Menu

Water Injection Stage-3

23/10/2008 - Ide-Ide, Mac Gyver, Mobil, Motor, Water Injection
Water Injection Stage-3

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah mengaplikasikan Water Injection dan merasakan manfaatnya pada mobil maupun motor. Banyak email maupun telepon yang menyatakan puas dengan Water Injection baik itu Stage-1 dan Stage-2.

keinginan untuk menyempurnakan semburan air agar lebih halus bahkan seperti uap terus dipikirkan. Berdiskusi dengan rekan saya (Raymond Stephen dari Art Ototechnics) sembari terus mencari solusi dengan berbagai uji coba. Antara lain mencoba mengganti jarum suntik dengan Nozzle yang biasa digunakan untuk penyemprot hama, dan memompakan air dengan menggunakan motor air kecil.

Dikarenakan tekanan air kurang besar, maka saya coba dengan ide seperti cara kerja lampu petromax atau kompor yang digunakan tukang nasi goreng keliling, yaitu dengan memberikan tekanan udara pada tabung penampung air. Udara bertekanan tersebut dipompa oleh pompa udara. Tekanan udara mendorong air melalui selang hingga menyembur melalui Nozzle. Hasilnya cukup baik. Pompa yang digunakan pada ide awalnya adalah menggunakan motor pompa dari klakson Stebel Nautilus. Namun ternyata debit udara yang dipompa kurang besar, sehingga untuk mengisi tabung air hingga tekanan tertentu cukup lama.

Untuk tabung air, ide rekan saya menggunakan tabung pompa air yang berbahan plastik. Pressure Switch dipasang pada tabung, berfungsi untuk menyalakan/mematikan pompa udara secara otomatis sesuai dengan tekanan udara yang diinginkan. Jadi apabila tekanan udara berkurang, pompa akan otomatis mengisi udara.

Secara lengkap saat itu komponen yang digunakan seperti foto berikut.

Kendala dengan Pompa Udara

Namun ternyata pompa udara dari klakson tersebut kurang kuat, sehingga dicoba oleh rekan saya dengan pompa untuk mengisi angin ban bertenaga Accu 12volt. Sayang sekali.. suaranya berisik sekali!.
Apabila Water Injection aktif untuk waktu yang cukup panjang, ternyata sering terjadi kekurangan tekanan udara. Akibatnya semburan air pada Nozzle menjadi kurang kuat, sehingga berdampak pada Pengkabutan yang buruk. Hingga apabila tekanan sangat rendah, hasilnya sama seperti saat memakai jarum suntik, air yang keluar berupa butiran-butiran air, bukan kabut air seperti yang diharapkan.
Sebagai informasi, umumnya injektor mesin membutuhkan tekanan sekitar 3BAR untuk dapat membuat bensin menjadi kabut. Kurang lebih sama untuk nozzle membuat air menjadi kabut. Tekanan 3BAR atau sekitar 43.5 PSI susah dicapai oleh metode pompa udara ini.

Menyerah dengan Pompa Udara, Kembali ke Pompa Air

Akhirnya rekan saya menemukan pompa air dengan tekanan yang cukup tinggi hingga diatas 100PSI !!

Sayang sekali voltase dari pompa air ini adalah 24 volt DC.
Hingga akhirnya ditemukan produk Inverter yang bisa merubah tegangan dari 12volt menjadi 24volt DC, diperoleh dengan harga kurang dari Rp.200ribu.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Nah, dengan digunakannya tegangan 24Volt, justru akhirnya mendapat keuntungan lain, yaitu bisa menggunakan Solenoid Valve untuk industri yang umumnya menggunakan tegangan 24volt DC. Solenoid Valve industri ini mampu menahan tekanan tinggi.

Nozzle tetap digunakan, dipilih yang berukuran 0.3.

disambung dengan Fitting seperti ini

Untuk filter air, digunakan juga yang berbahan metal, disambung dengan One Way Valve dan Fitting.

