CKK ganteng…. makasih tambahan informasinya..
    MAKNYUSSSSSSSS

  53. Tukang Nge-Gas says:

    ralat, salah ketik, maksudnya INERTIA DYNO, bukan INTERTIA, kamsia

  54. Tukang Nge-Gas says:

    Kang Saftina, eh Saftari hehehhe….
    Mungkin biar dipertajam ulasannya.
    Chassis Dyno ada 2 macam:
    1. Braked Dyno (menggunakan eddy current brake)
    2. Intertia Dyno (menggunakan accellerometer, kan’t spel).

    Tinggal cari aja referensi di internet perbedaannya. Yg paling akurat pake brake dyno. Bisa dipake utk nge-test power dan konsumsi BBM pada kecepatan yg konstan, Intertia dyno gak bisa karena cuma bisa ngukur akselerasi doang utamanya full throttle.
    Sebagai user yg paling relevan adalah wheel horsepower (WHP), karena ini yg menentukan berapa besar power yg digunakan dijalan. Juga bisa diliat perbedaan power loss yg diserap antara gearbox otometik dan manual.
    Ngukur wheel horsepower juga lebih menguntungkan karena bisa digunakan utk ‘tuning’ drivetrain. Contoh kalo ganti pelek yg lebih enteng, pasti WHP nya lebih besar, sebaliknya misalnya menggunakan pelek yg lebih berat atau diameter lebih besar, pasti WHP nya anjlok. Udah ah kalo diterusin bisa panjang neh hehehehe……. salam crut mmmuaahhh :-D

  55. Teppy S2W 633 says:

    Informasi yang sangat berharga sekali Oom. Sekarang saya baru tau kenapa HP itu bisa berbeda-beda. Salut buat Oom Saft yang selalu kasih info berharga kya gini.

  56. Ferry says:

    Bonus setelah Dyno Test = akselarasi mesin langsung enteng..apa sugesti aja yaa..hehehe..
    Kesimpulan : dyno test = melihat karakter mesin, cari AFR (setingan) optimal & sekalian italian tune up :-P

  57. saft7com says:

    Klempun says:
    oom saft
    klu mo test dyno+tuning tu diapain aja yah..
    kaya tune up gt ya..
    n HP besar gak berarti Speednya juga ngikut ya,…
    trus klu pengen dapetin top speed gimana duonk…
    thank oom..

    Jawab:
    HP Besar bisa dapet topspeed dengan cepat.. tapi tinggi topspeed juga dipengaruhi gear ratio dsb.

  58. saft7com says:

    raymond says:
    om, jelasin dong bedanya dyno mobil transmisi manual dan matic. dan kenapa mobil matic dynonya ga bisa 100% akurat..

    Jawab:
    Hmm… bukan hanya ga 100% akurat.. tapi hanya terukur mungkin cuma 80% nya saja..

  59. Klempun says:

    oom saft
    klu mo test dyno+tuning tu diapain aja yah..
    kaya tune up gt ya..
    n HP besar gak berarti Speednya juga ngikut ya,…
    trus klu pengen dapetin top speed gimana duonk…
    thank oom..

  60. hends says:

    Mobil kayak manusia aja ya…
    Olie, knalpot dan busi dianalisa (seperti tes laborat pd manusia).
    Dynotest (seperti test treadmill pd manusia).

  61. raymond says:

    om, jelasin dong bedanya dyno mobil transmisi manual dan matic. dan kenapa mobil matic dynonya ga bisa 100% akurat..

  62. Made says:

    Terimakasih banyak sharing infonya om Saft..suatu saat saya butuh info ini saat tuning turbo mesin-mesin mobil saya
    :-)

  63. saft7com says:

    Suyandi Liyis says:
    saya kira dynotest itu sejenis alat tes utk binatang purbakala

    Jawab:
    Huahahaha.. gokil

  64. saya kira dynotest itu sejenis alat tes utk binatang purbakala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 




Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com