Menu

Test Kompresi Mesin… apaan sih?

05/01/2010 - Apaan sih?, Mobil, Motor
Test Kompresi Mesin… apaan sih?

Mesin mobil dan motor yang umum seperti mesin 4tak dan 2tak (4strokes & 2strokes engine) juga mesin diesel memerlukan tekanan kompresi yang cukup di ruang bakar untuk dapat bekerja sempurna, membakar bahan bakar (bensin/solar) dan udara untuk dijadikan tenaga.

Tekanan yang rendah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar atau sering disebut Misfire, sehingga mesin kehilangan tenaga.

.

GEJALA MASALAH MESIN

Mesin ‘Pincang':
Istilah yang sering dipakai ketika mengalami mesin bergetar kasar / berguncang, yang diakibatkan satu atau lebih silinder ruang bakar bermasalah. Bisa disebabkan oleh busi yang bermasalah, injektor mati / mampet, tekanan kompresi yang lemah pada salah satu atau lebih silinder ruang bakar.

Asap Putih:
Saat mesin digunakan, terus-menerus keluar asap putih dari knalpot, biasanya menunjukkan adanya oli mesin yang terbakar. Bisa disebabkan oleh Ring Piston yang aus atau Seal Klep yang aus, sehingga oli masuk ke ruang bakar dan menimbulkan asap putih di knalpot. Biasanya oli mesin menjadi cepat berkurang.

Gejala-gejala di atas, biasanya disertai lemahnya kompresi ruang bakar pada salah satu atau lebih silinder mesin. (tekanan kompresi dibawah spesifikasi standar minimum).
Umumnya mesin tidak dapat bekerja baik jika tekanan kompresi berada di bawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
Kebanyakan mesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (9.5BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masing-masing model/merek mesin.
Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI, jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Biasa dipakai yang mempunyai range 0-1000PSI (0-70BAR).

Penyebab berkurangnya kompresi ruang bakar pada mesin antara lain:

  • Gasket Cylinder Head yang bocor / rusak / terbakar
  • Ring Piston rusak / aus / bocor
  • Seal klep bocor
  • Klep rusak / bocor
  • Piston retak / bolong
  • Cylinder Head Block retak / melengkung
  • Cylinder Block retak
  • .

    Bagaimana cara mengetahui silinder mana yang bermasalah?

    Untuk mengetahui silinder mana yang bermasalah bisa digunakan alat yang disebut Compression Tester

    Dengan alat ini, kita bisa melihat silinder mana yang mempunyai nilai tekanan yang rendah dibanding yang lain. Tentunya tidak bisa mendapatkan nilai yang benar-benar sama untuk tiap silinder, namun umumnya toleransi yang masih dianggap normal adalah maksimal selisih 0.5BAR (7.2PSI), lebih dari itu dapat dikatakan ada masalah dengan silinder tersebut.

    Jika membeli Compression Tester, lebih baik yang menggunakan selang dengan ujung ulir seperti ulir busi.
    Biasanya disertakan beberapa ukuran ulir busi.

    Dan biasanya pada Compression Tester, ada kemampuan HOLD untuk menahan tekanan kompresi yang sedang diukur, dan dapat di NOL kan kembali dengan menekan tombol Reset.

    .

    MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN

    Sebelum mengukur tekanan kompresi mesin, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:

  • Accu dalam kondisi prima
  • Disiapkan alat Compression Tester
  • Kunci Busi
  • Tools lain apabila diperlukan.
  • 1. MEMATIKAN PELISTRIKAN:
    Putuskan pelistrikan menuju ECU, biasanya dengan mencabut Main Relay / ECU Relay / Sikring ECU, sehingga injector tidak menyemprotkan bensin.

    Putuskan pelistrikan menuju Ignition Coil, biasanya dengan mencabut socket yang menuju Ignition Coil, sehingga coil tidak bekerja.

    .

    2. CABUT SEMUA BUSI
    Cabut semua busi dengan kunci busi

    3. PASANG COMPRESSION TESTER
    Pasang ujung selang Compression Tester pada lubang busi, dimulai dari silinder nomor 1.

    .

    4. STARTER MESIN..
    Starter mesin hingga terdengar sekitar 3-5 langkah putaran.. Jarum Compression Tester akan naik dan berhenti pada tekanan tertentu yang dicapai.
    Catatlah hasil ukur tersebut pada kertas.
    Lakukan langkah 3 dan 4 untuk semua silinder yang lain.

