.

 

Isi Bensin Apa, Ya?

pilihbensin-00

Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin mobil Timor DOHC S515i adalah 9.3 : 1

Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu bensin Pertamax.

Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. hiiii….

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

- [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

Kesimpulan:

- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).

- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)

- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
- dan lain-lain.

Fakta…

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

Berkat bantuan banyak teman baik dari beberapa milis, saya coba kumpulkan dan sajikan daftar Rasio Kompresi untuk mobil dan motor berbagai merek. Atas segala keterbatasan dan kekurangan saya, mohon maaf apabila mobil atau motor Anda belum terdaftar, bagi yang mempunyai data untuk melengkapi silahkan tambahkan pada kolom komentar.

Tabel di bawah sengaja di beri warna, sesuai dengan bensin yang direkomendasi.

semoga bermanfaat!

Sumber Referensi:
Octane rating
Compression Ratio
Engine knocking
Cara Menghitung Compression Ratio
What does octane mean?
Gasoline FAQ
Informasi Bensin Premium
Informasi Bensin Pertamax
Informasi Bensin Pertamax Plus
Penelitian Pengaruh Komposisi Kimia Bensin Terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

- [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

242 Responses to Isi Bensin Apa, Ya?

  1. young says:

    wah kacau,kudu pertamax euy,.

  2. Jakha says:

    nice infoh gan ijin share :)

  3. zp says:

    Mantap.. Mohon ijin share ya Pak? Sepertinya skrang lagi ribut2nya alphard kepergok isi premium hehe.. Mdh2n ada pencerahan, stdknya bwt tmen2ku lewat kajian teknis sperti ini.. thanks

  4. Edwin says:

    wah ternyata avanza ama vario techno ane dua2nya harus minum pertamax plus…

    padahal selama ini mereka minumnya cuma premium…

    bisa tipis nih dompet ane kalo beli pertamax plus.. hadeh…

    kayaknya salah beli kendaraan nih…

  5. obi says:

    artikel yang sangat menarik & menambah wawasan…
    haturnuhun

  6. arya pradana says:

    Kang atau Pak, untuk motor 2 tak kan bensin (misal premium) di kawasaki ninja tercampur dengan oli samping. apakah angka oktan yang masuk ke ruang bakar itu masih tetap di angka 88 atau berkurang? trims :)

  7. sukari says:

    Terima kasih untuk ilmu tentang bahan bakar yang sesuai dgn kendaaraan mobil motor , kalau bisa ya jangkauan lebih di perluas kepada masyarakat sehingga masyarakat dengan kesadaran sendiri merubah bahan bakarnya sesuai dengan kendaraan nya sendiri………itung itung membantu program pemerintah tetapi sesuai dengan speek kendaraan yang di miliki…

  8. Maryono says:

    Terima kasih infonya pak…
    Agar win-win solutions pada Ipah saya (2008 VVTI), agar kantong juga gak kekuras banget, dan oktan juga lumayan untuk Ipah…efeknya apa nih kalau misalnya 50% premium dan 50% pertamax

    Thanks pak Saftari

  9. ahmad says:

    ijin ngeshare om
    saya tampilkan link ini :D

  10. ami says:

    Infonya bagus..terimakasih.
    Izin share ya ,makasih sebelumnya.

  11. manus says:

    Nice inpo om saft7, tq…
    Wah ternyata harga mobil tdk berbanding lurus dgn biaya yg harus dikeluarkan utk beli bbm :-( . Xenia yang mobil murah harus minum pertamax plus (sama dgn Mercy C280), camri ama inova malah cukup pake pretamax.
    Jadi penasaran kenapa Daihatsu buat jerohan Xenia spt itu ya?. ada inpo mungkin om saft7?. Sudah setahun selalu saya kasih minum tuh xenia dengan premium, selain piston apalahi ya om yg mungkin jadi cepet rusak krn pakai oktan yg lebih rendah dari spek mesin ?

  12. Wonkdjava says:

    Infonya bagus om saft7, dulu sy pake pertamax tp karbu rawan banjir.

  13. merantau says:

    wuaduh Yamaha Xeon ane harus pake pertamax +, yang jual gak ada…

    pantesen bunyi motor ane agak ngelitik gitu!

  14. KmphLynx says:

    nice info om, minta izin copas artikel & fotonya
    trims

    salam kenal

  15. Lucky Mahrus says:

    Klo Toyota Soluna XLi Tahun 2003 eks Taksi BB, CR nya brp om? kok di list ga ada & saya googling ga nemu2 ya?

  16. Lucky Mahrus says:

    Lha klo Toyota Soluna XLi tahun 2003 exk taksi BB, CR nya brp om? kok ga ada di list nya?

  17. leak says:

    Berarti klo saya pake jupiter MX kopling kudu pake bensin pertamax + ya..

  18. Dalton says:

    gw masih rada bingung di bagian penjelasan pada subjec “Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?” disana dikatakan bahwa nilai oktan rendah mudah terbakar. Dimana setahu gw ga deh bukannya oktan tinggi yang mudah terbakar sedangkan oktan rendah sulit untuk terbakar, mohon dijelaskan pendapat itu yang benar bagaimana. kalo perlu ada riset

    kalo emang oktan rendah mudah terbakar maka bagus untuk performa mesin, namun kenapa kalo pake pertamax motor enak/enteng lairnya dibandingkan premium sedangkan keduanya nilai oktannya beda.

    • saftari says:

      ngelitik = akibat bensin lebih cepat terbakar duluan sebelum busi menyala (akibat panas ruang bakar), jadi solusinya.. bensin dibuat lebih sulit terbakar.

      kalau oktan rendah.. mesin ngelitik… kalau ngelitik = tenaga ada yang hilang… tidak semua bensin terbakar menjadi tenaga = bensin jadi boros.

      kalau oktan tepat,.. mesin tidak ngelitik… semua butir bensin menjadi tenaga, hasilnya bensin jadi irit, mesin lebih halus dan bertenaga.

    • sodikin., moch says:

      oktan bahan bakar lebih rendah lebih mudah terbakar., maka cocok untuk kompresi rendah juga., coba lihat motor-motor balap kalo memang oktan rendah bagus untuk performa mesin,. mereka pasti pake premium., mengapa pake pertamax/prtamax plus? itu karena CR motor balap tinggi,. shg dibutuhkan bahan bakar yang lambat terbakar untuk mendapatkan performa yang bagus., dengan bahan bakar yang dikompresi tinggi maka bahan bakar akan terbakar sempurna & tenaganya bgaus dan sedikit meninggalkan sisa pembakaran., mungkin begitcu ya om saft7

    • ahmad dani says:

      ingat mas, jangan hanya faktor nilai oktan saja, tapi juga faktor kompresi mesinnya berapa? sbenarnya intinya antara adalah antara kompresi mesin asli sesuai spec pabrik itu sebanding dgn oktan bensinnya gitu.

      misalnya kompresi mesin asli spec pabrik itu 9.2, itu sama artinya dengan oktan bensin yg juga segitu besarnya, yaitu pertamax.

      Dengan kata lain mesin yg kompresinya tinggi tidak memerlukan bensin yg mudah terbakar, dia hanya perlu bensin yg tidak mudah terbakar untuk optimalisasi mesinnya. itu sama dengan irit bbm. karena bbm tak cepat habis sebab dari cepat terbakar tadi.

      untuk menggerakkan mesin berkompresi tinggi, cukup dengan sedikit konsumsi bensin beroktan tinggi, tetapi sebaliknya perlu lebih banyak bensin beroktan rendah yg sama artinya dengan boros.

      jadi sebenarnya orang2 yg menggunakan bensin beroktan rendah pada kendaraannya yg berokan tinggi itu sama artinya telah melakukan pemborosan konsumsi bbm terhadap kendaraannya sendiri.

      kenapa pertamax lebih mahal dari premium? karena biaya untuk mengurangi kadar timbal dan meningkatkan oktan tidak murah.

  19. tireguard says:

    bagus juga om
    dan aq baru tahu kalau ada aturan dari pabrik sperti itu
    sungguh bangsa kita banyak yg nggak tahu, termasuk saya

    makasih om infonya

  20. Islach says:

    koreksi : mobilnya Corolla SE.G 1.6 Tahun 1997. makasih

  21. Islach says:

    Numpang tanya kalo untuk Corolla SE.G 1.7 Tahun 1997 yang paling bagus pake bensin jenis apa ya?, alternatif keduanya apa?. Terima kasih

  22. Oom Uban says:

    Um Saft yang kreatif …
    Pernah baca, konon (jangan dibalik) … 2 biji kamper/liter Premium bisa naikin oktan number. Juga begitu banyak additive atau apapun istilahnya yang diklaim bisa naikin oktan.
    Pernah juga mbaca … bahwa ada alat yang bisa digunakan untuk “membaca” kadar oktan …. sayang ane lupa namanya.

    Gimana kalau dicoba untuk mengukur seberapa efektifnya peningkat oktan tersebut tentunya dengan menggunakan alat pengukur oktan tersebut agar diperoleh hasil yang terukur.

    Nuhun, Um …

  23. sankuriang says:

    Tips aja: kalo dah bunyi nglitik jgn dipaksa tancep gas, kurangi gas atau turun ke gigi lebih rendah.

  24. indra says:

    apakah motor honda revo baik,kalau memakai bahan bakar pertamax/shell

  25. Octane says:

    Gimana klo pake octane yang bersumber dari nabati………atau ramah lingkungan?

  26. Eddy says:

    Mas law mtornya vixion sbaikny pkai bhan bkar ap ya!klaw menurt pabrikan sich danjurkan pkai bensin non timbal..

  27. dk says:

    Pngennya sich pke pertamax…
    tpi permasalahannya tidak smua SPBU ada pertamax…
    jadi solusinya gmn Yaw…?
    Thanks atas info yg sangat bermanfaat ini…

  28. Aa says:

    Kalo chevy aveo gmana mas?

  29. marmax says:

    bos2, koreksi aja pemakaian oktan berbanding dengan tekanan kompresi, bukan CR(compression ratio) karena CR tidak identik dengan tekanan kompresi, etu dech

  30. Joko says:

    Setelah sebulan cs1 (kompresi 10,7:1) dicoba pakai pertamax(nggak ada pertamax plus)kok hasilnya sama saja kalau pakai premium ya? Keiritan dan tenaga tidak terasa bedanya. Gejala nglitik juga nggak ada. Apakah karena pakai radiator shg bisa toleran pakai premium?

  31. budi says:

    Utk mas Indri: Pertamax Plus itu warnanya merah. Pertamax (tanpa embel2 ‘Plus’) warnanya biru.

  32. Indri Parwata says:

    Saya memakai trail Kawasaki KLX 150 (kompresi 9,5 : 1), sesuai rekomendasi pabrik sebaiknya memakai pertamax. Tetapi pertamax yang biru atau merah ya? Karena kata montirnya lebih baik pakai pertamax yang biru, bukan merah. Apakah pertamax memang ada yang biru dan merah? Thanks.

  33. Adit says:

    om saft, mau nanya nih…motor saya ber-CR 8,8 kan dekat ama CR 9, sebaiknya diisi bbm dengan oktan berapa? selama ini saya isi dengan pertamax karena saya merasa tarikan mesin lebih enak daripada waktu pake premium
    thx

  34. sasuke says:

    om om…
    mw nanya nc,,,
    WC terdekat dmna yah???

  35. Kaka says:

    Om saft, maaf sy awam nih, kalo bmw 318i m40 e36 th. 92 nilai kompresinya brp ya? Selama ini pake premium, kalo mau pake pertamax, ada pengaruhnya ga ya?

  36. edy says:

    Terimkasih ya infonya, sayang sekali pihak dealer mobil tidak pernah menginfokan hal yang sebenarnya sangat penting sekali untuk pengguna kendaraan bermotor.

    Anyway sy baru beli xenia dan untuk xenia apa bisa juga pengapiannya di stel untuk bisa dibuat lebih lambat agar tidak knocking, mengingat rasionya 11 point artinya harus pakai pertamax plus, jika tidak ngeri juga ya, niat mau ngirit jadi malah boros ya ternyata…?

    Sekali lagi trims ya, puluhan tahun saya pakai mobil baru tahu hari ini.

  37. Gus Gita says:

    wah trims mas atas infonya..benar-benar berguna dan menambah pengetahuan..

  38. Fajar Herdian Akhzan says:

    @vegaboo:
    Wah, sepertinya Anda juga tidak berpendidikan. Belajar netiket dululah sebelum berkomentar.

