.

 

Masa Inreyen.. apaan sih?

inrijden-00

Masa Inreyen (Belanda: inrijden) atau Break-in atau Running-in selalu disampaikan untuk dipatuhi saat membeli kendaraan baru, dan anjuran tersebut ada di buku pedoman pemakaian kendaraan, baik itu mobil maupun motor.

Banyak informasi yang mengatakan Inreyen tidak perlu lagi, alasannya karena mesin sudah di test di pabrik dan antar komponen sudah dibuat sedemikian presisi. Bahkan informasi itu muncul dari kalangan ATPM (pemegang merek) dan pabrikan kendaraan itu sendiri.

Namun informasi tersebut bukan informasi tertulis dan dapat dipertanggung jawabkan, karena nyatanya seluruh pabrikan kendaraan tetap menganjurkan untuk mengikuti proses Masa Inreyen untuk kendaraan baru (mobil maupun motor) yang tertulis pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual / Owner Manual).

[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

.

APA MANFAAT MASA INREYEN?

Selama Masa Inreyen, permukaan komponen-komponen baru yang saling bersentuhan memiliki tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Sekalipun komponen tersebut dibuat dengan sangat presisi, jika permukaannya dilihat dengan bantuan mikroskop akan terlihat tekstur yang kasar, berlubang ataupun bergaris/alur. Jika mesin dijalankan secara tidak benar, maka komponen yang bergesekan tadi akan mengalami keausan yang cepat, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kerusakan komponen.

.

.

INREYEN DIABAIKAN?

Yang umumnya terjadi apabila Masa Inreyen diabaikan, di beberapa bulan ke depan dan tahun-tahun mendatang akan terjadi:

  • Konsumsi BBM akan semakin boros
  • Konsumsi Oli akan meningkat (lebih cepat tambah oli / topping-up)
  • Kerusakan mesin lebih cepat terjadi.
  • .

    Jadi manfaat dari mematuhi Masa Inreyen ini adalah:

    “Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang”

    .

    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

    .

    BAGAIMANA PROSEDUR INREYEN?

    Masa Inreyen perlu dijalankan oleh kendaraan baru dan yang baru diperbaiki (turun mesin, ganti kampas rem, ganti ban baru, ganti kopling).

    Prosedurnya sangat mudah dan sederhana:

  • Hindari melakukan akselerasi dengan gas penuh (wide open throttle) saat start dan mengendarai.
  • Hindari memacu mesin hingga lebih dari 4250rpm (untuk Motor tidak lebih dari 6000rpm) atau kecepatan lebih dari 100 km/jam
  • Sebaiknya cobalah untuk menghindari melakukan pengereman mendadak selama 500 km pertama, baik untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kampas/disc rem.
  • Tidak berjalan perlahan dengan transmisi manual di posisi gigi tinggi dan sebaliknya.
  • Tidak berkendara dalam waktu lama dengan posisi gigi yang sama terus menerus, baik saat kecepatan tinggi atau lambat.
  • Lakukan perpindahan gigi dengan kopling secara halus hingga kopling bekerja optimal dan efisien selama 500km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kopling set.
  • Kurangi kecepatan saat melalui jalan licin atau saat hujan, karena grip roda belum optimal terhadap aspal/jalan, selama 300km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti ban baru.
  • Sebaiknya gunakan oli mineral selama 1000km pertama
  • Tidak menarik mobil/mengangkut beban berat selama 1000km pertama
  • .

    .

    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

    .

    APA MASIH PERLU INREYEN?

    Pada penjelasan di atas, sudah dijelaskan manfaat dan bagaimana mudah dan sederhananya prosedur Inreyen. Tetapi saya yakin Pro dan Kontra masih perlu tidaknya Masa Inreyen akan terus ada dan seru untuk diperdebatkan. Saya coba uraikan beberapa hal teknis yang membuat semua pabrikan kendaraan mencantumkan anjuran Masa Inreyen / Masa Uji Kendaraan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan.