Dikarenakan tekanan pompa air cukup tinggi, perlu juga untuk melihat besar tekanannya. Ditambahkanlah Pressure Gauge dan cabang T. Dengan demikian bisa terlihat tekanan air yang disalurkan ke Nozzle. Selain itu, juga bisa terdeteksi jika air di tanki sudah kosong, maka tekanan akan menunjukkan 0 (nol).

Jika pada Water Injection Stage-2 digunakan Falcon sebagai trigger untuk mengaktifkan Solenoid Valve, maka di Stage-3 ini saya dan rekan saya memilih untuk membuat trigger berdasarkan injakan pada pedal gas saja. Yaitu dengan memasang MicroSwitch pada pedal gas. Dengan demikian, saat pedal gas diinjak maka water injection akan bekerja.

Secara lengkap skema Water Injection Stage-3 ini sebagai berikut

Untuk komponennya sebagai berikut

Keterangan foto:
1. High Pressure Water Pump
2. L + Fitting (hose 6mm)
3. Nozzle (0.3)
4. Water Filter
5. One Way Valve
6. Fitting (hose 6mm)
7. Adapter
8. L – Fitting
9. MicroSwitch
10. High Pressure Water Solenoid Valve
11. Nylon Hose (6mm)

Apabila sulit ditemukan, bahan-bahan di atas dapat diganti dengan yang lain dengan fungsi yang hampir sama.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Aplikasi Water Injection Stage-3..

Hasil pemasangan pada mesin mobil saya sebagai berikut:

Penempatan Pressure Gauge di dalam kabin masih belum mendapatkan posisi yang bagus. Untuk sementara ditaruh di dekat Panel Dashboard di depan Steer.

Posisi Nozzle pada intake manifold…

Hasil semburan Water Injection Stage-3 ini sangat memuaskan, air yang disemprotkan sama seperti injector menyemprotkan bensin. Kabut Sempurna!

Hmm…

Sebenarnya akan lebih baik apabila Nozzle dipasangkan pada Throttle Body Spacer, sehingga tidak perlu melubangi Intake Manifold.

Berikut foto lain yang memperlihatkan Water Injection Stage-3 diaplikasikan pada mobil Mitsubishi Lancer GLXi

Dengan menggunakan Water Injection, maka timing pengapian dapat dibuat lebih maju untuk mendapatkan performance lebih baik, tanpa gejala ngelitik sekalipun dengan bensin premium.

Hasil semburan Nozzlenya seperti ini:

Perkiraan harga untuk komponen yang digunakan:

Water Pump : 400ribu (120 PSI), 300ribu (80 PSI)
Solenoid 24V : 150ribu
Inverter 12V to 24V : 180ribu
Pressure Gauge : 80ribu
Pernak pernik (nozzle, selang, fitting, filter, dsb) : sekitar 300ribu

Thanks buat ART Ototechnics yang banyak membantu mengembangkan Utak-Atik Water Injection ini.

Semoga artikel ini bermanfaat!

=Apakah Water Injection itu? silahkan baca:
Water Injection Stage-1
dan Water Injection Stage-2

216 thoughts on “Water Injection Stage-3

Coen

:D.. info tempat beli pompanya en alatnya donk… om gantenk..::D

Reply
Saftari

Coen Says:
:D.. info tempat beli pompanya en alatnya donk… om gantenk..::D

Jawab:
Semuanya ada di Lindeteves – Glodok Kota, Jakarta
Kalau di Bandung, bisa cari bekasnya di Jatayu

Reply
abie

estimasi biaya dunk om. buat smua barang yang harus di beli.
n kalo di medan ada info bengkel yang bisa pasang gak?
tengkyu om sblm nya

Reply
henky

saya baru baca artikel ini dan baru tahu tentang water injection

apakah ada pengaruh ke tenaga? apa prinsip kerja nya sama dengan turbo yang memampatkan udara?

Reply
Usa

Om Saftari,

Aku orang awam niy, klo kijang grand aku langsung pasang wai stg.3 ini bisa?
Ngabisin tissue berapa banyak om?