    @saftari:
    Bagus sekali blog-nya, mas. Informatif dan praktikal. Referensinya juga bagus. Keep posting. :)

  39. Arez says:

    Om, kalo emang bener karena alasan marketing, apakah dengan penggunaan jangka lama akan merusak mesin kendaraan tersebut? jika kita isi bensin selalu di bawah spek yang diharuskan, komponen apa yang akan lebih dahulu rusak?

  40. saftari says:

    Jawab:

    Om Arez…
    spek di atas adalah spek standar pabrik… jadi seiring usia.. CR akan berubah tergantung kondisi mesin masing2.
    Mengnai pabrikan mengatakan boleh menggunakan premium.. bisa saja karena ECU nya sudah dirubah agar pembakaran dibuat sedemikian telat agar tidak ngelitik kalau pakai premium tentunya dengan mengorbankan performance yang seharusnya,.. atau bisa juga untuk alasan marketing/sales… jika dibilang harus pakai pertamax. bisa membuat orang takut membelinya.. hehe..

  41. Arez says:

    Om saft..
    mau nanya neh.
    berdasarkan spek yang Om kasih di atas itu, Avanza dan Xenia punya CR 11:1 , tapi kenapa sama pabrikan di rekomendasikan hanya make bensin Premium aja sudah cukup. seharusnya kan dengan kompresi seperti itu sudah harus minum pertamax plus atau shell super extra..? kenapa bisa begitu ya Om? terus saya mau nanya lagi neh, jika suatu mobil dengan spek yang sama di mesinnya tapi dari ke dua mobil tersebut mempunyai masa pemakaian yang berbeda, Mobil A baru 1 bulan dan Mobil B sudah 2,5 tahun, apakah CR nya masih sama sesuai data2 yang Om berikan diatas atau data2 tersebut tergantung dari usia mesinnya Om.?
    seperti yang kita ketahui jika suatu mesin lebih lama bekerja pasti juga akan membuat mesin tersebut semakin tidak efisien dalam bekerja, contohnya pasti akan terjadi penumpukan carbon di sekitar permukaan piston dan kubah silinder, apakah itu juga bisa mempengaruhi CR mobil tersebut.?
    contoh jika mobilnya Mitsubishi Eterna DOHC’92 sesuai data spek dari pabrikan CR nya berada di 9.8:1 , apakah CR ya sampai sekarang masih tetap segitu dengan berjalannya waktu? dengan catatan mesinnya masih orisinal dan belum pernah turun mesin tapi kondisinya masih sehat.
    Thanks Om.
    salam,
    -R-

  42. atmogareng says:

    Om tolong gue kasi informasi, klo gue punya Honda/NF 125 SD cocoknya pake ape ye?

  43. Adl_gumpas says:

    Honda tiger evo cocok nya pake pertamak sudah saya uji,emang pake premium ga apa2,tp nyaman pakai pertamak tarikan enteng suara mesin enak dan tidak ngelitik.

  44. yttg says:

    buat vixion

  45. saftari says:

    hanlex says:
    bro saft…mobil saya BMW e36 323 thn 97…kompresi rasionya berapa ya bro? pengen tau neh, harus di sis apa ya shell super or shell super extra

    Jawab:
    mesin M52 Compression Ratio nya 11.0 : 1

  46. hanlex says:

    bro saft…mobil saya BMW e36 323 thn 97…kompresi rasionya berapa ya bro? pengen tau neh, harus di sis apa ya shell super or shell super extra

    selama ini super extra neh isinya bro…. thanks

  47. ari says:

    motor saya produk China, type Juve jenis JH 100. bahan bakar yang baik apa ya?

  48. darminto says:

    Informasi sangat bermanfaat, terimakasih atas tulisannya, dan mohon izin untuk menyebar luaskan LINK & Artikelnya

  49. wayanq says:

    tekanan kompresinya jupiter z brp pak???????????????????

  50. wayanq says:

    brpa tekanan kompressi dari yamaha jupiter????????

  51. Gunadi says:

    Bos, aku suruh pembaca majalahku lihat di saft7.com ya utk perbandingan kompresi mesin dan bensin apa yang cocok. semoga tetap sehat dan sejahtera.

  52. anom gd says:

    mau nanya gemana cara menentukan angka oktan dan alatnya berupa apa saja ? kok kita tau oktan bensin itu 88 dan pertamak 93 cara mencarinya kayak apa si, terus apa saja kandungan didalam bensin tersebut, saya minta tolong jelaskan terimakasi atas bantuanya bagi teman2.

  53. Hisyam says:

    nanya nih… bunyi ngelitik itu gmn yah? ada yg tau? nanya lagi klo ngelitik trus2an kira2 rusaknya brp tahun lg yah? sory gw kbnykan nanya hehe..

  54. ass.wr.wb.
    yth: bapak/ibu
    saya mau tanya mengenai apa pengaruh nilai oktan terhadat mesin yang cc nya lebih besar

  55. Samsudin says:

    Team Saft7, minta spesifikasi bahan bakar Shell dan Total dong?? ada ga.. bensin ama solar ye..

    Thank’s

  56. Hadi s says:

    Temen. Barangkali yang bikin kendaraan sudah ngitung konsumsinya apa pake premium/solar dll. Selama ini beberapa jenis motor/ mobil yang saya pake ngikutin anjuran pabriknya , dengan perawatan serta penggunaan yang sepadan , sehingga permasalahan yang saya temui hanya yang wajar-wajar saja.

  57. Vario Putih says:

    Tx pak saft artikelnya…
    itu menjelaskan …kenapa vario pitih-ku mati mendadak…gara-gara pake premium.
    Bravo…

  58. willy says:

    Terima kasih…informasinya sangat bermanfaat…

  59. Yayad says:

    papina nakami says:
    3/9/2008 at 12:01 pm

    you’d better check this out :
    http://www.arielz.net/otomotif/premium-atau-pertamax
    tulisan anda keliatannya ada yang mengcopy tanpa referensi, (namun di tulisan lain masih menyertakan nama anda sebagai penulis) entah sepengetahuan anda atau tidak, tapi judulnya tulisan anda diatas sudah berubah. thanx.

    Kamu baca donk akhir kalimatnya…
    Siapa yang copy paste….
    Belum2 apa2 sdh nyalahin saja
    cape deh…..

  60. Dion says:

    Baru baca bener2 nih..
    Kayanya bukan semakin tinggi oktan semakin lambat terbakar, tapi semakin tinggi oktan maka semakin tahan untuk tidak terbakar karena tekanan tinggi.

  61. andy says:

    Mantap artikel & gambar-nya….
    Sekarang sudah bisa mengukur % minyak tanah (solar oplosan) onsite, selain octane, cetane & % tambahan additive

  62. Indy says:

    Saya perhatikan banyaknya pertanyaan dan uraian bahwa mobil-mobil “ekonomis” yang dipakai seperti avanza, xenia, atau jazz mempertanyakan masalah bahan bakar yang digunakan seyogyanya adalah pertamax bahkan pertamax plus.
    Mungkin cara pandang saya sedikit menyikapinya dari sudut sisi berbeda bukan dari masalah teknik, hanya memandang dari sisi kita dan lingkungan. Bagaimanapun juga di daerah saya belum dijumpai premium TT, jadi sebagian buesaar masih menggunakan premium dengan timbal. Ada baiknya persepsi itu dirubah untuk memperbaiki alam ini, mengingat dari kendaraan yang kita naiki kita mengambilnya dari sumber bumi ini. Apakah kita masih tega untuk melepaskan timbal dan gas CO yang lebih ke udara?? Apakah selisih harga premium, pertamax, dan pertamax plus sebanding dengan kerusakan yang dihasilkan?
    Jadi gunakan bahan bakar yang semestinya, meski kita gunakan mesin lama ada baiknya juga menggunakan bahan bakar berkualitas lebih baik. Hitung-hitung kita “menabung” untuk bumi yang akan diwariskan ke anak cucu kita kelak.

  63. andri says:

    om gw suka deh kualitas foto2nya di situs ini…. keren banget !!!!
    btw pake kameranya apa om?

  64. Reza says:

    Mobil saya BMW 323i ’96..dari tahun 96 mengunakan premium (pada tahun tersebut hanya ada Premium & premix) padahal Kompresi rasionya 10,1:1..hal tersebut tidak ada masalah tuh pada mesin saya, Kang Saft seharusnya apa yah yg harus saya lakukan terhadap mobil saya, para teknisi bilang seharusnya bapak jangan menggunakan Premium untuk mobil bapak, tapi harus menggunakan Pertamax, namun selama hampir 8th saya menggunakan Premium tidak ada masalah, namun yg saya takutkan adalah rusaknya vanos pada mesin dan suara meng-”gelitik” di ruang mesin…sekiranya ada solusinya tidak ?

  65. Ari.e30 says:

    Kang Saft, itu perbandingan kompresi BMW-nya di-perinci atuh, 318i mesin apa yang 10,1:1 itu..? N42? Soalnya klo masih mesin m40 pan kompresi masih 8,8:1 (Premium), m43 rasanya ga jauh2 amat (CMIIW), ini supaya orang ga salah sangka, kayak saya suka disuruh ngisi pertamax padahal kompresi mesin rendah, lebih rendah dari avanza skalipun..

    Btw, antara engineer dan marketing emang suka ga sejalan. Coba liat di pameran2, segitu jelas kita bisa baca kompresi mesin mobil brapa, tapi sales-nya kadang bilang “bisa koq pake premium saja cukup ini..”
    Contoh lain: Picanto setau saya kompresi udah rada tinggi, minimal RON 91 klo ga salah, tapi kata bos saya yg pake ini “ah mobil kecil gini mah pake premium aja”… bukan masalah besar-kecil body dan cc mobil padahal pan..

    So, emang susah ya merubah sikap mental kebanyakan orang…

  66. majron says:

    thank infonya ya…. selama ini kita udah kemakan omongan trainer tentang pemakaian BBM. kayaknya udah gak jaman pake promosi bohong. Tapi ngomong ngomong itu bener dan bisa dipertanggung jawabkan kan?

  67. vegaboo says:

    @dadang
    sekolah ente dimana? cara diskusi ente aja udah ngaco hehehe.. no offense bro..sering tawuran ya waktu kuliah? :-)

  68. vegaboo says:

    sekolah ente dimana? cara diskusi ente aja udah ngaco hehehe.. no offense bro..sering tawuran ya waktu kuliah? :-)

  69. Irman says:

    Kalo Honda Supra X 125 boleh gak pake PERTAMAX PLUS atau SHELL SUPER EXTRA?
    Thanks

  70. kido says:

    kalo galant hiu 2.4 v6 kompresinya brp yah?

  71. lieynna says:

    tumpang tanye…. ade x langkah2 mengisi minyak dengan btul

  72. ^up says:

    ^up
    Semua motor honda lokal cukup pake premium saja om, jadi sia2 isi pertamax.

  73. adit says:

    ooh… berarti gue gak salah pake peertamax buat honda tiger gue…. karena cr nya yang tinggi membutuhkan oktan lebih tinggi agar penguapan nya rendah… thnx baget yah :-)

  74. papina nakami says:

    you’d better check this out :
    http://www.arielz.net/otomotif/premium-atau-pertamax
    tulisan anda keliatannya ada yang mengcopy tanpa referensi, (namun di tulisan lain masih menyertakan nama anda sebagai penulis) entah sepengetahuan anda atau tidak, tapi judulnya tulisan anda diatas sudah berubah. :) thanx.

  75. Saya pakai motor pulsar 180cc dan mengisi shell super extra tapi lama-lama terasa juga yahh soalnya lagi bokek hehehe..