    Komponen Mesin

  • Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa “debris” (sisa machining saat komponen mesin dibuat). Saat komponen mesin dibuat, banyak proses yang dilalui seperti: casting, forging, machining/shaping dan sebagainya, akan meninggalkan serpihan-serpihan logam berukuran sangat kecil, meski sudah dilakukan pembersihan di setiap proses.
  • Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa coolant dari proses machining, sebab lapisan coolant akan masih tetap menempel pada komponen, meski sudah dibersihkan
  • Masa Inreyen diperlukan untuk membuang sisa-sisa oli pengawet, setelah dibuat dan dibersihkan, komponen mesin biasanya dicelup oli pengawet agar saat dalam perjalanan menuju jalur perakitan tidak teroksidasi akibat kelembaban. Bisa dilihat saat membeli komponen, biasanya ada yang dibungkus dalam plastik yang ada oli, untuk melindunginya
  • Komponen Bergerak

    Setiap komponen yang bergesekan mempunyai tingkat kehalusan permukaan yang berbeda-beda, apalagi komponen tersebut adalah suatu produksi massal. Sekalipun komponen itu dibuat sedemikian presisi, tetap memerlukan proses penghalusan dan fitting yang dilakukan secara tidak terburu-buru/instant.

    .

    .
    Foto di atas memperlihatkan ada 3 Ring (cincin) pada piston.

    Ring #1 adalah Compression Ring,.. ring yang menjaga agar tidak ada gas/udara yang lolos ke bawah saat piston melakukan tekanan/kompresi.

    Ring #2 juga Compression Ring, yang menahan gas/udara yang lolos dari Ring #1 agar tidak lolos ke bawah.

    Ring #3 adalah Oil Control Ring atau sering disebut Ring Oli / Ring Bilas Oli.. berfungsi membasahi dinding silinder yang bergesekan dengan Ring Piston (#1 dan #2).

    Jika proses Masa Inreyen tidak dilalui dengan baik, membuat kerapatan antara Ring Piston dengan Silinder tidak sempurna, sehingga terjadi kebocoran kompresi. Dan mesin tidak bekerja optimal dan efisien untuk masa kedepan.

    Sedangkan untuk menyesuaikan toleransi antar komponen tidak diperlukan lagi, karena komponen mesin sekarang dibuat memakai mesin CNC (Computer Numerical Contol) yang presisi dengan kesalahan dalam ukuran beberapa micron.

    Komponen Mesin

    Komponen mesin yang bergerak lainnya seperti Piston, Cam, Crankshaft, dll. juga sama-sama memerlukan proses Break-in. Bahkan dibutuhkan waktu hingga 1000km pertama.

    Selama masa Inreyen, oli akan menyebar merata ke seluruh komponen bergerak dan membuat lapisan film (tipis) antar komponen tersebut.

    Apabila proses pelapisan tersebut tidak optimal akibat selama masa inreyen mesin dipaksakan dengan beban tinggi atau putaran tinggi, akan berakibat cacatnya komponen-komponen bergerak tadi.

    .

    Pada foto di atas terlihat guratan akibat gesekan antar komponen yang tidak mendapatkan pelumasan cukup atau tidak adanya lapisan tipis oli.

    .

    .
    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

    .

    Faktor Keselamatan (safety)

    Kampas Rem dan Disc / Tromol

    Masa Inreyen pada sistem rem, dikenal dengan bedding atau pre-burnish.

    Karena permukaan kampas rem dengan disc atau tromol berbeda tingkat kehalusannya, maka umumnya saat masih baru, pengereman masih kurang efektif. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya permukaan yang saling bergesekan untuk menghentikan kendaraan.

    .