Makasih,,,

Reply
diendy

akhirnya ketemu juga caranya utk bikin wai pake nozle+air pressure.
mantab nih om saft

btw. gw bisa pesen 1 paket ga? gw mo pasang di great corolla. estimasi biaya kl bisa dikasih om

thanks

Reply
Leo

asyiikk jadi juga neh stage 3 nya……………….tapi oom Saft oom raymond jual spaket nya jadi berapa tuh..??…….., duh mesti ganti neg wa-i nya ………hehehehe…….tapi saya masih aplikasi wa-i stage 1 di panther masih oke oom turbo nya jadi lebih dingin…………..tarikan enteng tinggal cari final gear yg cocok……………………………….uuppss……..kok jadi curhat yaa

Reply
Spidermon3

Om Saft…..
langsung aja ya… untuk membeli alat-alat yang di butuhkan dimana …. soalnya pengen upgrade wai yang selama ini terpasang di motor.

Reply
    Sigit

    Pasang di motor apa Gan?

    Reply
safafargunawan

sori agak lemot… cuma pengen tau neh
1. gunanya pressure gaunge untuk apa?? apakah cuma untuk tau berapa tekanan air ke nozzel aja??

2. CMIIW, kalau di lihat dari gambar TB Spacer kabut airnya nyemprot ke bawah, apa nantinya malah jadi butir air lagi krn kabut air yang nyemprot nempel di throtle body???

3. apakah ART Ototechnic bisa membuat WAI Stg 3 utk mobil saya, secara saya gaptek berat

thx om saft atas info2 yang sgt berguna buat org banyak

Reply
Saftari

safafargunawan Says:
sori agak lemot… cuma pengen tau neh
1. gunanya pressure gaunge untuk apa?? apakah cuma untuk tau berapa tekanan air ke nozzel aja??
2. CMIIW, kalau di lihat dari gambar TB Spacer kabut airnya nyemprot ke bawah, apa nantinya malah jadi butir air lagi krn kabut air yang nyemprot nempel di throtle body???
3. apakah ART Ototechnic bisa membuat WAI Stg 3 utk mobil saya, secara saya gaptek berat
thx om saft atas info2 yang sgt berguna buat org banyak.

Jawab:
1. Ya untuk mengontrol tekanan air saja, dan mengetahui apabila terjadi kebocoran atau air habis.
2. Akan langsung terhisap ke ruang bakar kabut airnya oom…
3. Bisa tuh, monggo di kontak beliaw.

Reply
Saftari

Usa Says:
Om Saftari,
Aku orang awam niy, klo kijang grand aku langsung pasang wai stg.3 ini bisa?
Ngabisin tissue berapa banyak om?
Makasih,,,

Jawab:
Untuk rupiahnya mungkin kontak2 om Raymond aja, pastinya disesuaikan dengan mesin mobilnya tuh. Kalau bikin sendiri mungkin ada keasikan tersendiri dong ya..

Reply
DAH

Kang Saft,

Salut banget hasil riset Wa-i stage 3 nya!

Cuma saya agak penasaran dengan skema wiring nya. Terutama untuk kabel yg menuju relay ke pin 85 dan 87. Ga kebalik kang? Mestinya yg ke 87 arus 24V hasil dari inverter. Sedangkan yg ke 85 12V dari kontak ON. Atau spesifikasi Relay BOSCH 0.332 019 453 memang begitu? Mohon pencerahannya Kang Saft.

Ditunggu laporan setelah pemakaian minimal 6 bulan. Mudah2an memang terbukti handal sistem nya.

Regards,
DAH (P405)

Reply
Taufik

Mantaaap nih. btw bisa diterapkan untuk mobil bercc 2500 ke atas atau gak?
Mahap nanya, nyubi nih

Reply
Saftari

DAH Says:
Kang Saft,
Salut banget hasil riset Wa-i stage 3 nya!
Cuma saya agak penasaran dengan skema wiring nya. Terutama untuk kabel yg menuju relay ke pin 85 dan 87. Ga kebalik kang? Mestinya yg ke 87 arus 24V hasil dari inverter. Sedangkan yg ke 85 12V dari kontak ON. Atau spesifikasi Relay BOSCH 0.332 019 453 memang begitu? Mohon pencerahannya Kang Saft.
Ditunggu laporan setelah pemakaian minimal 6 bulan. Mudah2an memang terbukti handal sistem nya.