  76. dadang says:

    wah ni si om saft kayanya salah pengertian..atau memang lupa..atau memang tidak belajar dulu waktu kuliah …semoga lupa ya..
    idenya yang mengatakan bensin biasa lebih mudah terbakar dan oktan tinggi lebih lama terbakar ko bertentngan dgn apa yang saya dapat di perkuliahan saya dan pendidikan mesin saya…terlalu memudahkan masalah…
    saya di ajarkan bahwa..bahanbakar (b/b) semua (b/b)..perlu waktu untuk terbakar seluruhnya…sama seperti buah perlu waktu untuk tumbuh dari size pentil sampai fullsize dan matang…
    bahan bakar juga punya titik oktan number terrendah dimana dia bisa terbakar sempurna.
    angka oktan tsb “biasanya” menggambarkan tingkat ke sempurnaan pembakaran dari bahan bakar tsb di ruang mesin.
    makin tinggi octane number makin baik property (kemampuan bakar) bahan bakar tsb. dan makin sedikit sisa (ash) dari pembakaran bahan bakar tsb.

    kenapa high oktane fuel lebih baik untuk menghilangkan pre-ignition dan detonation..karena property nya lebih baik dari bensin normal..premium…

    semua bahan bakar mengandung deterjen dll additive…tap yang membedakan adalah proses pembuatannya…
    sedangkan untuk mengukur oktan dgn alat elektronik itu adalah BULLSHIT belaka..karena alat tsb rentan thd perubahan cuaca dan mesti di kalibrasi sebelum setiap penggunaan..apalagi dia bekerja berdasarkan deteksi komposisi bahan bakar tsb…biasanya di refinery cuma buat..quick check dan hasilnya tidak termasuk kategory konklusif…yang baik dan benar adanya adalah alat RON/MON manual…bentuknya kaya mesin honda satu silinder 100 cc..dan ngga bisa di bawa2…
    dulu kita yang suply alat ron/mon ke refinery pertamina..tapi karena mereka main2 ama hasilnya..kita stop semuanya…(our motto; money comes second..trust comes first).

    kalo masalah ngelitik..(pre-ignition dan detonation) biasanya karena mesin ente jelek..(ga ke urus) dan bahan bakar yang jelek mutunya..kita dah riset tuh..99.99% bahan bakar pertamina jelek…
    kalo alat mereka bilang 92..mana ente tau kalo kalibratornya di maenin..ga bakalan tau ente…lagipula kalo mobil standar ON 92 janganlah di turunin pake 88..trus nanya juga ngapa mubil kita ngelitik…cape deehhh
    salam mesra…dadang

  77. Hartanto says:

    Pak/Ibu,
    Mohon Informasi,
    sebenarnya sepeda motor apa yang paling irit, misal :
    Supra 125 dgn Shogun New 125
    Revo 110 dgn Smash 110

    Sekian dan terima kasih

  78. chipuca says:

    tolong diupdate mobil2 keluaran terbaru donk, dan juga mobil cbu yg byk berkeliaran di jkt, spt alphard dan harrier thx

  79. budi santoso says:

    Bank sekarang lagi rame2 penemuan bbm distimulasi dengan air murni melalui proses hydronisasi yang konon diuapkan dengan tenaga baterai/accu dan dimasukkan ke manifold, menurut anda bagaimana apakah tidak merusak mesin dalam jangka panjang, soalnya disitu air murni dicampur dengan backing soda/bahan kimia KOH atau apa itu namanya saya kurang tahu nama kimianya bila dimasukan ke ruang bakar akan menghasilkan ledakan jika dikompresi didapur pembakaran dan membuat tinggi nilai oktanya, saya juga mengambil gambar2nya cara pembuatannya. Bagaimana menurut pendapat Bank Saft7, tolong diulas agar masyarakat tidak tersesat dengan iklan pengirit bbm tsb yang mengklaim keiritannya 20% sampai 80% apa benar? Terima kasih.

  80. sait ibnu mashudi says:

    apa benar kompresi di dasarkan pada volume silinder berbanding dengan ruang bakar?. bukan kah seharusnya kompresi didasarkan pada saat katup hisap menutup dan memulai langkah kompresi?. bisa dong tim dari saft7 mencari data angkatan kensaft(noken as). terima kasih . semoga saft7 dapat menjadi panduan pecinta otomotif setanah air INDONESIA.

  81. noempasti says:

    nambah ah…
    FU150 cocok pake pertamax aje…,ga usah yg plus padahal cuman beda Rp.250,- :p

    kiki

  82. Iritholic says:

    Om saft, nanya yah:

    bagi pengguna motor..jelas2 di buku manualnya pada tertulis rasio kompresi masing2nya. kebetulan kendaraan saya 9.5:1..wajib pertamax kan?

    yg saya heran kenapa di BM ditulis 9.5:1 kl itu bukan petunjuk real buat pake BBM yg sesuai (petamax). oke..kl angka itu bukan mencerminkan kondisi real di ruang bakar, kenapa ngga dibuat yg sebenernya aja. atau dibuat rentang perkiraan kompresi saja gt? misal 8,8-9.5:1..?

    saya agak jengah aja kl liat motor2 dengan rasio di atas 10.XX masih nekat ngantri premium..(hehe maap y)

  83. novi_woro says:

    bos saft7
    saya pernah baca dimajalah terbitan otomotif group, bbmnya dicampur antara pertamax plus dgn premium
    1:1 = 91.5 (rp. 6.850/lt)
    1:2 = 92.67 (rp. 7.633/lt)
    1:3 = 93.25 (rp. 8.025/lt)
    2:3 = 92.2 (rp. 7.320/lt)
    perb yg digunakan volume bukan rp, p plus = rp. 9200, premium = 4500
    dari data tsb adakah efek sampingnya pada sensor” di kendaraan

    suwun bos

  84. bdharmawan says:

    saya ijin memasang info2 anda di link motor FU , dengan alamat fu150.wordpress.com
    info sumber juga saya cantumkan..

  85. noempasti says:

    mantappp lengkap abizzz

    kiki

  86. Volvo244GL says:

    Bro Saft, baru aja baca tentang My Green Oil, di test dunk en spek MGO itu dari apa.

    Thanks in Advance
    Angga

  87. Hidayat says:

    Yth. Oom Saft

    Saya mohon ijin nglink artikel yang sangat bermanfaat ini di blog saya : http://hemat-bensin.blogspot.com/

    Kalau Oom Saft berkenan akan saya taruh di bawah header supaya pembaca langsung akses ke artikel ini langsung dari sumbernya : http://saft7.com/?p=274

    Terima kasih sebelumnya dan Salam Hormat.

  88. Domang says:

    Bung Saft, kalo kijang super 95 pake premium, apa pertamax ?

  89. EE80 says:

    aduh om mesin 2E hrus pk pertamax?
    kan mbil th dbwh 90′n om…
    ap kompresinya msh bnr om?

  90. Andre says:

    Waaaaa…. saya lagi rencana mau beli Hyundai avega…. kalo dari info mas adit diatas kompresinya 10.0 : 1, berarti wajib pertamax plus dong yahhhh… ?
    Mahal dong….. Mending pikir-pikir dulu lagi kali yah buat beli mobil itu…..
    Mohon pencerahan dari yang pada lebih ngerti dongss…
    Thanks before…

  91. Jusuf says:

    kang saft,

    mau nanya nih, saya baru beli mobkas kijang lx 2003, tapi kenapa tarikannya agak kurang? apa kira-kira penyebabnya?
    selama ini mobil saya isi dengan premium, apakah ada pengaruhnya…?

    hatur nuhun.

  92. Teguh Jatmiko says:

    Bung Saft,

    Mau nanya, bagaimana kaitannya dgn konsumsi bensin km/liter? Saya kira klo ada data konsumsi bensin tiap2 merek bakal bagus nie.. saya ingin beli Suzuki Escudo / Katana tahun 96′an..
    Karena simpang siur info antara boros dan tidak? contoh ada sumber yg mengatakan klo Escudo itu 6:1. Which is 6km/liter???

  93. rofian says:

    Bung saft,saya mau tanya tentang mesin diesel.Apa yang terjadi pada piston apabila waktu proses pembakaran terlambat dan terlalu awal dari yang seharusnya?apakah sama seperti mesin bensin yang dapat mengakibatkan piston menjadi bolong? terima kasih atas semua perhatiannya.

  94. ary says:

    bung saft..ada artikel menarik nih tentang fakta octane untuk konsumer dari FTC “Federal Trade Commisions” YLKI-nya amrik.

    http://www.ftc.gov/bcp/edu/pubs/consumer/autos/aut12.shtm

  95. Saftari says:

    taro Says:
    Tulisannya bagus kie.top dah.jd pengen nanya.kebetulan sy pengguna Jupiter Z. didaftar rasio kompresi bensin yg disarankan pertamax.tp sudah sejak pertama beli sekitar 8 bln yg lalu pk premium terus.pengen pindah ke pertamax.gpp deh mahalan dikit yg penting mesin awet.trs apa yg mesti tak lakukan?langsung ganti pertamax ato ada hal lain yg perlu dilakukan lbh dulu?
    mohon pencerahannya

    Jawab:
    Om Taro, silahkan langsung masukin Pertamax Plus atau Pertamax ga papa… ga perlu di kuras…
    Karbu di setel biar manteb sekaligus bersih2.. lebih oke lagi tuh… biar makin terawat kebersihannya.

  96. taro says:

    Tulisannya bagus kie.top dah.jd pengen nanya.kebetulan sy pengguna Jupiter Z. didaftar rasio kompresi bensin yg disarankan pertamax.tp sudah sejak pertama beli sekitar 8 bln yg lalu pk premium terus.pengen pindah ke pertamax.gpp deh mahalan dikit yg penting mesin awet.trs apa yg mesti tak lakukan?langsung ganti pertamax ato ada hal lain yg perlu dilakukan lbh dulu?
    mohon pencerahannya

    warm regards

    taro

  97. Kobin says:

    Bung Saft, foto hasil pengukuran sample BBM di atas adalah yg jenis RON 92 yah? kalau Octane Rating yg dibilang bung Ary mungkin harusnya di USA RON+MON/2, jadi OR 87 adalah = RON 91 dgn S = 8. Kayaknya dari foto di atas, nilai 88 adalah OR-nya (AKI/RdON/PON) dan sama dengan RON 92.6. Kalau di Eropah katanya langsung nunjuk ke RON-nya tidak memakai sistem RON+MON/2. Apakah begitu bung Saft? saya juga awam… baru tahu “katanya”.

  98. reza says:

    Boss Saft….nanya dunk…
    aq punya motor honda supra x 125 PGM FI…nah kalo aq pake bensin pertamax plus or shell itu bagus ga???
    kalo dilihat di CR nye sih 9.0 : 1…gimane boss???
    abis kalo ngisi premium or pertamax males ngantri nye nih….???
    mohon penjelasannyaa

    thanks

    reza

  99. SP says:

    Bro Saft, alat tester ZX-101XL PORTABLE OCTANE/CETANE ANALYZER berapaan yach, dan dimana belinya ?

    Thanks :)

  100. zul says:

    wah….keren info-nya :) berguna banget nih. Bravo untuk Om Saft. Btw, aku pake motor Bajaj Pulsar. Kata dealer-nya bisa pake premium dan pertamax. Nanti aku liat dulu ya buku manualnya tentang CR Bajaj Pulsar. Semoga data-data dapat bertambah ttg motor dan mobil sebaiknya menggunakan jenis bensin yang sesuai.

  101. TheOwner says:

    ary Says:
    Bung Saft ,
    kayanya kurang nih ulasannya tentang beda Octane Rating dan RON, tolong coba diulas lagi ya.
    Yang saya tahu yang dijual di pom bensin ukurannya RON. Kayanya penting untuk menjelaskan hal ini supaya tidak ada salah tanggap terhadap manual.
    Kalo saya lihat di buku yaris yang sedang saya inden bunyinya sebagai berikut.
    At a minimum, the gasoline you use should meet specifications of ASTM
    D4814 in the U.S.A. and CGSB 3.5−M93 in Canada.
    OCTANE RATING
    Select Octane Rating 87 (Research Octane Number 91) or higher.
    Use of unleaded gasoline with an octane rating or research octane number lower than stated above will cause persistent heavy knocking. If it is severe, this will lead to engine damage.

    Jawab:
    Om Ary, Octane Rating itu ya tertulis sebagai RON di SPBU.
    jadi kalau diminta Octane Ratingnya 87-91, maka sebaiknya gunakan Pertamax.

  102. ary says:

    Kayanya yang di buku manual mobil US itu octane rating berdasarkan AKI = 0.95 RON.

  103. ary says:

    Bung Saft ,
    kayanya kurang nih ulasannya tentang beda Octane Rating dan RON, tolong coba diulas lagi ya.
    Yang saya tahu yang dijual di pom bensin ukurannya RON. Kayanya penting untuk menjelaskan hal ini supaya tidak ada salah tanggap terhadap manual.
    Kalo saya lihat di buku yaris yang sedang saya inden bunyinya sebagai berikut.

    At a minimum, the gasoline you use should meet specifications of ASTM
    D4814 in the U.S.A. and CGSB 3.5−M93 in Canada.

    OCTANE RATING
    Select Octane Rating 87 (Research Octane Number 91) or higher.
    Use of unleaded gasoline with an octane rating or research octane number lower than stated above will cause persistent heavy knocking. If it is severe, this will lead to engine damage.

  104. RJS says:

    Oom, ane newbie, baru dapet limpahan besutan yang sama tipenya dengan yang dipake om.
    Nah untuk pengisian bahan bakarnya, disarankan menggunakan apa ya? Pengguna sebelum saya menggunakan premium.

    Beradasarkan informasi dari web, rasio untuk adalah M20 9.4:1. Menurut Om Saft, apakah saya harus ganti ke oktan yang lebih tinggi atau tetap dengan premium + aditif.