    Dengan demikian Masa Inreyen diperlukan untuk:

  • mengoptimalkan gesekan antara pads dengan disc atau kanvas dengan drum, saat proses break-in ini terbentuk alur-alur yang membuatnya lebih pakem daripada saat benar-benar baru.
  • mengoptimalkan kekerasan kanvas, saat break ini kanvas seolah dimampatkan sehingga kepadatan material gesek lebih optimum
  • Untuk itu diperlukan proses masa Inreyen (break-in) bagi sistem rem hingga berfungsi optimal dan efektif.

    .

    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]
    .

    Traksi Ban Terhadap Aspal/Jalan

    Berkaitan dengan hal-hal teknis dan perbedaan spesifikasi dan lainnya, membuat ban mempunyai tingkat yang berbeda-beda terhadap potensi traksi terhadap jalan/aspal hingga periode waktu Break-in terlewati. Yaitu perlu waktu sekitar 300km untuk membuat ban mempunyai potensi traksi yang optimal terhadap jalan/ aspal.

    .

    Sewaktu melalui jalan basah/licin, ketika melewati genangan air, bisa terjadi fenomena Hydroplaning yang membuat ban kehilangan traksi terhadap aspal/jalan, sehingga kendaraan menjadi hilang kontrol dan kehilangan kemampuan rem untuk menghentikan kendaraan. Kurangi Kecepatan saat melalui jalan yang ada genangan air.

    Proses Masa Inreyen diperlukan ban untuk:

  • membuang carnauba wax yang biasa dipakai sebagai mould release, pada cetakan ban, yang masih menempel pada ban
  • “mencukur” permukaan kontak ban sehingga menjadi kasar dan ban lebih grip/menggigit di aspal/jalan
  • KESIMPULAN

    Manfaat dari mematuhi Masa Inreyen adalah: Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang

    Masa Inreyen tidak hanya untuk mesin, tetapi juga faktor keselamatan seperti Ban dan sistem Rem

    Masa Inreyen bagi produsen kendaraan (mobil dan motor) adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh Pemilik/Pengguna Kendaraan

    (Tertulis di buku Panduan Pemakaian seluruh merek Mobil dan Motor apapun)

    Masa Inreyen bagi Pemilik/Pengguna Kendaraan adalah suatu pilihan…

    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

    .

    Special Thanks:

  • Artanto Wahyudi untuk tambahan tipsnya.
  • Untuk sahabat-sahabat di milis AXIC@yahoogroups.com untuk diskusi yang menarik seputar perlu tidaknya inreyen.
  • sumber referensi:

    http://www.stealth316.com/2-breakin.htm

    http://www.myturbodiesel.com/1000q/enginebreakin.htm

    buku User/Owner Manual BMW, Mercedes, Mitsubishi, Honda, Nissan dan Toyota.

    ,

    [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]

    ,

    50 Responses to Masa Inreyen.. apaan sih?

    1. peter parker says:

      bnyak yg bingung y ? pro dan kontra n memenangkan opini masing2. untuk lbh membuktikan opini mana yang benar. di comparasi aja dalam kurung bwt yg mampu. beli 2 sepeda motor yg sama merk standaran n jenis yg sama. yang 1 inreyen menurut buku petunjuk yg 1 lg digeber abis nyampe motor melotot minta ampu. terus kita tunggu 3 atau 4 tahun mendatang. lebih baik perlakuan mana tentang konsumsi bbm keadaan n keawetan mesin

    2. Ridel vaio says:

      Sepeda gw ga pake inreyen jg…beli langsung goes sekenceng2 nya….wkwkwkwkwkwk

    3. Rico says:

      Masa inreyen (break in) dilakukan secara perlahan adalah sangat tepat, jika anda pernah belajar di program studi teknik mesin tentunya akan dapat memahami secara komprehensif mengapa hal tersebut sangat diperlukan utk mengoperasikan mesin baru, terlalu byk & rumit utk dijelaskan dlm 1 artikel agar anda bisa memahami mengapa muncul keharusan masa inreyen, meskipun sebagian anda merasa bahwa anda adalah fast learner & logika anda sangat baik, jujur saja itu semua belum cukup, perlu pemahaman fundamental tentang mesin itu sendiri yg hanya bisa anda dapatkan dr pendidikan formal di bangku kuliah, dimana akan jelas tentang dasar teori hingga implementasinya di laboratorium teknik & lapangan (termasuk bukti2 ilmiah yg mungkin sebagian dr anda memintanya).