    Misalnya hasil ukur adalah sbb:
    Cyls 1 : 10,2BAR
    Cyls 2 : 10,0BAR
    Cyls 3 : 8,7BAR
    Cyls 4 : 10,3BAR

    Terlihat bahwa silinder nomor 3 mempunyai angka yang jauh dibawah silinder yang lain, dan lebih dari toleransi 0,5BAR.

    Kira-kira masalahnya apa ya?
    Kita dapat memanfaatkan bantuan Oli mesin untuk menentukan kemungkinan yang menjadi penyebab lemahnya kompresi pada silinder 3.

    5. MEMASUKKAN OLI MESIN
    Masukkan 1-2 sendok teh oli mesin ke lubang busi silinder yang bermasalah tadi.

    kemudian lakukan langkah nomor 3 dan 4.

    .

    ANALISA:

  • Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tekanan kompresi lebih besar dari yang terukur sebelumnya (ada peningkatan), maka dapat disimpulkan ada masalah pada Ring Piston yang aus / rusak, atau dinding silinder cacat.
  • Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tidak ada perubahan nilai tekanan kompresi, maka dapat disimpulkan ada masalah pada salah satu atau lebih komponen Cylinder Head seperti: Gasket Cylinder Head, Seal Klep (valve seat), Klep (valve), Cylinder Head Block (melenting/bengkok), atau piston (retak/bolong).
  • KESIMPULAN:

  • Melalui tes di atas, kita akan terbantu untuk menentukan / mengalokasi kerusakan pada mesin sebelum melakukan bongkar / turun mesin. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
  • Tekanan Kompresi Mesin Bensin umumnya berkisar antara 140PSI-220PSI atau 9.5BAR-15BAR
  • Mesin Tidak dapat bekerja dengan baik jika Tekanan Kompresi dibawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
  • Lemahnya tekanan kompresi pada salah satu atau lebih silinder mesin, juga berdampak pada borosnya Bahan Bakar.
  • TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN

    Langkah-langkah di atas adalah untuk mengukur besaran tekanan kompresi pada masing-masing silinder untuk membandingkan dengan nilai standar spesifikasi mesin tersebut, sekaligus juga untuk dapat mengetahui / mencari / alokasi masalah yang terjadi pada mesin.

    Selain Tes Kompresi, ada juga Tes Kebocoran Kompresi Mesin.
    Biasanya hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan komponen mesin dilakukan dengan baik dan benar.
    Nama alat yang digunakan adalah Cylinder Leakage Tester.

    Cylinder Leakage Tester menggunakan 2 meter (gauge) dan memerlukan masukan udara bertekanan (air compressor) sekitar 100PSI saat digunakan.

    .

    .

    Cara menggunakan Cylinder Leakage Tester:

  • Alat ini tidak memerlukan proses starter mesin, tetapi setiap kali mengukur, tiap silinder harus diposisikan pada titik TDC (top dead center) yaitu piston pada posisi TOP dan klep pada posisi menutup semua.
  • Alirkan tekanan angin sebesar 100PSI, bisa diatur melalui regulator yang ada pada alat tersebut.
  • Jika terdengar suara desis pada mesin, kemungkinan posisi piston atau klep belum tepat, coba putar Crank Shaft hingga piston benar-benar di posisi TOP dan klep menutup rapat.
  • Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator).
  • Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2),.. Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.
  • Ada Cylinder Compression Tester yang mudah untuk dibaca hasil test nya…

    .

    Harga Compression Tester sekitar Rp 180.000 hingga Rp 1.000.000 tergantung merek.

    Semoga bermanfaat.

    52 thoughts on “Test Kompresi Mesin… apaan sih?

    Deni

    MANSTAB ulasannya …

    Reply
    hap

    Premium!!!….

    (gak Pertamax, premium jg gpp lah…hihihi)

    Reply
    Antono

    Info yg bagus…

    Reply
    Ito

    Kang, dimana bisa melakukan test ini? ada bengkel rekomendasi?
    btw, infonya bagus banget

    thanks,
    ito

    Reply
    saft

    @Ito:
    Om Ito.. bisa lakukan sendiri atau ke bengkel yang punya alatnya.. ga semua bengkel punya loh.. (aneh ya)..
    Minggu lalu (libur tahun baru 2010) saya beli 170ribuan di bandung.

    Reply
    suyandi liyis

    makanya servis rutin tau hehehe

    Reply
    ocon

    Thanks bos..nice inpo nehh…

    Reply
    romi

    Kang Saft nama tokonya yg dibandung apa, kalau di jakarta dimana? terus dah komplte sama buat drat businya nga?