Jawab:
Wah makasih koreksinya.. saya lupa melampirkan gambar DIode Zener 12volt 1 Ampere. Sudah saya revisi skemanya…
Makasih ya!

Reply
TheOwner

Taufik Says:
Mantaaap nih. btw bisa diterapkan untuk mobil bercc 2500 ke atas atau gak?
Mahap nanya, nyubi nih

Jawab:
Bisa tuh… rubah ukuran Nozzle dengan angka yang lebih besar.

Reply
henky

pertanyaan gue koq ga di jawab –;

Reply
TheOwner

henky Says:
saya baru baca artikel ini dan baru tahu tentang water injection
apakah ada pengaruh ke tenaga? apa prinsip kerja nya sama dengan turbo yang memampatkan udara?

Jawab:
Om Henky..
monggo baca lagi wa-i stage1 dan stage2 disana jelas dipaparkan, dan banyak testimoni terhadap pengaplikasiannya di motor dan di mobil.

Reply
indraracing

brader…
bisa pasang paketan aja gak nih :)
biar gak repot carinya ..

ke kang raymond yah?

Reply
anthony

dear all,

nubie mau tanya2 yah..kalau WAI ini ada efek bagusnya gak di mesin deisel..?

thanks

Reply
raymond ///ART

thanks berat juga buat om Saft yang mau repot2 foto dan meliput water injection final stage ini..kami terlibat bincang2 yang cukup lama selama berbulan2,untuk penentuan material dan sistem yang akan dipakai.
Kang Saft dalam sesi pengambilan gambar juga sampai tiarap2 ala latihan ABRI,.hehe.. sekedar menjelaskan saja, bahwa saya dari ///ART ototechnic juga bisa menyediakan paket lengkap berikut instalasi dan pemasangan. baik untuk mobil N/A, turbo, bensin dan diesel.
besarnya debit air yang dipasok kedalam intake juga harus disesuaikan dengan kapasitas mesin. minimal 60 cc per menit. untuk mobil diesel, bisa dikalikan 3 untuk hasil yang paling efektif.
bisa juga kontak saya di no 98878355, atau mampir di http://raymondstephen.multiply.com/ untuk sekedar lihat2..
untuk harga monggo PM ke raymondstev@gmail.com
thanks..

Reply
Saftari

RALAT:

Skema sudah direvisi.. mohon maaf sempat ada salah diagram.. relay tidak jadi digunakan.

Reply
ArMan

Om Saft, artikelnya sangat menarik, itu pake pernik2nya pneumatic kan yak.
1. kok ga ada DC nya? paling ga DC buat bikin sistemnya si Om sendiri dicantumin dong om, emang sih akan beda2 DC nya buat tiap mesin, tapi kan paling ga bisa jadi pato`an kisaran DC buat pembaca yang ingin aplikasiin di kendaraannya buat nyiapin dananya. Paling ga DC buat pernik2 pneumatic nya deh om kalo ga rela release total DC 😀

2. Komsumsi air nya kira-kira brapa om? 1 liter air bisa buat brp lama?

3. Ada toko yg direkomen ga om di lindeteves? secara banyak bangeds toko disono dan sedikit banget waktu ane buat browsing disono. Sekalian nanya, hari minggu banyak yang buka ga toko2 lindeteves? 😀

Reply
ArMan

nanya lagi, itu water selenoid fungsinya buat apa Om? kalo ga pake water selenoid resikonya apa? maap pertanyaan nyubi, masi blajar :)

Reply
Saftari

Perkiraan harga untuk komponen yang digunakan:

Water Pump : 400ribu (120 PSI), 300ribu (80 PSI)
Solenoid 24V : 150ribu
Inverter 12V to 24V : 180ribu
Pressure Gauge : 80ribu
Pernak pernik (nozzle, selang, fitting, filter, dsb) : sekitar 300ribu

Reply
ROBY

boss , beli pompanya dimana ? brapa haragnya ? kalo pesen bisa ga?