    Mohon pencerahannya.

  105. ajie says:

    mau minta tolong nih!! saya lagi butuh spesifikasi mesin toyota kijang super 1500 cc 1995. tolong di jawab yach lagi perlu banget nih!!!

  106. Adi says:

    Watawww…..gw pake shogun 125 fuelnya kadang campuran…kalo lg ada duit isi pertamax…kalo bokek pake premium…
    Pertamax naek..gaji belom naek…hik hik…nasib rakyat kost…

  107. Adit says:

    Hyundai Avega

    Jenis/ Tipe Mesin : 1.5L In-Line, 4 Cylinder (Unleaded), SOHC 12 Valves, Euro II
    Kapasitas Silinder : 1495 cc
    Daya Maksimum : 91/5500 ps/rpm
    Torsi Maksimum : 13.2/3000 kgm/rpm
    Perbandingan Kompresi : 10.0 : 1
    Sistem Pembakaran : Multi Point Injection / Distributorless
    Bahan Bakar : Gasoline
    Kapasitas Bahan Bakar : 45 ltr

  108. TheOwner says:

    irwans Says:
    Saya pakai Chevrolet Trailblazer LT 2004 4WD dengan mesin Vortec 4.2L I-6. Spesifikasi dari pabrik/buku panduan mobil saya ini mempunyai CR 10:1. Tetapi buku panduan juga menulis: “Recommended Unleaded Fuel: 87 Octane
    Nah saya jadi bingung deh, mohon pencerahannya pak Saft.

    Jawab:
    Pak Irwans, jika memang di buku panduan menyebutkan cukup dengan oktan 87, sebaiknya bisa diikuti anjuran tersebut. Sebab mungkin saja teknologi mesin atau Engine Managementnya sudah dilengkapi dengan Knocking Sensor yang dapat segera memundurkan timing pengapian secara otomatis apablia terjadi knocking.

  109. irwans says:

    Saya pakai Chevrolet Trailblazer LT 2004 4WD dengan mesin Vortec 4.2L I-6. Spesifikasi dari pabrik/buku panduan mobil saya ini mempunyai CR 10:1. Tetapi buku panduan juga menulis: “Recommended Unleaded Fuel: 87 Octane.

    Nah saya jadi bingung deh, mohon pencerahannya pak Saft.

  110. surza says:

    bung saft..

    just info
    gua ada di Balikpapan, gua udah survey ama pengguna Yaris n Vios, dari kebanyakan make premium, (nanyain ke 10 orang, yg pakai pertamax cuma 1 orang, yg lima pakai premium, terus sisanya campuran antara premium n pertamax). btw rata-rata pemilik yaris atau vios bilang tidak tau ttg efek kalau pakai premium , taunya cuma kinerja mesin menurun gitu.

    setelah gua berguru ama jagoan offroad di balikpapan yg notabene punya xtrail and jg vios, dia bilang udah 2 tahun punya tuh kendaraan selama ini cuma diminumi premium + octane booster dengan perbandingan 40 liter premium dikasih 1 butir pil octane booster. harga octane booster Rp 80 rb dapat 5 biji, beli di Ace Hardware. sampai saat ini kedua kendaraannya masih segar bugar.

  111. mantugaul says:

    Tanya bung saft:
    1. Nissan Livina 1.8L itu harusnya pertamax, tapi di daerahku pontianak tak ada pertamax, hanya ada premium tt dan pertamax plus. Jadi gimana?

    2. Ini blog bikinnya pake wordpress?

    3. 1 artikel dibuat dg survey brp hari oom? canggih bgt…

  112. dian eka budianto says:

    memang oktan terkait dengan perbandingan kompresi. tapi yang harus sedikit diluruskan adalah mengenai perbandingan kompresi itu sendiri. yang tercatat dalam brosur seperti 9,5:1 merupakan kompresi statis sebuah mesin. jadi jangan heran kalau ada pernyataan, “di brosur mobilku kompresinya tinggi, tapi pakai premium gak masalah.” seperti Jupier MX tadi yang komrpesinya lumayan tinggi tapi hanya ‘minum’ premium. itu karena kompresi jalan mesin MX gak terlalu tinggi.
    penghitungan kompresi sebenarnya dinyatakan dalam keadaan mesin berjalan. kenapa bisa begitu?
    kompresi tiap rpm akan berbeda lantaran pada mesin 4-tak kompresi memiliki hubungan dengan buka-tutup klep masuk dan buang. di mesin 2-tak kompresi sangat berhubungan dengan exhaust port.
    cara sederhana untuk mengukur kompresi berjalan adalah menggunakan kompresi tester (satuan psi atau bar atau satuan tekanan lainnya). kelemahannya tidak tiap rpm bisa diukur. nantinya nilai tekanan tiap rpm ini akan mentukan timing pengapian yang tepat untuk mendapat power dan efisiensi yang lebih baik.
    sementara ini yang saya tahu proses pengukuran kompresi berjalan pada sebuah mesin hanya bisa dilakukan di luar negeri seperti Swedia. di balap roda 2 Indonesia ada tim yang sudah menggunakan proses pengukuran kompresi berjalan dengan menggunakan CDI programable yang bisa diubah waktu pengapiannya menggunakan lap top si tukul. he, he, he, bercanda tapi soal lap top benar loh.
    cara paling aman untuk mengetahui kebutuhan bensin yang ideal untuk sebuah mesin adalah mengetahui kompresi berjalan mesin barunya (ini menjadi masalah pada mobil lama karena tidak tahun kompresi asalnya. tp biasanya pabrikan memiliki data tersebut) dan mengetahui kebutuhan bahan bakar yang sesuai.
    misalnya sebuah mesin baru punya kompresi berjalan 16 psi, di dalam brosur tertulis butuh oktan 94. jika saat di tes ternyata kurang dari itu, menggunakan bahan bakar yang spek oktannya di bawah 94 gak akan terjadi detonasi.
    NB : masalahnya memang cara ini lebih ribet karena harus sering menghafal kompresi berjalan sebuah mobil.

  113. johanes says:

    mana yang bener ya??? dulu pernah liat browsur kl ga salah tidak dianjurkan menaruh campuran apa pun jenisnya ke dalam tangki bensin. jadi yang bener mana nih???

    mohon petunjuk…saya pengguna motor kymco trend 2000 bahan bakar pertamax motor enak dipakai beda banget dengan premium tarik kannya…

    thx.,

  114. hays says:

    Kang Saft7,
    Bolehkan minta infomasi compression ratio untuk mobil hyundai mulai dari cakra samapi avega..
    Terima kasih atas informasi nya

  115. JohannesKH says:

    Bang Saft,
    artikel yg bagus sekali Bang.
    Sekedar sharing dr info yg sy baca (mdh2an gak salah) yang menjadi acuan utama Octane Rating adalah Compression Pressure (CP). CP dipengaruhi oleh CR dan lamanya bukaan Intake Valve (cam lobe), contoh : utk mobil GT bukaan intake valve lebih lama dr mobil non GT. Selain itu temperatur udara masuk, beban (weight vs power ratio), kerapatan udara, etc. Tapi yg paling dominan ya 2 faktor di atas. Jd panduan Bang Saft itu secara global, klu lebih spesificnya, ya lihat owners manual.

  116. TheOwner says:

    motzy Says:
    ini bahasannya mirip sekali dengan di
    http://jokoprisukmono.wordpress.com/

    Jawab:
    Om Motzy… terimakasih informasinya, sudah saya kirimkan teguran.

  117. Budi says:

    Pak Saft,

    Kalau Garnd Livina memakai pertamax atau premium yah ?
    Kalau dari bukunya sih minimum ron 91.

  118. Adrian says:

    Artikel yang bagus.. saya ambil yah oom buat forum Kia PICANTO
    http://pci.remiel.com/forum

  119. motzy says:

    ini bahasannya mirip sekali dengan di
    http://jokoprisukmono.wordpress.com/

  120. Adji-surabaya says:

    Om Saft, kl innova yang tipe E gimana nih…. katanya mesin dibawah 2000cc masih bisa pake premium…. eh salah pa bener nih…..makasih

  121. Kijang forever says:

    Dear Pak Saft,

    Saya punya kijang super 92. CR pasti nya kurang tau, tapi kayaknya nggak mungkin 1:9 ke atas deh. Tapi koq masih suka ngelitik, bahkan walaupun saya isi pertamax. Saya tanya teman2 pengguna kijang lama jg semua nya suka ngelitik. Padahal kompresi nya rendah. Kenapa ya bos..?

  122. yadi says:

    kang saft, ikutan nanya neh… kan diatas dijelasin kalo pertamax / + dah pake aditif, kira-kira kalo ditambah aditif kayak fuel system cleaner yang banyak dijual dipasaran efeknya gimana yah ??? denger2 kalo kebanyakan aditif juga bagian dalem injector jadi rusak, bener gak ??…
    Peugeot 406 ku lagi sedikit masalah ama ruang bakar nih, smenjak pake pertamax emang smakin berkurang, tapi lama banget abisnya… teu sabar euy…

    oya skalian, pernah di bahas di otomotif kalo peugeot 406 harus pake RON 92, tapi lupa CR nya brapa xixixixi tku

  123. ervan says:

    kang saft bgmn dengan mobil diesel..?? bahas juga donk om buat hemat BBM gmn caranya mengupgrade solar yg kualitasnya jelek..tq

  124. Dedy says:

    Di brosurnya Nisan Sentra Genesis tertera rasio kompresi 9,3 (Premium)
    Jadi enaknya gimana ya ?

    http://upload8.postimage.org/246537/photo_hosting.html

  125. arnold says:

    octane number memang penting di mesin bensin, pak saftari.

    tapi bagaimana dengan cetane number bahan bakar diesel? saya butuh pengetahuan anda tentang ini.

    setahu saya yang namanya pembakaran di mesin diesel adalah hasil dari terbakarnya fuel-air mixture pada tingkat kompresi tertentu tanpa disulut oleh kilatan busi (bukankah itu yang namanya pre-ignition atau knocking?). saya jadi bingung

    …saya punya 2 mobil diesel (kompresi 16:1 untuk yang turbo, 25:1 non-turbo) tidak usah sebut merek malu mobil butut. kata mekanik bengkel resmi sebaiknya pakai Pertamina DEX karena cetane number/angka setannya lebih tinggi. lebih tinggi dari 666? waduh…hehehe

    tapi tau sendiri kan DEX harganya kadang2 lebih tinggi dari Pertamax + sekalipun. memang sih diesel lebih irit tapi apa benar ada keuntungan signifikan dari angka cetane yang lebih tinggi (selain low-sulphur content di DEX yang tentunya lebih sip untuk mesin diesel common-rail).

    mohon opininya.

  126. w darmawan says:

    memeng boss pake pertamax or pertamax plus bagus,saya coba di TIMOR SOHC was very nice acceleration.tapib di putaran atas masih agak kurang significant.tapi omong2 koq ditabel CR TIMOR
    9.0:1,dibuku petunjuk tertera 9,4:1 ( owners guide ),mana yg bener neh.was2628@yahoo.com

  127. jimmy says:

    numpang tanya CR milik Kia Visto Que Matic 2001 donkz…
    dulu waktu masih anak kampus isi premium (nodong ortu)
    skrg udah kerja pindah ke shell super extra (bertahan 3 bulan), harga melonjak gila
    turun dikit ke shell super sampai skrg sudah 1.5 taon (gak mau pindah ke premium lagi)
    abis premium ngelitik bangetttttttt ngilu dengernya

    cuma butuh konfirmasi apakah emang bener mobil saya ini secara teori emang standar CRnya tinggi

    thx

  128. judiiiiiiiiii says:

    hmmn, bungung juga neh soal bensin2, tempat gua pertamax pun ga ada, binguuuuuuuuung, sedangkan motor gua cbr 150, apa gapapa tuh premium. hikshiks

  129. ilham says:

    Bang Saftari, kebetulan ada yg quote di blog Kafemotor, lalu saya jadikan tulisan mandiri. Setelah saya ketahui dari bro Adi (Tempo) kalo source sebenarnya berasal dari Saft7.com … artikel lalu saya potong untuk dibaca lebih lengkap di sini…

    Mohon maaf dan mohon perkenannya…

  130. shochu says:

    mau tanya pak..

    kalo angka ‘oktan’ pertamina yang 88/92/95 itu angka RON saja atau angka RON/MON?

    thx

  131. simarmata says:

    Kalau inova kijang diesel gimana ya pak ???????