      Pendapat2 yg berkembang tentang hard break in jelas hanya berdasar atas metode try & error serta logika umum pemakai kendaraan semata, tdk didasarkan atas pengetahuan fundamental keilmuan teknik mesin.

      Mekanika teknik, mekanika fluida, thermodinamika & metalurgi adalah sebagian kecil ilmu yg perlu anda kuasai utk bs mengerti ttg mesin, sy percaya pihak pabrikan memiliki ahli2 ttg mesin yg sangat mengerti & menguasai beragam bidang keilmuan yg dibutuhkan utk dapat membuat suatu mesin yg baik termasuk bagaimana cara menggunakannya dibanding kita.

      So, buat apa susah2 berdebat utk sesuatu yg tdk anda mengerti? Ikuti saja petunjuk pabrikan yg pasti ingin agar produk mrk terbukti awet dipakai oleh konsumennya yaitu kita.

      Cheers……..

    4. Adhe says:

      Trus klo beli Ferrari baru dari dealer, ga bs langsung di bawa trackday ke sentul donk,,yah mending beli odong2 donk,,,

      Kalo saya si ga begitu memperhatikan masalah inreyen, selama pemakaian wajar dan walaupun rpm tinggi paling tidak ga sampe redline,,

    5. artikel yang menarik. sekedar info bahwa kami menyediakan buku2 teknik sebagai bahan referensi kuliah dan skripsi. dengan harga mahasiswa
      terima kasih.
      salam

    6. Dody says:

      Tanyakan Kepada Tuhan YME pasti jawabannya BENAR ….

    7. emyth says:

      dear bung saft,
      mobil saya baru keluar dr dealer sekitar semingguan,pemakaian wajar2 aja sampe 800 km-an, abis itu mobil dipake keluar kota yang tanjakannya tinggi bgt sampe bbrp kali kec nya sampe 100 km/jam. Pas mobil berhenti,kok kayak kecium bau2 sangit gitu,panas kali ya? Duh,jd kuatir. Apa yg hrs saya lakukan untuk mencegah kerusakan mobil sy itu? Tlg pencerahannya

      • tyo says:

        klo di tanjakan, biasanya saat mau maju pasti pake sistem setengah kopling (apalagi klo nanjak pas macet) dan tentunya sering nge-rem pula…

        jadi mungkin kopling-nya gosong atau rem-nya kepanasan

    8. rendi says:

      ya kalo turun mesin doang ato kalo ganti jeroan baru..kalo mesin lama mah udah ga bakal ketemu inreyen lg kang

    9. newbiebagz says:

      mau tanya ni, kalo sepeda motor udah dipake (bukan baru) bisa di inrayen lagi ga ya? thx infonya.

      • tomskai says:

        biasa sih kalo abis turun mesin , ganti seher segala macem , itu baru inrayen lagi. mmm , -+ 1-3 minggu

    10. didit says:

      Menurut ilmu teknik mesin, masa inreyen itu adalah masa penyesuaian antar komponen mesin yang masih baru, sehingga gesekan antar komponen pada mesin yang masih baru itu lebih kasar karena permukaannya belum terlindungi oleh lapisan film dari sistem pelumasan… gitu om……

    11. handri sugiarto says:

      Kalau pengalaman saya pribadi,setiap saya ngereyen mobil,saya selalu membawa mobil sekencang kencangnnya alhasil setelah melampawin masa reyen mobil akan enak dipakai,tenaga ada ,dipacu kenceng ok,dalam mengindreyen motor juga begitu…selamat mencobaaaa ,buktikan !!!!!!!!