    Reply
    Mario

    Mantapsss kang ulasannya

    Reply
    jutawan

    info yang bagus om….

    Reply
    Beva

    Om Saft.. kalo pas di test kompreasi di nunjukin sampe angak 10 bar dan anehnya dia setelah selesai mentok di angka 10…dia turun terus indikatornya yang katanya harusnya diem alias gak bergerak.
    Itu masalahnya ada dimana ya om?

    Reply
    Dion

    Kog foto2 prakteknya nggak pake foto sendiri, Oom?

    Reply
    Saftari

    Beva says:
    Om Saft.. kalo pas di test kompreasi di nunjukin sampe angak 10 bar dan anehnya dia setelah selesai mentok di angka 10…dia turun terus indikatornya yang katanya harusnya diem alias gak bergerak.Itu masalahnya ada dimana ya om?

    Jawab:
    Masalahnya di Unit Compression Tester nya tuh.. katup HOLD nya dah bocor..

    Reply
    Saftari

    Dion says:
    Kog foto2 prakteknya nggak pake foto sendiri, Oom?

    Jawab:
    Lagi ga sempet foto langsung saat itu, karena pas lagi sibuk banget. Lagian lagi bosen juga pake mesin yang itu-itu aja benernya.. hehe

    Reply
    Beva

    Beva says:
    Om Saft.. kalo pas di test kompreasi di nunjukin sampe angak 10 bar dan anehnya dia setelah selesai mentok di angka 10…dia turun terus indikatornya yang katanya harusnya diem alias gak bergerak.Itu masalahnya ada dimana ya om?

    Jawab:
    Masalahnya di Unit Compression Tester nya tuh.. katup HOLD nya dah bocor..

    Tanya lagi :
    Kemaren itu saya coba di 3 mobil om, 2 mobil turun terus ketika dia sampe 10 bar. tapi mobil yang ketika dia cuman nyampe 8,x tapi diem aja. apa ada indikasi masalah di mesin apa gimana om?

    Reply
    Benny

    kang Saft…kebetulan ane juga ada masalah serupa di motor 4 silinder ane, yaitu kompesi tidak maksimal.

    usut punya usut ternyata salah satu drat (ulir) blok mesin tempat busi menancap ada yang dol..

    bagaimana ya solusinya..?

    Reply
    john

    ganti aje mobil lo. pake bajai. bisa nyari duit lagi.

    Reply
    pringgo

    Weh, kalo compression tester sih dah ada, yang belum punya nih Cylinder Leakage Tester…

    Nyari2 ah…

    Reply
    koco

    Menurut analisa gue yg awam, kalo hasil Cylinder Leakage test bagus, berarti bisa dipastikan compression test jg bagus. Betul nggak ?

    Reply
    dei

    keren banget!!

    dari dulu selalu bertanya2
    gimana bedain masalah dgn peston
    apakah aus ring atau bocor klep
    betul2 info yg berguna ! :)

    btw Pak Saftari ini ngebengkel
    atau hobi saja?
    :)

    Reply
    Saftari

    @ dei:
    saya cuma hobby aja kok… ga punya bengkel apapun.

    Reply
    udji

    nnih nih baru mantab thanks alot kang saft info nya

    Reply
    Andrew

    Hi kang saft, sy andrew, tmn kang garasibmw juga, klo beli alat kompresi dimana dibandung yah?
    bs email ajah deh di n1ghtfly3r@gmail.com
    trus klo carbon clean & kalibrasi injector ultrasonik (maap klo salah) itu sama gak sih prosesnya?
    maklum msh nubie & mblnya mbl tuak bgt
    trims

    Reply
    dody

    Pak, bagaimana untuk mengetes mesin diesel dengan alat tes kompresi tersebut.
    karena diesel tidak punya busi, dimana kita bisa masukkan compression test-nya.
    thanks

    Reply
    abuayyub

    mas saftari, maaf krn mendesak dari topic “memperpanjang usia accu” sy lari ke topik ini. Sy mau beli battery hydrometer di toko apa yah? Mas, no hp 0818.80.62161 msh aktif ya? atau ada no laen? mohon jwbn segera. trmksh bnyk.

    Reply
    Lukman hakim

    Bos, jika cilynder head retak boleh diperbaiki tidak? dimana? kira2 berapa?

    Reply
    arif

    bismillah. Mantap. terima kasih.