Reply
Saftari

ROBY Says:
boss , beli pompanya dimana ? brapa haragnya ? kalo pesen bisa ga?

Jawab:
Bisa dicari di Lindeteves Glodok atau di Jatayu Bandung (bekas).
harga nya 400rb untuk yang 120PSI dan 300rb yang 80PSI.
kalau mau titip pesan mungkin bisa kontak om Raymond tuh.. ada nomornya di atas.

Reply
kazkaz

kl buat motor kira2 ada perubahan material gak?

Reply
olga

Bravo! Keren Om alatnya!

Om, kalau mobilnya masih pake karburator, kalau alat water injectionnya pake karburator kira-kira bisa nggak ya? Jadi pake 2 karburator…1 karburator buat bensin, 1 karburator buat air. Kalau karburator kan lebih simple, nggak usah pake pompa , regulator , voltage inverter, microswitch dll…

Reply
olga

Om, liat alatnya yang udah dipasang di mobil dong 😀 Penasaran nih…

Reply
Saftari

olga Says:
Bravo! Keren Om alatnya!
Om, kalau mobilnya masih pake karburator, kalau alat water injectionnya pake karburator kira-kira bisa nggak ya? Jadi pake 2 karburator…1 karburator buat bensin, 1 karburator buat air. Kalau karburator kan lebih simple, nggak usah pake pompa , regulator , voltage inverter, microswitch dll…

Jawab:
Bisa dong… kalau ga pake pompa artinya balik ke Water Injection Stage 1 dan 2 tuh.

Reply
Saftari

kazkaz Says:
kl buat motor kira2 ada perubahan material gak?

Jawab:
Kalau buat motor perlu cari pompa air yang lebih kecil dan ringkas namun tetap punya tekanan pompa yang besar agar pengkabutan airnya sempurna.

Reply
Saftari

olga Says:
Om, liat alatnya yang udah dipasang di mobil dong Penasaran nih…

Jawab:
Lah jadi cuma baca text nya aja ya?.. kan fotonya dah bejibun tuh dan yang terpasang di mobilku dan mobil mitsubishi GLXi. (buka web ini pake apa sih? penasaran nih)

Reply
raymond ///ART

olga Says:
Bravo! Keren Om alatnya!
Om, kalau mobilnya masih pake karburator, kalau alat water injectionnya pake karburator kira-kira bisa nggak ya? Jadi pake 2 karburator…1 karburator buat bensin, 1 karburator buat air. Kalau karburator kan lebih simple, nggak usah pake pompa , regulator , voltage inverter, microswitch dll…

saya pernah coba juga tuh, pake karbu motor di mobil PUG 505…hasilnya? kebanyakan angin, mesinnya jadi mati…susah banget nyetelnya..akhirnya nyerah deh, hehehe…

Reply
raymond ///ART

nanya lagi, itu water selenoid fungsinya buat apa Om? kalo ga pake water selenoid resikonya apa? maap pertanyaan nyubi, masi blajar :)

water solenoid fungsinya buat cut out air yg disuplai ke intake pada saat wa-i nggak aktif (posisi idle, gear shifting, downhill dll. dimana injeksi air nggak dibutuhkan saat itu.

Reply
Iwan

Om,
Kalo pake solenoid valve yang 12v apa bisa ya?
Lg kepikiran cari pompa yang 12v nih, biar gak perlu inverter lagi

Reply
olga

Nggak ngeh ternyata, kirain foto paling atas tuh foto mesin doang, udah ada water injectionnya yah ternyata He he….

Reply
olga

Setelah saya baca yang stage1,2 & 3, saya malah tertarik bikin yang stage 1. Simple!