    12. Lakso says:

      Bang Saft,
      Setuju sama Bung Jaav. Sering kali saya lihat mobil-mobil baru, terutama yang kelas menengah ke bawah tidak diantar menggunakan truk hingga ke dealer tapi langsung dikendarai lewat tol cikampek dengan kecepatan antara 90-100 km/jam. Nah, pada saat sampai ditangan di pembeli kondisi mesin mobil udah “gak perwan” lagi. Jadi gimana donk solusinya buat kita yang punya kocek pas-pasan yang cuma bisa beli mobil kelas menengah ke bawah ? Tulung yah… thanks

    13. jaav says:

      Om saft saya pribadi sangat setuju dengan pendapat diatas dari om Saft sesempurna-nya buatan manusia pasti ada cela jg, oleh sebab itu untk mengantisipasi ya perlu dilakukan seperti pada petunjuk diatas.
      nah yg ingin saya keluhkan adalah bagaimana jika kendaraan terutama Roda 4 (mobil) yg dibeli dari luar jakarta seperti sumatra tentunya ada expedisi yg mengantarkan kendaraan tersebut biasanya dijalankan, saya sering menemui mobil² profit ini dibawa dengan sesuka hati tanpa memikirkan masa rayen bahkan dengan beban yg berlebihan padahal ini barang belum sampai ke pemiliknya, klo kenyataan yg seperti ini bagaimana om padahal belum tentu si pemilik tidak mematuhi masa rayen-nya “terimakasih”

    14. ugOp says:

      Dear boss Saft,
      dalam prosedur inreyen diatas disebutkan “Tidak berkendara dalam waktu lama dengan posisi gigi yang sama terus menerus, baik saat kecepatan tinggi atau lambat” Maap nih saya kurang menangkap maksudnya, bisa dijelaskan lebih lanjut? dan apa dampak teknisnya jika tidak dilakukan?
      Mitsubishi Gallant saya baru Full O/H dan beberapa kali saya jaga rpm nya sekitar 3500rpm untuk waktu yg lama. akibatnya suhu mesin naik diatas normal. Apakah ini yg dimaksud? please pencerahannya.

    15. Fr1z says:

      aduh nih masalah ga bakal abis2 kalo kita yang bahas, abisnya ga ada fakta-fakta kuat dan 100% terbukti kebenarannya!!

      kok gw bisa ngomong gitu ? kan pabrik jelas-jelas bilang untuk menerapkan masa inreyen, yang paling simple piston , kalo alasannya agar tidak baret dikarenakan permukaan yang tidak rata maka dengan ini gw mau bertanya :

      ada ga bukti otentik secara independen yang menyatakan bahwa kalo dilihat dibawah mikroskop, piston baru itu dindingnya kasar ?

      karena selama ini gw cuma denger dan baca kalo itu semua cuma KATANYA.
      yah kata pabriknya….kata mekaniknya….kata orang…. kok ga ada yang bilang FAKTANYA MEMANG BEGITU !!!

      trus kalo bener kasar, apakah mesin baru yang langsung geber dan gaspol bakalan langsung baret ? apakah ada hasil penelitian yang kredibel yang menyatakan hal ini benar ?

      mungkin kalo dari pemikiran gw sih gitu tapi itu semua kembali ke rekan-rekan semua, tapi perlu diingat mesin yang dibawa pelan tentu akan lebih awet dibanding yang dibawa kencang dalam hal durabilitas, hal ini sangat wajar karena semua komponen ada masa tayangnya ( dah kaya film aja … )

      pelan = jarak servis wajar
      kencang = jarak servis lebih cepat

      thanxs….