    Ada info bengkel yang bagus untuk kijang saya tingggal di daerah kalimalang

  132. kapten says:

    wah Bagus bgt nih infonya, motor vega saya tadinya pake pertamax, tapi setelah liat artikel diatas, kayak mesti mikir lagi deh, untuk mengganti ke premium. thanks ya om saft

  133. Saya berpengalaman bekerja di bengkel ALMET yang selama bekerja dibengkel belum pernah mengerjakan pekerjaan yang belum pernah dikerjakan. Mobil yang belum pernah dikerjakan yang akhirnya jadi pengalaman saya! Saya mengerjakan SERVO yang sudah otomatis saya bongkar ternyata hasilnya tidak maksimal Wualah………!saya dimaki maki sama yang punya, akhinya saya perhatikan dengan teliti ternyata di servo ada satu pacuum yang sudah tidk beres, vacuum itu saya copot saya ganti akhirnya SERVO itu benar benar hasil maxsimal.

  134. egi says:

    Mau nanya ni om, rasio kompresinya Daihatsu Zebra/Espass berapa ya?
    Cocoknya pake bensin apa?
    Thanks

  135. Gani says:

    Bung Firman YSH,
    bagaimana dengan Mercedes Benz W123 ‘Tiger’?
    Berapa rasio kompresinya?
    Terima kasih…

  136. ivannurizkiawan says:

    saftari said:

    Kesimpulan:

    - Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
    - Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin sulit terbakar
    - Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
    - Bensin yang gagal terbakar (oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep

    wah om saft….. berarti pemahaman saya salah dong selama ini. saya pikir karena pake premium (motor saya Smash) kerak di seher jadi banyak. dan juga semakin tinggi nilai oktan, maka bensin akan lebih mudah terbakar. hm…….. tararenkyu nih oom saft.

  137. non-o says:

    bos Firman, setahu saya alat utk ngukur ON & CN namanya mesin CFR, spt mesin beneran yg dpt diatur rasio kompresinya, bbm diisikan ke CFR tsb lalu dioperasikan dan disetel kompresinya sampai terjadi knocking, lalu dilihat di tabel shg diperoleh harga ON & CN. Soal harga tentunya mahal karena harus pesan ke vendor lab minyak.CMIIW.

  138. Saftari says:

    # firman Says:
    om om mau nanya alat untuk mengukur angka oktan n cetane apa??di Indonesia ada apa gk jika mau beli!!kira kira harganya brapa??trims kalo bisa blas ke email…terima kasih buanyak

    Jawab:
    Alat yang seperti foto di atas, itu sekitar 150jutaan.. alat pada foto di atas adalah milik SPBU Shell Gatot Subroto sewaktu kunjungan ke sana. Untuk Cetane juga mungkin ga jauh dari itu harganya. Coba searching di Google untuk hunting harga nya. Semoga bermanfaat.

  139. firman says:

    om om mau nanya alat untuk mengukur angka oktan n cetane apa??di Indonesia ada apa gk jika mau beli!!kira kira harganya brapa??trims kalo bisa blas ke email…terima kasih buanyak

  140. GalanT owner says:

    Bozz Saft, Galant E54A lele berapa ya kompresinya? 9.5:1 atau 10:1 ?
    Tq..

  141. budi santoso says:

    Bagaimana jika RONnya rendah kita tambahkan kapur barus, apa dampaknya pada mesin, soalnya saya penah baca kapur barus bisa meningkatkan oktan apa betul gitu terima kasih bang Saft7

  142. Azu says:

    Oya mo nambahin. Kalo di website thailand, Wave 125 tertulis Unlead Gasoline Octane 91 Up, berarti harusnya pake pertamax dong? Emang apa aja sih yg mempengaruhi kompresi, sampai2 antara thailand dgn Indonesia beda padahal tipe mesin sama?

  143. Azu says:

    Mau nanya nih,
    Saya pake Supra X 125. Di buku petunjuknya, tertulis kompresi 9,3:1, tetapi di brosur & website AHM tertulis kompresi 9,0:1. Jadi yang bener yang mana? Sekedar tambahan, di website AP Honda Thailand, untuk Wave 125 (kembaran supra x 125) kompresi tertulis 9,3:1, ato di sini hanya pembohongan publik, agar Honda tetap mendapat julukan motor irit, pake premium biar murah? Jadi pake apa yg bagusnya utk bbm-nya?
    Kalo pake premium dari knalpot suka ada suara ledakan2, tapi kalo pake pertamax n pertamax + nggak.
    Kalo lagi ngegas trus tiba-tiba putaran mesin turun drastis n ga bertenaga itu namanya apa? Apa itu yg disebut ngelitik? Soalnya agak sering kalo pake premium, soalnya waktu motor baru 3 hari bawa dari dealer juga sudah terjadi hal tersebut (pake premium).
    Thx.

  144. Azis says:

    Sekedar info pengalaman aja nih, sebelumnya megapro saya konsumsi pertamax plus, namun setelah harganya melambung saya beralih ke premium plus (saya campur dengan Q****R P2 petrol Additif).
    Lumayan rasanya tetap seperti pakai bbm sebelunya dan yang pasti lebih irit. Dan tarikan lebih responsif.
    Campuran tersebut bukanlah penambah oktan namun penyempurna pembakaran.

  145. TDO says:

    jd gpp yah di campur or di oplos , ga ngerusak mesin yah ? thx kl bgt bro

  146. Wendi says:

    Sekedar info aja, saya pernah test Yamaha Mio ber BBM Premium vs Pertamax. Motor kondisi stardart pabrik, tidak ada modif sama sekali. Mungkin akurasi masih kurang tapi bisa sebagai gambaran saja.
    Waktu menggunakan Premium, konsumsi BBM skitar 33-37km/liter. Bila menggunakan Pertamax 36-40km/liter. Bila dilihat di angka tersebut memang menggunakan Pertamax lebih hemat, tapi bila melihat perbandingan harga Premium vs Pertamax sekarang, rasanya tidak hemat.
    Tapi bila melihat kualitas Pertamax, yang katanya lebih baik, lebih murni, dll, sampai saat ini saya menggunakan Pertamax.

  147. Eko says:

    Mau minta pencerahan nih,

    Aku pingin performa suzuki estemm GT 1,6 th 93 lebih joss gimana caranya dan apa yang perlu dirubah ya ? apa bisa juga pakai WA-i, atur nuhun boss.

  148. ampunboss says:

    SIAP!!!

  149. Saftari says:

    Dear rekan2..

    mohon maaf apabila belum ada data CR untuk kendaraannya… silahkan bantu saya untuk melengkapi data CR jika Anda mengetahuinya agar dapat bermanfaat bagi yang lain.

    Cara sederhana dengan mengoplos premium dengan pertamax atau pertamax plus dapat menaikkan nilai oktan premium, mengenai perbandingannya perlu dicoba sendiri, dengan patokan tidak terjadi ngelitik. Apabila masih ngelitik, artinya masuk kurang nilai oktannya.. jika sudah tidak ngelitik, komposisi bisa dikatakan cukup pas.

  150. Saftari says:

    # Farid Says:
    Boss Saft,
    Sorry newbie nich… Sebenarnya apa sich Rasio Kompresi tsb..? Misalnya rasio kompresi 9.3:1, itu artinya apa..? Mohon pencerahan boss.. Thx.

    Jawab:
    Om Farid, silahkan dibaca definisi lengkap mengenai compression ratio dan bagaimana cara menghitung maupun dampak terhadap performa mesin pada sumber referensi di atas yang telah saya sertakan link nya… ( http://en.wikipedia.org/wiki/Compression_ratio )

  151. Farid says:

    Boss Saft,
    Sorry newbie nich… Sebenarnya apa sich Rasio Kompresi tsb..? Misalnya rasio kompresi 9.3:1, itu artinya apa..? Mohon pencerahan boss.. Thx.

  152. TDO says:

    mao tany a neh, dulu nya premium abis itu di isi pertamax boleh ?
    and kl bensin setengah2 bole ga ? misalnya premium 50rb trus premium + 30rb bole ga tuh ?

    thx bro

  153. faiz says:

    wah Pak Saft maacih yah sungguh benar-benar membantu kirain ga da masalah pake bensin apa ajah, ehm… soalnya Aq pake motor modif GL 100 (tahun 82) yang dah di up cc nya jadi 150 and kompresinya nyampe 9,7 geeto pas pake premium masin kasar bgt suaranya tapi setelah pakai pertamax or pertamax plus ternyata mesin jadi halus n irit BBM trus tenaganya jadi lebih besar loch karena terjadi pengapian yang sempurna (bahan pembuat api pas bgt, bahan api itu udara, bbm, panas).

    thank’s bgt yah

  154. kangemil says:

    Bang Saft Terima Kasih tuk Informasinya…. ;)

  155. Ass. Wr. Wb.

    Bung Saft,
    Terima kasih ulasannya, apakah kelewat mencantumkan yang cocok Thunder GSX250 atau memang ga ada referensinya, klo ada mohon dibagi infonya ya?

    Ijin, artikel ini mau di publish di website kami, boleh kah? Jika boleh, saya akan japri web nya.

    Trims
    Wassalam

  156. wilz says:

    duh… masa avanza dan jazz gitu perlu pake pertama pluz?? +_+
    kasihan dompetnya. hikz hikz

  157. Roni says:

    Sekedar nambahin, Xeniavanza (mesin K3-DE) dari yang sebelum VVT-i ampe yang terkhir setahu ane udah pake knock sensor, yang Avanza 1.5 mestinya juga udah. Kalo Vios setahu saya malah belum, ga tau yang model sekarang. Mesin2 yang menggunakan knock sensor pasti ga akan ngelitik kalo pake premium, karena ketika dibejek pasti pengapiannya mundur beberapa derajat dan one step more campuran bensin:udara di-enrich juga… Pertanyaannya apakah dalam jangka panjang masih aman (i.e. ga ada penumpukan karbon?)

  158. TheOwner says:

    UPDATE:
    CR untuk Nissan LATIO sudah dikoreksi.. dari 9.1 : 1 menjadi 9.9 : 1 … makasih oom Chandra atas infonya.

  159. TheOwner says:

    UPDATE:
    Baru ditambahkan data CR mobil PEUGEOT…

    thanks untuk oom Amin Taufik!

  160. Om Saft, setahu saya kompresi Avanza Xenia 1.3 VVT-i adalah 10:1.

    Coba lihat di http://www.daihatsu.com/catalogue/sirion/spec/index.html

  161. rejaaj says:

    bener lho,,,krasa deh bedanya klo pake premiun ma pertamax…pas ngegas ngedadak tuh pertamax ga da ngelitik-nelitiknya….cobain deh….

  162. Amin Taufik says:

    Om Saft, Buat nambahin database :
    - Peugeot 505 GR 8.8:1
    - Peugeot 505 GTI 9.8:1
    - Pegueot 504 GL 8.8:1

    Thanks, AT

  163. hn1 says:

    Mo tanya neeh…saolnya gw gaptek nih
    klo misalnya motor gw kualifikasi dari pabrikannya harus pertamax…trus gw ada rencana mo ngasih motor gw bensol.. ( bensol oktan brp ya??? )……trus gw juga pernah nyampur bensol dengan premium dengan komposisi 1 L bensol : 2 L premium….kira2 aman ga ya buat motor gw?????…misalnya ga aman…trus biar bagus bensolnya mesti gw campur dengan perbandingan brp agar bahan bakar campuran antara bensol dan premium bisa sekelas dengan pertamax??
    ( Gaptek MODE : ON )

  164. Wah… Menarik juga artikelnya.. Makasih ya om Saft… Kira2 bisa nggak ngasih refernsi ttg perbedaan karakter bahan bakar produksi Pertamina, Shell dan Petronas?? Karena dari ketiganya saya merasakan adanya perbedaan yg cukup signifikan terhadap tenaga mesin. Catacan : Pengalaman saya ini didasarkan atas perbandingan menggunakan kendaraan jenis sepeda motor merek Yamaha Scorpio tahun 2006, dan Opel Blazer Montera tahun 2000

    Pertamina:
    - Premium : Suhu mesin agak lebih panas, tenaga sedang
    (putaran bawah sampai atas tidak terlalu terisi)
    - Pertamax : Suhu mesin panas, tapi tidak sepanas premium, tenaga lumayan terdongkrak,
    (Putaran bawah cukup baik, tapi di putaran atas tidak terlalu baik tenaganya)
    - Pertamax + : Suhu mesin lebih dingin dibandingkan dengan pertamax, tenaga sangat terangkat, tapi bau asap knalpot kadang2 bikin pusing (he3)
    (Putaran bawah sampai atas cukup terisi)

    Shell:
    - Super : Selevel dengan Pertamax dengan perbedaan tenaga yg cukup signifikan
    (Putaran bawah sampai atas terisi dengan cukup baik)
    - Super Extra : Selevel dengan Pertamax +, dengan perbedaan yang tidak terlalu berbeda.
    (Putaran bawah dan atas terisi dengan baik)

    Petronas:
    - 88 : belum pernah mencoba
    - 92 : Selevel dengan Pertamax, tapi tenaga tidak se”garang” pertamax pertamina dan shell super
    (Putaran bawah dapat tapi tidak maksimal, putaran atas tidak terlalu baik)
    - 95 : Selevel dengan Pertamax +, tapi tenaga jauh berbeda
    (Putaran bawah atas sama dengan memggunakan Pertamax)

    Begitu yang saya rasakan selama mencoba membandingkan. Barangkali om Saft bisa memberikan perbandingan yang lebih berdasarkan perhitungan Om? Tengkiu ya om… Tengkiu juga buat artikelnya

  165. bhotax says:

    Pak Saft,
    Selain jenis bensin Pertamina, kayaknya akan lebih lengkap lagi kalo ada tabel oktan untuk bensin Shell dan Petronas. Gimana Pak?