Reply
hanry

Om saft,
kayaknya saya pernah liat di internet, salah satu bengkel di jakarta jual alat water injection (buatan US kalo ga salah) yang katanya sistem dan alatnya seperti injeksi BBM dan punya pengatur debit injeksi air sesuai putaran mesin.
Apa perbedaannya dengan WI-stage 3? Kalo bisa ada pembahasannya juga untuk alat ini.
Thx
Hanry

Reply
olga

Om, kalau buat WAI water pump-nya pake fuel pump avanza bagaimana? Yang O.E.M Denso kena @275rb dan sudah 12V, jatuhnya lebih murah karena tanpa inverter. Malah Nozzle nya pun mungkin bisa pake Injektor Avanza, O.E.M Denso @300 ribuan.

Reply
Diplomat lokal

Om saft,
kayaknya saya pernah liat di internet, salah satu bengkel di jakarta jual alat water injection (buatan US kalo ga salah) yang katanya sistem dan alatnya seperti injeksi BBM dan punya pengatur debit injeksi air sesuai putaran mesin.
Apa perbedaannya dengan WI-stage 3? Kalo bisa ada pembahasannya juga untuk alat ini.
Thx
Hanry

Boss yg di mod.com itu Brand Snow Performance produk US dan di install oleh REV enginering, yg satunya Aqua mist ato apa yg di modcom jg. Harganya jg std $ ada harga ada rupa….
Yang US produk ibarat bintang lima dan Art punya lokal ibarat kaki lima, klo mo tau harga paling tidak 6 jt utk Snow performance dan dapetin dyno run test.

Nah prinsip nya wai kan memasukan air dan methanol ke dalam mesin tapi harus berbentuk kabut….di alat buatan US dan lokalan Wai Art ini sama saja cuman beda packagingnya saja.

Me pake yg lokalan punya dan dalam waktu dekat akan test dyno supaya bisa mengetahui efek positif secara akurat dalam grafik chart.
Me pake di mobil Lancer Gti 1800 taon 94 seperti di gambar poto by Om Saftari jadi bukan GLXI ya Om.

Trims
Diplomat lokal

Reply
Andy

Mantab kang, trus di coba semua masukin dong
– HHO
– HCS
– Ring Diesel
– Supplement BBM

siapa tahu bensinnya bisa 16liter untuk 350km… kayak tu orang yg kagak mau ceritain bikin reaktornya gimana hehehe.. (sstt bukan katalis dong yg dipake )

Reply
raymond ///ART

Om, kalau buat WAI water pump-nya pake fuel pump avanza bagaimana? Yang O.E.M Denso kena @275rb dan sudah 12V, jatuhnya lebih murah karena tanpa inverter. Malah Nozzle nya pun mungkin bisa pake Injektor Avanza, O.E.M Denso @300 ribuan.

fuel pump tidak didesign untuk kontak dengan air. saya sudah pernah bereksperimen dengan fuel pump, cuma tahan 4 hari kemudian macet. demikian pula injektor. sebentar langsung macet, karena air adalah elektrolit, arus listrik yg melewati kumparan injector dan fuel pump jadi korslet.

Reply
Saftari

hanry Says:
Om saft,
kayaknya saya pernah liat di internet, salah satu bengkel di jakarta jual alat water injection (buatan US kalo ga salah) yang katanya sistem dan alatnya seperti injeksi BBM dan punya pengatur debit injeksi air sesuai putaran mesin.
Apa perbedaannya dengan WI-stage 3? Kalo bisa ada pembahasannya juga untuk alat ini.

Jawab:
Om Hanry..
Memang banyak kok versi Water injection dengan berbagai featurenya.. ada yang disambung ke detektor RPM, ada yang ke pedal gas, ada yang ke Vacuum Sensor, dan sebagainya..

Reply
Meidi Perwadi

Saya tertarik utk memasangnya di e-220 saya…..
Bisa gak yah Bro Raymond/Saft…….??