      • gibson says:

        menurut q penjelasan diatas adalah benar menurut teori. brdsarkan faktanya ada bukti yg membenarkan. contoh: boring & piston disebut sempurna jika ga kluar asap putih untk msin 4 tak. tp coba liat permukaan boringnya pasti ada bekas gesekan dari piston. biarpun bgitu ttp msin ga ngebul. itu bukti bahwa inreyen sukses. bandingkan dgn boring yg msh baru. pasti msh halus tanpa goresan sdktpun. jika pada masa inreyen mesin lgsg digeber n ga ada mslh dgn msin. itu faktor kebetulan yg tertolong oleh pelumasan oli yg cpat.
        kesimpulannya:
        mesin baru tanpa inreyen punya resiko tinggi trhdp kerusakan. ibarat manusia yg lgsg berolahraga keras tanpa pemanasan punya resiko kram.

    16. john says:

      Bajai nggak pake inreyen..

    17. budi says:

      Waduh, no comment nih. Argumen kedua pihak (pro and kontra inreyen) sama2 masuk akal. Hehehe… pusing. Dari pengalaman yang udah2 (dgn inreyen), mobil baik2 aja (oli gak bocor, asap knalpot msh bening) sampe umur 10 thn-an.

    18. ocon says:

      Bagaimana dgn perlakuan inreyen secara langsam/tdk dijalankan..? Apakah ini baik juga..? Berhubung telah saya terapkan pada motor saya, krn waktu yg sempit sehingga pada masa inreyen hanya sering saya panaskan saja tampa mengendarainya..?
      Mohon masukannya bung saft..

    19. andree says:

      inreyen………….
      apaan tuh?
      langsung gaspol aja……

    20. Andre Irawan says:

      Menurut saya sih . .kalo mobil baru, inreyen perlu . . bukan untuk mesinnya, karena katanya untuk mesin di pabrik sudah di run in sekian jam untuk memastikan dudukan dudukan parts bergeraknya sudah sip semua.
      Tapi inreyen yg kita jalani adalah untuk meng-inreyen-in kanvas kopling, kanvas rem, gearbox dll

    21. Tukang ngebut says:

      Buat saya, Inreyen itu nyata, meski banyak pabrikan yang sudah bilang gak perlu lagi.
      2 kendaraan saya (mobil), saya perlakukan inreyen terbaik 500km pertama. Tidak lebih dari 80kmh, dan tidak berakselerasi dadakan, atau penggunaan RPM tinggi. hasilnya, sangat baik setelah dipakai 10 tahun . Knalpot masih kering, tidak ada gejala kebocoran oli. Sebaliknya kendaraan kantor, “diperkosa” abis, sesaat keluar dealer, hasilnya, 6 tahun sudah mulai basah knalpot. Padahal jarak tempuh lebih jauh kendaraan pribadi saya (diesel) yang sudah sampai di 400.000km. Jadi. Inreyen adalah pilihan…Namun ini adalah pilihan untuk lebih baik, MENGAPA TIDAK?

      Saya perlakukan test juga untuk motor tahun 2005. saya “perkosa” abis di awal 2000km pertama, selebihnya wajar2 saja. Tepat 3 tahun 2 bulan setelah masa garansi berakhir mesin sudah ngebul. Langsung saya jual. saya ganti lagidengan jenis yang sama 2009 ini. Saya perlakukan inreyen sangat baik. Kita tunggu 3 tahun kedepan.

      OO yah, soal tadi ada yang komen, motornya jadi lebih enak karena digeber, itu bener tapi ingat,

      Umur performance mesin sama dengan manusia. seperti kurva parabolic terbalik. Tinggal lebar kaki kurvanya yang beda beda. Setelah puncaknya tercapai dengan cepat, maka lembah rendahnya juga akan tercapai dengan cepat.