  166. Alat tester RON & MON bole pinjem nggak…..? kang SAft Baek banget deh.. guanntengg banget.. hehehehe (ngerayu mode “ON”)

  167. Kang Saft, mo nambahin nih…

    Compresion Ratio klo nggak salah ada 2 tipe : perhitungan kompresi piston dgn chamber & Actual Compresion..

    actual compresion diukur saat engine set terpasang & peran Overlap Valve camshaft bermain. klo perhitungan standar pabrik ya seperti Kang SAft sebutkan diatas.

    bisa jadi saat pasang timingbelt kompresi mesin Naik (more power) atau malah Turun (lost) dikarenakan pemasangan “gigi” tidak akurat..

    Coen => koq Merk mobil TIMOR dimasukin ke merk KIA ? ntar diomelin yg punya loh.. hihihihi

  168. Rusbb2 says:

    Saya pakai Xenia VVTI 2007. Di brosur tertulis bahan bakar : Premium tanpa timbal. Trus di tutup bensinnya ditulis harus pakai oktan di atas 90. nach bingung khan ? Pernah saya tanyakan ke bengkel resmi Daihatsu jawabannya boleh pakai preniun TT. Nach tambah bingung khan ? Akhirnya saya kayak orang bingung, kadang-kadang isi pertamax kadang-kadang ya Premium TT ………

  169. Pratomo says:

    Boss,
    Menurut info yg saya ketahui RON 92 digunakan jika CR > 9.5 :1.
    Koreksi dikit, SX-4 CR 9.5 :1.
    Saya kebetulan fanatik Suzuki, dr Aerio,XL-7 dan SX-04 yg semuanya CR 9.5 :1, selalu menggunakan premium TT yg RON 88, dan itu sesuai dgn rekomendasi dr ATPM sendiri dan tertera dibuku manual, sejauh ini tdk pernah brmasalah, baik jika sedang didlm kota maupun diluar kota yg trpaksa diisi dgn Premium Timbal.Juga tdk pernah ngelitik padahal setahu saya suzuki diatas belum menggunakan “I”
    Salam

  170. doli says:

    om saft… bagaimana dengan motor2 baru yang berkompresi 9,0:1 tapi sudah memakai katalik converter di knalpot..
    pernah baca kalo premium bisa merusak kataliknya..

  171. anjani says:

    Dua pertanyaan lagi Mr Saft,..boleh kan :
    a. Di ulasan disebutkan, dengan Octan Besar “tidak otomatis tenaga akan tambah”, nah..kira2 apa ya yang menjadi pertimbangan produsen otomotif dalam mengeluarkan produknya, ada jenis yg harus pake RON 88, 92 dst. Dengan kt lain kalau bukan “masalah tenaga”, faktor apa yg membedakan yg dirasakan konsumen thd RON yg berbeda tersebut, dan factanya seperti tabel, mobil yg lebih murah ternyata Octannya tidak harus lebih rendah dan sebaliknya.
    b. Mohon disebutkan beberap merk Octan Booster yg rekomen,…biar kita2 tdk salah …mau kan.Tks

  172. roy says:

    boleh tau ga alamat bengkelnya saturday mechanics, mo konsultasi nih

  173. Saftari says:

    # anjani Says:
    Tks Mr Saft infonya,..but kenapa juga sebagai pemilik avanza 3 tahun dg premium dg tidak pakai tambahan apa2, (blm pernah pertamx/plus) saya belum sekalipun terjadi gejala “knocking/ngelitik” yg diakibatkan RON terlalu rendah. Mohon penjelasan.. maaf,..hanya penasaran .

    Jawab:
    Oom Anjani… seperti yang disampaikan di atas, ngelitik tidak selalu terdengar, saya tidak tau apakah avanza menggunakan knocking sensor. Namun ketika knocking sensor bekerja, performance sudah pasti akan menurun karena ECU berusaha meminimalisasi gejala knocking. Tidak semua oranng sensitif dengan knocking, sering kita dengar di kompleks perumahan, saat orang baru melewati polisi tidur.. terdengar knocking yang sangat keras… tapi si pengemudi seakan santai saja… :)

  174. anjani says:

    Tks Mr Saft infonya,..but kenapa juga sebagai pemilik avanza 3 tahun dg premium dg tidak pakai tambahan apa2, (blm pernah pertamx/plus) saya belum sekalipun terjadi gejala “knocking/ngelitik” yg diakibatkan RON terlalu rendah. Mohon penjelasan.. maaf,..hanya penasaran .

  175. TheOwner says:

    # anjani Says:
    Maksud saya gini Mr Saft. Kalo dari contoh tabel yg dibuat avanza aja masuk kategori Pertamax Plus itu benar gak sih,…hampir gak pernah lihat deh avanza ngisi Pertamax Plus,…Apakah itu bisa diartikan kebayankan pemilik avanza ini orang yg gak ngerti semua seperti motor yg antri tadi,…atau apa? Toyota (Auto2000) aja tidak tidak pernah secara tegas & jelas menyrankan (merecommended) harus pakai Pertamax Plus /setingkat. Mohon klarifikasinya.

    Jawab:
    Sudah terjawab sendiri nih oleh om… itu makanya.. aku coba bikin artikel ini… biar kita konsumen bisa lebih melek terhadap produk yang kita beli… dan menuntut ATPM / Vendor yang kurang mensosialisasikan atau bahkan membohongi publik agar produknya laku di pasaran dan sebagainya.

  176. anjani says:

    Maksud saya gini Mr Saft. Kalo dari contoh tabel yg dibuat avanza aja masuk kategori Pertamax Plus itu benar gak sih,…hampir gak pernah lihat deh avanza ngisi Pertamax Plus,…Apakah itu bisa diartikan kebayankan pemilik avanza ini orang yg gak ngerti semua seperti motor yg antri tadi,…atau apa? Toyota (Auto2000) aja tidak tidak pernah secara tegas & jelas menyrankan (merecommended) harus pakai Pertamax Plus /setingkat. Mohon klarifikasinya.

  177. Saftari says:

    # andre jr. Says:
    walah Kang Saft, mobil tua ane (Starlet 93 1300cc) mosok harus pake pertamax? bukankah mseinnya begitu sederhana? secara konsumsinya juga boros ros ros 1:8. gile aje kalo pake pertamax. apa bisa settingnya diperirit? kalo bisa, gimana caranya? kalo bisa 1:9, saya mau ganti pake pertamax… mohon jawabannya Kang Saft… suwun..

    jawab;
    setting dan solusi alternatif, silahkan baca lagi di atas ya.. :)

  178. Saftari says:

    # anjani Says:
    Ok bnaget infonya,…tapi kok saya rasa lebih akurat comment dari Mr MEchanics, jadi CR bukan satu2nya penentu Octan,…jadi tabelnya valid gak nih…

    Jawab:
    Artikel ini memang dibuat sederhana, agar awam bisa ikut membaca,.. kalau kita lebih advance, tentu bisa mencari lagi referensi lebih detail pada link yang saya sampaikan di atas. Tabel-tabel itu adalah berdasarkan yang ada di brosur, Valid atau tidaknya, silahkan ditanyakan ke produsen masing-masing yang melampirkan data tersebut pada brosur kendaraannya.

  179. anjani says:

    Tks Mr Saft,…
    Ok bnaget infonya,…tapi kok saya rasa lebih akurat comment dari Mr MEchanics, jadi CR bukan satu2nya penentu Octan,…jadi tabelnya valid gak nih…

  180. panji says:

    Mr. Saft klo mobil jadul kaya Tyota Corolla DX 83 baiknya pake apa ya?
    Terima kasih sblmnya

  181. andre jr. says:

    kang Saft, pertanyaan ane kok belum dijawab :

  182. jenglot says:

    Boss…kalo yang pernah gw baca di Motorplus, motor baru seperti supra x 125 dan mx itu bukan cr yang sebenarnya, jadi penggunaan bbm beroktan rendah masih bisa dipakai. Dan smash saya kira kompresinya 9,3:1. Mungkin banyak yang salah sih cr sepeda motornya…
    trims

  183. benicko says:

    baca baca di websitenya perodua malaysia
    mobil terbarunya namanya ViVa rationya 10:1 tapi rekomendasi dari pabriknya pakai premium.
    jadi yg bener yang mana nih ?

    :-?

  184. deon says:

    mas, kalo xenia cocoknya pake bensin premium PERTAMINA ato super pnya SHELL????

    waktu itu saya sih pernah coba pake super SHELL bbrp bulan, cuma kok konsumsi BBM malah jadi lebih boros yah? kalo dipake 1-2x PP jaral sunter – tangerang kok seminggu aja udah abis? trus dibandingin pake premium PERTAMINA kok jaoooh lebih irit, at least PP jarak sunter-tangerang bisa 2-3 minggu baru isi? apa itu karena pengaruh timbal BBM SHELL yg semakin sedikit, jadi pembakaran BBM jadi lebih lancar sehingga konsekuensinya bensin lebih cepet abis??? trus yg jadi pertanyaan premium PERTAMINA dan BBM yg dijual SHELL itu bagusan mana?

    Mohon pencerahannya ya om and thx u buat jawabannya :)

  185. imet says:

    makasih yach….bang saft…atas info nya… btw apakah tidak bermasalah kedepannya kalo di campur dengan premium dan prtmx plus… itu mesin….kalo emang tidak kira2 brapa persen yach kadar antara premium dengan prtmx plus-nya…..50:50 atau……brapa?

    thanks..yach…bang saft….

  186. dangan says:

    Oom-oom ada yang tahu CR-nya CHEVRO SPARK..?

    TENGKYU

  187. ^CB^ ® says:

    Bung Saft, CR utk Nissan Latio yg benar adalah 9,9 : 1 bukan 9,1 : 1.
    Type mesinnya sama dengan yg dipakai oleh Nissan Livina 1.8L yaitu MR18DE.

  188. ITMan says:

    paling bagus ngikut petunjuk bapak presiden…eh salah…petunjuk pabrik (buku manual)

  189. DInarto says:

    Om Saft,

    Adakah alat pengukur nilai oktan yg sederhana ?

    Sukur2 kalo’ ada yg mirip pH meter gitu ……

  190. eric says:

    artikel bensin pakei besi di sini, saya nemu. isinya sama dengan yang di kompas http://persembahanku.wordpress.com/2007/05/01/bahan-aditif-usai-timbel-besi-mengancam/

    ada tanggapan plzzz

  191. M. Tajudin says:

    Bapak Saft7, aku mau tanya? dari saran Bpk saft7 Mobil Sizuki Baleno menggunakan bahan bakar Pertamax, tetapi sebelumnya mobil saya itu menggunakan bahan bakar Premium, dan sekarang saya ganti ke Pertamax apa da efek samping dan proses penggantian juga tanpa saya STEL dulu, bagai mana ya..? terima kasih Bpk saft7, mohon penjelasannya.

  192. Phenomenon says:

    Ada yang tau kompresi Hyundai Accent X3, berapa yahh compression rationya?

    Thanks

  193. Bedul says:

    om…kalo gak punya kendaraan….
    cocok pake premium,pertamax, atau pertamax plus?