Reply
Prakoso

Selamat ya Om, saya ada usul:
Mungkin nggak? dari pada pake switch di pedal gas, diganti dengan switch/sensor vacum dari intake sehingga bisa diatur sesuai dengan tarikan dan waktu deselerasi air tidak keluar, jadi lebih irit airnya.(spt yg buatan us).

thanx

Reply
Prakoso

Oh ya, ada yang lupa : apakah ecu perlu direset setelah pasang wa-i?
bisa nggak pakai double nozzle yang bisa diatur keluar 1 atau 2 nozzle sesuai kebutuhan?

Reply
badoet

wah kalo dah pake pompa mestinya bisa dikembangkan lagi seperti dibawah ini
http://img33.picoodle.com/img/img33/3/8/9/badoet/f_02toytacomam_8344698.jpg

pasti hasilnya lebih maknyus…..

Reply
Saftari

Prakoso Says:
Selamat ya Om, saya ada usul:
Mungkin nggak? dari pada pake switch di pedal gas, diganti dengan switch/sensor vacum dari intake sehingga bisa diatur sesuai dengan tarikan dan waktu deselerasi air tidak keluar, jadi lebih irit airnya.(spt yg buatan us).
Oh ya, ada yang lupa : apakah ecu perlu direset setelah pasang wa-i?
bisa nggak pakai double nozzle yang bisa diatur keluar 1 atau 2 nozzle sesuai kebutuhan?

Jawab:
Om Prakoso, tentunya project ini bisa dikembangkan lebih advance lagi oleh teman2 yang hebat2. Kami mencoba sharing basicnya… selanjutnya mari kita rame2 kembangin lagi biar lebih canggih ga kalah ama buatan2 amrik. Kalo dah bikin yang advance.. jangan lupa disharing juga ya oom!
Thanks banget buat ide2nya!

Reply
rangga

wah wah ternyata om raymond dah sukses nih riset nya untuk bikin wa-i stage3..
udah jd selebritis, susah banget di telpon nya nih sekarang om ray?
Sedikit testi, gue pake wa-i nya dibantu om ray, stage 2,5 mngkin ya om, so far gak ada masalah. Oya gue melakukan sedikit modifikasi di wa-i yg om bikin nih, jadi di inlet solenoid nya gue pakein selang tambahan yang gue masukin ke kabin mobil, lebih tepatnya sih ujungnya dideketin sm saluran ac yg di kaki tuh, mudah2an gak efek ya/ hehehe..
Cuma ya itu om, gimana efeknya kalo ternyata yg masuk ke mesin masih berupa butir air, bukan kabut? di beberapa forum dan referensi memang idealnya yg masuk ke mesin sih berbentuk kabut. Apa harus step up ke stage 3 nih kayaknya gue? *mode ngeces on*
Sukses untuk ART nya ya om ray…

Reply
GarengBukanGarong

Dear Bro,

Mo pake di HD neh, saran NT pake stage berape? HD=Honda Dulu(1970)

Thanks,
Bro

Reply
raymond ///ART

dengan aplikasi switch actuator di pedal gas, water injection tidak aktif pada waktu idle, deselerasi, downhill,gear shifting dll. sehingga kebutuhan akan sebuah modul bisa ditinggalkan.

Reply
hendrik halianto

“water injection” sistem yang effisien, dia menguntungkan untuk saya dari bahan bakar solarnya dan bantu boost powerbandnya lebih ke rpm tinggi….padahal diesel adalah mesin yang hanya bertorsi. Saya develop sendiri sistem automatic refill “distilled water” dari mobil tersebut….hahahaha gue nggak usah ngisi air….
Guys, worth it abis, dan saya lagi research the key to all performance adalah “Temperature”. Semua yang punya Kijang Innova diesel mesti pasang….return of investmentnya cepet kok…. abis ini mau pasang turbo evo8 frontmount intercooler ARC udah ada nih…..jangan ngeremehiin kijang innova….heheh….thailand udah ada kelas super commonrail kelas…mesin kijang innova, dan pick up2 dualcab laennya regulasinya hanya boleh ganti turbo+intercooler…adiossss..