      Sampe ketemu lagi
      Salam

    22. INREYEN says:

      Inreyen kudu dan wajib dilakukan…jika mau mesin mobil/motor dkk lo awet, lo musti inreyen di tahap awal, abis itu lo mo apakan ke tu mesin..mo digeber kek… mo dibesut kek mo dipecut kek no problem…don’t worry be happy…good performa…

    23. tebede says:

      BELIEVE IT OR NOT!
      Motor saya produksi th 2008, dan dari sebelum beli memang udah diniatin mau inreyen ala motoman (run it hard!).
      Setelah bbrp ribu km kemudian(3 bulanan), saya bandingkan dg motor yg sama persis (tp lebih muda 2 bulan) punya teman kantor, ternyata.. tarikannya memang beda! seurieus!
      Padahal keduanya sama2 std-an, menggunakan bbm dan oli yg sama. Metode teman kantor ketika masa inreyen memang sangat bertolak belkang dg yg saya lakukan, bahkan menurut beliau di 1000km awal dia ga pernah lebih dr 50kpj (maklum uda tua :D )
      Saya kurang paham dg permekanikan, tp ini memang nyata. Walau sebetulnya saya pun ragu apa memang dikarenakan perlakuan awalnya yg memang beda, tp hampir setiap org yg pakai/pinjem motor saya, berkomentar “motor kamu kok berasa ringan ya?” :)
      Entahlah…??
      Mungkin ini terlalu subjektif, saya hanya ingin menyampaikan pengalaman saja.

      NB: Konsumsi bbm belum pernah ngitung, sekarang sudah jalan >14000km, dan sampai sekarang kondisi motor masih baik2/normal2 saja.

    24. thanks infonya. tp sayang telat. aku sampai lupa, kira-kira dulu waktu beli mobil baru dan motor baru sudah aku jalankan inreyen nya apa belum. tapi untuk selanjutnya pasti aku ingat2. INREYEN hukumnya wajib.
      -mebelanda.com

    25. wawan says:

      Inreyen perlu bro……yg bilang gak perlu tu biasa nya berhubungan dg MAKETING…..bahasa nya marketing….supaya dibilang product dagangan nya SUPER CANGGIH…..coba setiap kita beli aki…promosi nya selalu bilang LANGSUNG JRENG…..gw sering coba, abis isi accu zuur, biarkan sampe semaleman baru dipake…….awet tuh sampe 4-5 taon, padahal mobil lebih dari>10 taon umurnya…….

    26. Newbie says:

      hehehehe…
      nice inFo oM ^__^

      banyaK org anggap sepele masa inreyen,pdahal jelas2 sudah tertulis di manual book…

      Emank efek negatifnya ga kerasa dlm wkt dekat tp di kemudian hari baru d ketauan mana yg awet dan tidak…

    27. Pringgo says:

      Betul om…
      Manusia aja perlu beradaptasi sebelum bisa berdiri tegak dan bisa berlari…

      Harus diawali dari merangkak, berdiri, jalan pelan (meskipun tidak seimbang) sampe bisa lari….

      inrijden = adaptasi = penyesuaian dengan lingkungan sekitar.

      kira2 begitu menurut saya

      CMIIW

    28. imam says:

      mas.minta file yang berkaitan sama nos.
      trima kasih.

    29. jutawan says:

      thanks infonya….

    30. Aria says:

      mesin baru overhaul juga sebaiknya pake oli mineral dulu ya 1000km pertama..?

      Selain masalah harga, ada alasan lain kah? Susah juga nyari 10w-40 mineral di bdg..

    31. Kuntarto says:

      Siap Om saft,.. :D

      sebaiknya saat masih Garansi Mesin INREYEN dari pabrikan, diharapkan pembeli lebih teliti akan kondisi mobil/motornya..

    32. saft says:

      @Kuntarto:
      Yang di bahas disini untuk masyarakat umum, jadi ga boleh nyeleneh. Om Kuntarto kan sembalap.. ya beda lah ya.. hehehe..