  194. Amin Taufik says:

    Om Saft… kalo di manual disebutkan standar BBM nya pakai RON97, musti nyari dimana tuh BBM yak… xixixixix…. BTW, bole niy diupdate…

    Peugeot 505 GTI 9.8:1
    Peugeot 505 GR 8.8:1
    Peugeot 504 GL 8.8:1

    Thanks,
    AT

  195. Amin Taufik says:

    Nambahin om Saft…

    Peugeot 505 GTI 9.8:1
    Peugeot 505 GR 8.8:1

    Thanks,
    Amin

  196. vasco says:

    Quote :

    “@Yohan:
    Oom Yohan, bener tuh. Sepertinya (saya belum tau pasti), pertamina sudah menambahkan aditif untuk menggantikan fungsi pelumasan tersebut.”
    =================================================================================

    Kalo menurut ingatan saya , dahulu memang bbm kendaraan bermotor itu ditambahkan timbal dan sulfur yang berfungsi membantu pelumasan mesin disisi atas piston ( karena sisi bawahnya sudah terlumasi dengan oli mesin ). Sayangnya memang karena ada isu lingkungan bahwa timbal dan sulfur yang terbuang dari hasil proses pembakaran mesin berbahaya bagi kesehatan manusia, maka dewasa ini mulai ditinggalkan para produsen bbm dunia.

    Lalu masing2x mulai menambahkan aditif sendiri kedalam bbm mereka yang diklaim dapat menggantikan fungsi sulfur untuk membantu pelumasan mesin. Sayangnya mungkin aditif yang dipakai merekapun agak mahal sehingga produk bbm yang menggunakan aditif ini terpaksa dijual lebih mahal dari bbm standar yang masih memakai timbal + sulfur.( Padahal kita juga ga tau aditif yang dipake itu efektif atau ngga untuk membantu pelumasan ).

    Pernah juga dulu tes bakar-bakaran berbagai jenis bbm, untuk produk pertamina premium dan shell ( extra dan extra plus ) residunya meninggalkan karbon yang cukup hitam, nah kalo pertamax dan pertamax plus yang diberi warna oleh Pertamina lucunya malah meninggalkan residu bahan pewarnanya itu ( boleh dicoba sendiri kalo mo lihat langsung ). Kebayang gimana kondisi mesin dengan penumpukan karbon / residu pewarna itu ?

    Malah sekarang lagi rame2xnya percobaan pemasaran bbm dengan embel2x bio, yang komponen penyusunnya memiliki molekul air ( dari methanol / ethanol ), walaupun dalam jumlah sedikit. Pribadi, saya tidak mau coba produk dengan embel2x ‘bio’ ini. Walaupun dari artikel Kang Saft tentang Wa-In, sepertinya air dalam jumlah sedikit dan tersebar merata dalam ruang bakar, dapat menurunkan suhu kerja mesin dan ( seharusnya ) membantu penghematan bbm.

    Resep pribadi ane selama 15rb km terakhir memakai motor, mencampur bbm ( selalu berusaha pake pertamax plus / pertamax ) dengan sedikit acetone. Dalam keadaan kepepet, pernah mencampur hingga perbandingan 50:50 dengan bbm, dan dalam suatu kesempatan riset juga pernah memakai 100% hanya acetone, nyatanya mesin tetap hidup dan kalo boleh dibilang, lebih ‘kenceng’, tapi kalo buat ngirit bbm juga lumayan efeknya, beda sekitar 5-7 km / ltr dibanding tanpa penambahan acetone kedalam bbm..

    Pernah juga mencoba naphthalene / mothball / kapur barus, ini juga nyata ngefek buat hemat bbm dimotor saya, kalo dicampurkan dengan bbm + acetone, biasa melihat peningkatan 5-9 km / liter bbm dibandingkan dengan hanya memakai bbm tanpa aditif…

    Pakai penghemat bensin yang lain ? Bisa, juga pake merek ” Magic Jet”, nyatanya juga pengaruh, bbm juga lebih hemat lagi malah ( karena merk ini tidak mempengaruhi bbm, tapi mempengaruhi kualitas udara yang masuk ke karbu, thus bisa dikombi pemakaian acetone / naphathalene yang efeknya ke bbm bukan udaranya ).

    Belum tau lagi apakah ada pengaruh acetone / naphthalene terhadap peningkatan fungsi pelumasan bbm, ini sekedar sharing apa yang pernah saya tes. Perlu diingat pengaruh aditif pada tiap2x kasus bisa berlainan, dalam kasus saya bisa menghemat bbm, tapi dengan mesin / kendaraan yang berbeda hasilnya juga bisa berbeda, dan saya juga tidak menyarankan anda mencoba sebelum mengetahui kemungkinan resiko yang ada. Acetone diperoleh cukup gampang di apotik, per 100 ml antara 5rb – 10 rb ( tergantung apotiknya )

    Selain itu kalo mo yang murah meriah, coba deh ganti angin bannya dengan nitrogen, pengaruh juga ke pengiritan bbm, selain ban terasa lebih empuk, apalagi untuk perjalanan jauh, suhu ban lebih dingin ( selain cari ban dengan koefisien gesek rendah )…

    Kalo mo lihat forum luar yang banyak ngebahas penghematan bbm dan banyak pelajaran yang ane ambil dari situ, bisa lihat ke : http://www.mpgresearch.com

    Vasco

    Kawak ZX130
    Konsumsi bbm standar ( menurut data ) pabrikan : 1 ltr : 50-55 km
    Hasil coba2x acetone + magic jet ( best session ) : 1 ltr : 57-61 km
    Hasil coba2x acetone + magic jet + naphtalene : 1 ltr : 62 km
    kondisi diatas umum pemakaian harian sekarang, rider + boncenger, intake manifold + mainjet + gearset modif ( tapi hasilnya tidak memuaskan / gagal, sekarang masih dengan kondisi ini ) beban motor sekitar 120kg, melewati jalur Duren Sawit – Rawamangun – Salemba – Senen – Harmoni / kerja PP ).

    Inreyen ( kondisi motor benar-benar standar, tanpa boncenger ) dulu banget dengan magic jet + aditif oli mesin Power-Up pernah mencapai best session : 1 ltr : 77 km

    Semoga berguna,

    Vasco

  197. Hendro says:

    TheOwner Says:

    May 16th, 2007 at 5:04 pm
    UPDATE:
    Daftar mobil yang bermesin TURBO, sudah dihapus dari daftar di atas, karena walau berkompresi rendah, tetap memerlukan bensin beroktan tinggi.

    sebagai informasi tambahan, mesin turbo kompresi rendah tetapi tetap harus menggunakan bensin beroktan tinggi karena pada saat turbo pada mesin aktif maka kompresi pada mesin menjadi lebih tinggi.
    Untuk menghitung sendiri rasio kompresi, rekan-rekan bisa langsung klik di :
    http://www.turbofast.com.au/TFcomp.html

  198. Agus says:

    Kang Saft,
    Kira2 pemikiran pabrik apa ya dgn mengeluarkan produk kompresi tinggi & rendah ? Apakah ada hubungan kompresi dgn kemampuan akselarasi ?
    Yg cukup menggelitik pikiran saya kenapa Avanza ya yg notabene adalah mobil murah, tapi kompresinya tinggi sekali shg perlu bahan bakar pertamax plus?

    Bravo kang Saft
    Agus

  199. Saftari says:

    @Eric:
    Oom.. saya belum baca tuh artikelnya. Timbal memang mulai tidak digunakan lagi dalam bensin.

    @Gus-nur:
    Yang penting jangan sampai ngelitik aja.. kalau ngelitik, perlu ditambah nilai oktan bensin yang diminum mesin.

    @Imet:
    Kompresinya kan emang tinggi tuh oom, sayang juga mesinnya kalau dikasih murni premium.. bagaimana jika dioplos saja antara premium dengan pertamax plus agar nilai oktan agak naik.

    @ALieNHeaD:
    Thanks info nya.. nanti akan ditambahkan

    @Rahmat:
    Seperti yang diutarakan di atas, tidak ada masalah besar selain pemborosan.

    @Roni:
    Thanks masukannya.

    @Yohan:
    Oom Yohan, bener tuh. Sepertinya (saya belum tau pasti), pertamina sudah menambahkan aditif untuk menggantikan fungsi pelumasan tersebut.

  200. eric says:

    mas, kalo bensin tanpa timbal di indonesia saya pernah baca di kompas beberapa minggu yang lalu di sana ditulis bahwa bensin tanpa timbal di indonesia memang tanpa timbal, namun diganti bahannya sebagai pengganti timbal tadi, yaitu pakai besi (Fe). nah, katanya dampaknya lebih buruk untuk lingkungan dan mesin kendaraan itu sendiri. bagaimana indonesia??? nah, dampaknya dengan memakai besi bisa merusak katalitik konverter, apalagi ya, lupa. mungkin beberapa orang disini pernah baca artikel ini deh.

    tapi di sana gak ditulis bensin yang pakai (Fe) tuh apa, apa muungkin semua bensin tanpa timbal di indonesia termasuk, dari premium, pertamax, dan pertamax plus. jadi mungkin kendaraan kita mau digimanain juga, tetep bakal dirusal mesinnya sama (Fe) tadi. ada tanggapan?

  201. imet says:

    Kang….mo tanya meh kalo…. ane pan cuma ada motor scorpio z bensin nya apa harus pertmax-plus..? kalo emang benar,?… sekali isi waduh habis kocek ane kang…. kalo pake premium harus pake tambahan apa kang……thanks. yach…kang…..

    imet
    b 6386 sfc

  202. gus-nur says:

    kang saft….mo nanya neeh….kalo kijang ane taon 95…..harus kah pake pertamax….ato cukup premium…ato perlu oktan bosster (yg recomended apaan yaah….

  203. andre jr. says:

    walah Kang Saft, mobil tua ane (Starlet 93 1300cc) mosok harus pake pertamax? bukankah mseinnya begitu sederhana? secara konsumsinya juga boros ros ros 1:8. gile aje kalo pake pertamax. apa bisa settingnya diperirit? kalo bisa, gimana caranya? kalo bisa 1:9, saya mau ganti pake pertamax… mohon jawabannya Kang Saft… suwun..

  204. Yohan says:

    Om Saft.. Mo tanya nich..
    Bener gak sih kalo leaded (timbal) dalam bensin itu diperlukan mesin konvensional untuk melumasi katup..? jika menggunakan bensin unleaded maka resikonya katup akan mudah aus..? Padahal seperti kita tau penggunaan timbal sebagai aditif (CMIIW) sangat berdampak negatif bagi lingkungan.
    Kalau memang benar seperti itu, mesin konvensional sudah tidak boleh digunakan lagi dong..??
    Thanks ya Om Saft.

  205. Rahmat says:

    kang saft saya ingin tanya nih, saya pengguna motor yamaha mio, selama ini bensin yang saya gunakan adalah pertamax, namun setelah saya melihat tabel mengenai kompression rate dan bensin yang sesuai saya jadi bertanya2, apakah bensin pertamax yang selama ini saya gunakan mempunyai efek yang kurang baik khususnya bagi mtr dgn kompression rate 8.8 : 1??Maaf saya msh krg ngrti soal yg ini. Apakah saya perlu mengganti ke premium???
    Trims byk kang Saft.

  206. ALieNHeaD says:

    Motor :
    Bajaj Pulsar DTSi 180 cc Rasio Kompresinya 9.5 : 1

  207. Roni says:

    Memang betul saat rasio kompresi tidak selalu berhubungan dengan oktan BBM. Namun sebagai rule of thumb sepertinya masih berlaku, at least untuk mesin2 bensin konvensional (bukan GDI, non VVT, non-turbo). Seperti halnya saat ini, beberapa jenis motor terkini (yang menggunakan liquid cooling seperti Honda Vario dan Yupiter MX) justru memiliki rasio kompresi tinggi (di atas 1:10,5) namun namun mintanya cuma bensin premium saja. Rupa-nya untuk mesin ber-cc kecil (spd motor, misalnya), perpaduan antara kompresi tinggi, pengapian yang sedikit lebih mundur, desain combustion chamber + valve yang dioptimalkan dan pengurangan temperatur di combustion chamber bisa sedikit mendongkrak torsi jika dibandingkan dengan pendekatan lama: kompresi rendah, cooling “seperlunya” dan timing pengapian std. Namun pada prakteknya, ternyata performancenya masih cukup terasa bedanya kalau diganti dari Premium ke Pertamax Plus lho… Dan jangka panjangnya juga ga tau, apakah akan terjadi carbon deposit yang relatif cepat? Makannya banyak para pengguna MX dan Vario yang lebih suka pake Pertamax (or Pertamax Plus).

  208. Sulistiyono says:

    Om Saft, bagaimana dengan mobil imut Atoz (yang 1000 cc)? Mustinya isi premium ato pertamax?

  209. Saftari says:

    # Ktut Sukarno Says:
    Bang Saft,
    1. Data rasio kompresi BMW rasanya kurang lengkap. M10, M20, M40 dst tidak ada.
    2. Toyota Avansa di daftar tsb diatas untuk mesin 1500 cc atau 1300 cc ? VVTI atau yg bukan ?

    Jawab:
    Oom Ktut,.. saya menyadari hal tersebut.. mohon kalo ada data silahkan disampaikan.. agar saya tambahkan… maafkan keterbatasan kemampuan saya ya.