    Reply
    adrian

    wah info menarik…

    Reply
    Coen

    Om Saft, Pernah test Kompresi mesin Timor DOHC standart dapetnya kisaran 14.5bar ~ 15 Bar… (odometer 170rb KM)

    biasanya yg diatas 15bar itu karena Kerak Carbon yg numpuk ( jadi Ngelitik terus) pada kondisi mesin standart, kecuali yg udah di rubah Rasio Kompresinya & Rubah sudut buka-tutup Camshaft..

    #Met Ultah Om Saft… heeeehee

    Reply
    MasHer

    Ulasan MANGSTAB bro,,terutama buat ponakan gw nyang lg belajaran nyang beginian

    Reply
    MasHer Lg

    AmbimoPutro coba belajar dari sini yach

    Reply
    ade

    sippp lah

    Reply
    mashadi

    Terimakasih buanyak boss… ini yg saya cari sudah lama, sering denger istilahnya tapi nggak ngerti maksudnya… bisa nggak bikin alatnya sendiri ya???

    Reply
    Hadi

    Kang saft saya mau nyari yang tekanannya sampe 600 psi, untuk test kompresi lokomotif, alamat or no telp toko yang ngejual berapa?

    Reply
    williemania

    bagus sekali ulasannya bung saftari, jadi bertambah pengetahuan kita,
    @hadi : mungkin pake yg biasa aja, terus pressure gaugenya diganti yg bisa nyampe 600 psi /40 bar

    Reply
    teh raharjo

    thanks boss mantab nih, ane jadi banyak tahu sara kerja, pembakaran kompresi, selma ini tahunya kompres buat nurunin panas tubuh, h h h (sory boss asli mantab) boleh dong bagi-bagi postingan…. 1 more thanks… h h h

    Reply
    rafdi

    Mangtabb boss saftari, btw untuk mesin bensin lewat lubang busi, untuk diesel gimana boss?

    Reply
    azhar

    info yang sangat bagus

    Reply
    ronexxxxx

    terima kasih atas infor masi yang telah diberikan,saya sangt terbantu.sekali lagi TERIMA KASIH BANYAK

    Reply
    Whietra

    Mantab bro……. keep posting…. biar tambah maju nich otomotif di negara ini…… hehheeee

    Reply
    Yudi

    artikelnya keren-keren dan sangat memberi manfaat bagi pembacanya.
    Semoga dengan ikhlas berbagi seperti ini, semakin dilancarkan rejekinya ya mas :) amin.

    Reply
    R.Panji Arioseno

    Dear Mas Shaftari,

    Artikelnya sangat luar biasa, menambah pengetahuan saya dalam bidang otomotif, Mohon Informasi, dimana service station saya bisa test compressi dan Test kebocoran untuk daerah Jakarta, terutama Jakarta Selatan. Terima Kasih.

    R.Panji Arioseno

    Reply
      saft

      di bengkel2 yang cukup besar, biasanya ada oom..

      Reply
    DHEHulk

    Wah artikelnya menambah ilmu ngulik……
    mantab…

    Thanks kang Saft.

    Reply
    iyap

    salam kenal om..
    nanya juga nih om..yg cerita diatas itu pengecekan untuk mesin injection tapi kalo untuk type mesin kaburator gimana ya om..
    thanks ya..

    Reply
    rido

    thank’s Bermanfaat Sekali

    Reply
    riky

    Kalo cek kompresi saya tau di ditech bisa. kalo cek kebocoran mesin dimana ya Mas Saftari?
    thanks :)

    Reply
    tulus

    Wah..jadi nambah ilmu nih….thanks

    Reply
    MUJIONO

    Saya sangat banggah kok masih ada informasi training gratis, saya terima kasih banyak mendapatkan ilmu yg gak terlinai dengan uang. semogah website ini jaya selamanya.
    Tuk memiliki sesuatu barang yg saya butuhkan di lain hari apakah tersedia di sini, harga dan cara pembayaran. sekali lagi Terima kasih banyak dari saya Mujiono surabaya

    Reply
    sutiman

    Terimakasih atas semua info yang ada di blok ini, semoga kebaikan ini di balas oleh tuhan dengan sesuatu yang lebih.

    Reply
    rmsworkshop

    Om,mw nanya nih,ada hubungannya ngga dengan durasi klep in..jika yg hanya kita rubah durasi klep in yg lain2sperti piston smua nya ttp standar tdk ada yg dirubah.apakah ada perubahan pd comp tester

    Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>