    33. Kuntarto says:

      pada lapisan Ring ada coating yg Lunak untuk Bedin/break-in Liner silinder. demikian juga pada Metal Jalan, duduk, atau Sabit…

    34. Kuntarto says:

      Om Saft,

      sedikit masukan nih om,.. kebetulan saya sering bongkar mesin.

      saran saya saat Inreyen motor ataupun mobil, adalah di geber sampai Redline. tapi jangan lupa Masa Ganti Oli Inreyen di percepat menjadi MAX 100KM…
      Karena Da Karena,.. saat Inreyen di geber, Gram2 Metal ikut bergesekan saat pelumasan ke parts mesin…

      jadi klo di buku manual 500km / 100km ganti oli… saya lebih suka GEBER sampe 100Km lalu Ganti Oli sendiri.. trus pada KM ke 500, ke bengkel tuk ganti oli lgy yg GRATIS itu…

      lagian klo ada bunyi2 aneh dari DEFECT PARTS, bisa langsung KLAIM..
      SO geberr terus ah…. gass Polll

    35. abdul hadi says:

      makasih ulasannya bsa jadi masukan .. sslam kenal

    36. saft says:

      Om Didik:
      kalau buat inreyen umumnya pakai oli mineral karena lebih murah untuk dipakai pada waktu yang singkat,
      kebanyakan pabrik di Indonesia pakai Mesran B-40 untuk first fill oil.

    37. didik uno says:

      Mas Saftarri saya mau tanya kenapa untuk 1000 km pertama anda menganjurkan menggunakan oli mineral bukan yang semi atau full sintetis?

    38. Taufik says:

      Iya di luar sana ada metota Inrijden yang kontroversial seperti mas Bro Dion #comment no 1 telah ungkapkan linknya. pendapat bahwa cara lain untuk inrijden adalah dengan cara geber mesin-rem-geber…stop n Go….akselerasi-deselerasi bahkan engine break, pokoknya jangan takut asalkan pemakaian motor masih natural. Alasan dari pendapat ini tidak lain karena perkembangan teknologi metalurgi dan pembuatan silinder yang sudah sangat maju dan sangat presisi sehingga proses pembersihan dinding silinder dapat dimaksimalkan dengan cara Geber langsung ini.

    39. imoeth says:

      yaaa,, mbl qu dah tanggung di geber 80 – 100 Km/jam n skrg dah KM 3000. Gmn tuh Pak, sudah jelek kah kondisi mobil saya? Betul kl sblm saya bawa keluar kota saya pernah dpt rekomendasi dr mekanik langganan dari ATPM bahwa mobil jenis itu tdk perlu inreyen2 an lagi. Duh, jd was-was nih.

    40. saft says:

      Bahkan… Mesin Radio Control saja diharuskan untuk inreyen… intip di sini.. http://www.myrcbox.com/?p=972

    41. ags says:

      nah itu yg dnamakan pro & kontra..heheee…mgkn blk ke pribadi msg2 kl yah..mau mesin awet atau tdk…

    42. Saftari says:

      @Gregorius Glegar: Semua kan sudah di uraikan di atas… apa dampak2nya apabila prosedur ini dilangkahi… Sisanya tinggal pilihan kita saja.

      Mau mesin kendaraan kita awet untuk tahun2 ke depan dan hemat BBM… atau… hmm..

    43. Gregorius Glegar says:

      ada situs lain yang menyarankan supaya mesin baru itu baiknya digeber pol,, namun dalam batas2 tertentu.
      yg bener yang mana nihh?? sy jd bingung,, soalnya mekanik langganan saya jg bilang gitu
      hehe

    44. sip, manstabh ulasannya
      :-)
      salam

    45. saft says:

      Perbedaan perlakuan proses Masa Inreyen, membuat mobil si A kok bisa lebih irit BBM dari mobil si B setelah beberapa bulan digunakan. Padahal beli mobilnya dengan waktu yang bersamaan. Ini akibat perbedaan keausan komponen mesin.

    Leave a Reply





    Switch to our mobile site

    Tips Otomotif saft7.com