  210. Ktut Sukarno says:

    Bang Saft,
    1. Data rasio kompresi BMW rasanya kurang lengkap. M10, M20, M40 dst tidak ada.
    2. Toyota Avansa di daftar tsb diatas untuk mesin 1500 cc atau 1300 cc ? VVTI atau yg bukan ?
    Thanks.

  211. Yohan says:

    Thanks atas Infonya Om Saft..
    Anyway bisa diulas mengenai dampak penggunaan timbal dalam bahan-bakar pada mesin2 lama (spt untuk tipe K dari toyota yang cukup legendaris, atau jenis C pada motor honda) dan dampak terhadap mesin2 baru (generasi dengan Injection..) Once Again Thanks banget ya Om Saft..

  212. Saftari says:

    # Made Says:
    wah..diskriminasi niy..secara mobil saya berbahan bakar diesel..hiks..ditunggu pencerahannya ya kang saft.

    Jawab:
    Wah maaf banget nih oom Made, kebetulan yang banyak pilihannya kan mobil bensin. Nanti deh kalo aku dapet informasi soal diesel, akan kubahas soal solar… makasih masukannya ya!

  213. Bowie says:

    kalo menggunakan aditif yg bisa menaikan oktan, apakah sama hasilnya dibandingkan dengan oktan yg ada di bensin itu sendiri..? Need pencerahan ….

  214. Made says:

    wah..diskriminasi niy..secara mobil saya berbahan bakar diesel..hiks..ditunggu pencerahannya ya kang saft

  215. Saftari says:

    Untuk oom Saturday Mechanics,

    Thanks ya tambahan informasinya… benar2 bermanfaat dan menambah wawasan yang lebih dalam. Maaf kalau saya membuat artikelnya terlihat sederhana.

    Salam!
    saftari

  216. Yth Kang Saft. dan para pembaca budiman lainnya:

    Beberapa informasi tambahan yang mungkin bermanfaat:

    1. Kejadian knocking /ngelitik:
    Suara yang kita dengar sebagai “knocking” (istilah Indonesianya: ketuk) sebenarnya adalah pertemuan dua lidah api dari dua ledakan dari dua pembakaran yang terjadi berurutan. Satu pembakaran terjadi dari ledakan spontan bensin beroktan rendah, satu lagi dari pembakaran yang memang semestinya terjadi oleh busi (setelah pembakaran spontan yang salah tersebut, dengan bahan bakar belum semuanya menyala, busi memercikkan apinya). Ketuk ini memberi tekanan yang sangat besar pada piston dan klep (dan juga dinding silinder), dan dalam jangka panjang, akan merusak mesin. Pembakaran spontan (prematur) tersebut juga mengurangi efisiensi mesin karena ekspansi gas dari pembakaran terjadi mendahului saat dimana ekspansi tersebut diinginkan untuk menekan piston turun (power stroke).

    2. Memundurkan timing untuk mencegah knocking.
    Agar kedua ledakan /pembakaran tidak saling tubruk, maka timing dimajukan. Jadi pembakaran yang semestinya terjadi justru mendekati waktu pembakaran yang keliru. Maka terhindarlah dua lidah api bertemu dari dua ledakan. Tentu saja tindakan ini akan menurunkan efisiensi mesin. Silakan coba: Mundurkan timing pada kendaraan yang masih bisa disetel manual. Akan didapatkan jarum penunjuk temperatur mesin naik sedikit pada temperatur operasi.

    Pada kendaraan dengan knocking sensor, terdapat sensor getaran pada dinding mesin. Bila sensor ini mendeteksi getaran pada frekuensi yang tidak normal (dideteksi sebagai ketuk), ECU (atau vacuum pada mesin lama) akan menarik timing maju, dan mungkin akan menyesuaikan aliran bahan bakar.

    3. Hubungan dengan rasio kompresi.
    Rasio kompresi bukan satu-satunya penentu angka oktan yang diperlukan. Bentuk ruang bakar, desain mesin, bentuk kepala piston, perbandingan campuran bahan bakar, aliran masuk bahan bakar (dan manajemen alirannya serta fitur seperti cyclone, valve deactivation, variable valve timing, turbocharger /supercharger, gasoline direct injection, dll) juga bisa mengubah kebutuhan oktan naik /turun. Jadi sebaiknya dilihat buku petunjuk (manual kendaraan) mengenai kebutuhan oktan. Termasuk apakah kendaraan boleh menggunakan bahan bakar bertimbal, menambah aditif, dll.

    4. Memilih angka oktan.
    Memilih oktan untuk kendaraan seperti mengisi air ke dalam gelas hingga tinggi tertentu. Ada batas di mana mesin akan terpuaskan. Kurang menyebabkan tidak optimal dan terganggu. Makin penuh makin OK. Namun terlalu banyak hanya akan tumpah, mubazir saja.

    5. Oktan di pompa bensin di Indonesia.
    Dengan hadirnya bensin dari berbagai produsen,angka oktan pada bensin semakin ngetop. Dulu kita hanya tahu premium, pertamax (ex super). Premium beroktan 88 (dulu 87) (padahal sudah lazim di dunia otomotif premium beroktan 90 ke atas, 88 disebut regular). Sekarang kesadaran akan nilai oktan menjadi tinggi, karena angka oktan menjadi standar pembanding antar merk bensin dari berbagai produsen.
    Sebenarnya sudah saatnya di Indonesia dibuat peraturan agar angka oktan harus dituliskan dengan angka besar di setiap dispenser pompa bensin, dan di balik flap tutup lubang pengisian tangki bahan bakar /pada tangki tanpa flap: pada dinding tangki bahan bakar kendaraan.

    Sekian informasinya.

    Saturday Mechanics

    Many people can do your car.
    At Saturday Mechanics, we do it right.
    http://www.pmmark-online.com

  217. Saftari says:

    # ^CB^ ® Says:
    Bagaimana dengan mesin yg sudah ada knocking sensor? Walaupun dalam buku manualnya disarankan menggunakan bensin dengan RON minimal 91, apabila mengkonsumsi premium, apakah akan terjadi kerusakan dalam jangka panjangnya (penumpukan kerak atau piston bolong)?

    Jawab:
    Mesin dengan knocking sensor, bekerja untuk mengantisipasi apabila terjadi knocking. Tetapi bukan berarti kita bisa pindah ke bensin dengan oktan lebih rendah dari yang diminta mesin. Pada oktan yang dianjurkan saja bisa terjadi knocking (karena panas, beban berlebih, bensin buruk, dsb), maka knocking sensor membantu mengantisipasi mengurangi gejala tersebut. Jika dimasukkan bensin beroktan lebih rendah.. bisa jadi knocksensor bekerja terus.. hehehe…

  218. Saftari says:

    # Echo Says:
    Bung,
    Kalo misal mencampur pertamax ama premium dengan rasio 1:4 (50rb : 200 rb) untuk kompresisi 9,5 : 1.0 gimana???

    Jawab:
    Utamanya kan pada masalah “ngelitik”… ide oplos ini udah banyak yang menerapkan juga, dicoba-coba komposisi terbaik hingga tidak ada gejala ngelitik. Bantu juga dengan sedikit memundurkan pengapian jika diperlukan.

  219. Saftari says:

    # wiseguy Says:
    om, saya BMW 520′93 vanos idealnya pake bensin apa yah? karena sekarang petramax plus koq hampir beda 2000/lt dari premium, mengerikan! beberapa bulan yang lalu pernah petramax plus cuma 5000, itu ok2 aja, tapi sekarang udah 6350, jadi males isi, tapi takut efek diisi preium malah jadinya nanti costnya lebih mahal, gimana solusinya om?

    Jawab:
    Om, sayang sekali bmw punya oom ga bisa diatur timing pengapiannya, sebab udah Set di ECU nya. Solusi untuk penghematan mungkin bisa coba itung2 pakai premium+octane booster, atau metode oplos premium dengan pertamax plus, atau cara lain yang tidak ramah lingkungan.. menggunakan katalis yang berbahan dasar TIN.

  220. ^CB^ ® says:

    BRAVO !! Sangat berguna. Tapi ada sedikit pertanyaan :

    Bagaimana dengan mesin yg sudah ada knocking sensor? Walaupun dalam buku manualnya disarankan menggunakan bensin dengan RON minimal 91, apabila mengkonsumsi premium, apakah akan terjadi kerusakan dalam jangka panjangnya (penumpukan kerak atau piston bolong)?

  221. Echo says:

    Bung,
    Kalo misal mencampur pertamax ama premium dengan rasio 1:4 (50rb : 200 rb) untuk kompresisi 9,5 : 1.0 gimana???

  222. wiseguy says:

    om, saya BMW 520’93 vanos idealnya pake bensin apa yah? karena sekarang petramax plus koq hampir beda 2000/lt dari premium, mengerikan! beberapa bulan yang lalu pernah petramax plus cuma 5000, itu ok2 aja, tapi sekarang udah 6350, jadi males isi, tapi takut efek diisi preium malah jadinya nanti costnya lebih mahal, gimana solusinya om?
    thx

  223. hericz says:

    LUAR BIASA pak saftari!

    Topik lama yang bisa ditulis jagoan hingga mudah dimengerti!

  224. TheOwner says:

    Buat Osie,… sudah terjawab dari update di atas … thanks

    Buat OOm Reza.. Thanks!

    nanti ditambahkan.

  225. TheOwner says:

    UPDATE :

    ditambahkan pada artikel di atas..

    Solusi Alternatif:
    Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:
    - Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
    - Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
    - Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
    - Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
    - dan lain-lain.

  226. Reza says:

    Oom Saft…
    Kalo untuk starlet setau aku nih ya…

    XL = 1000cc = 1E = 9.3:1
    SE = 1300cc = 2E = 9.5:1

    Kalo udah turbo, CR-nya sekitar 8.0-8.3:1

    Semoga bermanfaat….

  227. Osie says:

    Saftarriiii…………………

    sekalian, pa kabar neh.. hiyehehehe….

    anyway, kalo picanto gw masa harus pake pertamax plus?!? bisa bokek euy…. kasih ide dunk, kmrn2 seh gw isinya pertamax.. tapi setelah naik, bisa tipis banget neh dompet gw ama atm bisa kosong…song…song…melompong…

    nah sekarang gw ganti premium…secara di bilangnya pake pertamax plus, mungkin apa harus ada tambahan tertentu untuk ican gw? kasih info dunk.. gw kan juga ga mau ada2 apa dgn mobil kuuww…

    hehehe.. thanks yah saftari…. =)

  228. gigin says:

    Kajian sederhana tapi bermanfaat sekali…dua jempol deh untuk om saft!!
    ditunggu artikel2 lainnya..

  229. TheOwner says:

    # Ivan Says:
    Om, jadi kalo honda jazz vtec itu mesti pake nya pertamax pluss donk… weleh…. mahal…

    Jawab:
    hehehe… udah gitu boros ya mas?

  230. TheOwner says:

    UPDATE/REVISI:

    ditambahkan pada bagian kesimpulan..

    Kesimpulan:

    - Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
    - Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin sulit terbakar
    - Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
    - Bensin yang gagal terbakar (oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

  231. Ivan says:

    Om, jadi kalo honda jazz vtec itu mesti pake nya pertamax pluss donk… weleh…. mahal…

  232. TheOwner says:

    # supriyanto Says:
    ada contoh yang rekomended om ?

    Jawab:
    wah sayang… ga mau nyebut merek nih… ekekekke

  233. supriyanto says:

    ada contoh yang rekomended om ?

  234. TheOwner says:

    # supriyanto Says:
    Om saft, kan sekarang banyak yang jual aditif buat bensin yang katanya buat naikin oktan bensin. Beneran ga sih tuh om

    Jawab:
    Kalau mereknya jelas.. itu bener oom.. cukup menolong untuk menghilangkan ngelitik.

  235. TheOwner says:

    # ochiet Says:
    mau tanya om saft, kalo starlet tahun 88 itu kompresinya berapa ya, soalnya gak punya buku petunjuknya.

    Jawab:
    nantikan update dari temen2 yang punya starlet ya om…

  236. TheOwner says:

    UPDATE:
    Daftar mobil yang bermesin TURBO, sudah dihapus dari daftar di atas, karena walau berkompresi rendah, tetap memerlukan bensin beroktan tinggi.

  237. supriyanto says:

    Om saft, kan sekarang banyak yang jual aditif buat bensin yang katanya buat naikin oktan bensin. Beneran ga sih tuh om

    Trims ya

  238. ochiet says:

    mau tanya om saft, kalo starlet tahun 88 itu kompresinya berapa ya, soalnya gak punya buku petunjuknya.

    thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 




Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com