Email gw: halianto_23@yahoo.co.id

Reply
Saftari

GarengBukanGarong Says:
Dear Bro,
Mo pake di HD neh, saran NT pake stage berape? HD=Honda Dulu(1970)

Jawab:
Om Gareng.. pake stage-1 aja… udah mantab tuh.

Reply
pras

Kang saft,
Kalau voltasenya 24 volt sepertinya mesti nyari di toko yang jual alat-alat RO ya?
Ada nama toko yang bisa direkomen?

rgds

pras

Reply
raymond ///ART

saya pasang wa-i di volvo S70 turbo, mesin swap dengan T5R,2300 cc turbo intercooler, plus dastek unichip, ada lonjakan tenaga 99,6 HP…dari 211 hp menjadi 310,6 HP. torsinya mendekati 500NM..salut buat om Rama yg bantu2 kita juga dalam mendevelop wa-i, dan mengijinkan mobil kesayangannya jadi proyek uji coba..

Reply
hendri

kalo buat mobil kijang kapsul karbu 1800cc bisa gak? kalo pompa airnya diganti dengan pompa washer untuk wiper gimana oom saft?

Reply
Saftari

hendri Says:
kalo buat mobil kijang kapsul karbu 1800cc bisa gak? kalo pompa airnya diganti dengan pompa washer untuk wiper gimana oom saft?

Jawab:
Bisa kok buat Kijang Kapsul. Pompa Washer pernah dicoba kok waktu om Raymond mengembangkan Stage 2.5, hasilnya lumayan jugal, sudah menggunakan nozzle. Tetapi karena tekanan sangat kecil, semburan air belum tampak seperti kabut.

Reply
habib

om saft kalo buat motor jupiter mx bisa gak?
kalo bisa biayanya berapa ya?

makasih

Reply
Saftari

habib Says:
om saft kalo buat motor jupiter mx bisa gak?
kalo bisa biayanya berapa ya?

Jawab:
Untuk motor, bisa pakai Stage-1 atau Stage-2 saja.. biaya sekitar 100-200rb tergantung kualitas komponen yang digunakan.

Reply
putu

om saft kalo buat motor tiger tahun 2004 bisa gak pake water injection ?
kalo bisa biayanya berapa ?
bisa bikin irit gak ?

Reply
Saftari

putu Says:
om saft kalo buat motor tiger tahun 2004 bisa gak pake water injection?
kalo bisa biayanya berapa ? bisa bikin irit gak ?

Jawab:
Motor bebek aja banyak yang pakai kok, apalagi Tiger yang keren itu.. Pakai Wa-i stage 1 aja oom, sekitar 100-150rb .. baca deh artikel wai stage 1. Irit tergantung setelan karbu nya.. kalau jadi sering tarik2an malah jadi boros tentunya.. saking ketagihan power yang di dapat dari wai.

Reply
dec

Great artikel kang Saft… :-)

Kira-kira setahun yang lalu ayah saya bikin model water injection di mobil mazdanya. Prinsipnya sama. Hanya saja,yang dipakai bukan pompa air, tapi proses pemanasan dan reaksi kimia agar tercipta uap air bertekanan tinggi. Jadi sebelum masuk ke sistem pembakaran ada proses reaksi kimia didalam tabung air dengan katalis serta siklus pengkabutan dengan menggunakan panas dari knalpot. Larutan ditangki air kalau ga salah ditambahkan bubuk kaoh agar terurai dan sebelum masuk sistem pembakaran, dilewati dulu melalui selang alumunium yamg dililitkan ke knalpot. Sehingga uap air yang dikeluarkan bertekanan tinggi.semburannya amat keras berupa uap.Jadi, bokap ngga pake pompa air.
Awalnya saya bingung dengan maksud ayah saya. Tapi setelah mencoba mobilnya dgn tarikannya yang responsif serta irit, ditambah membaca altiker kang saft, akhirnya ngerti juga kang… :-)
Nice artikel..nuhun kang..

Reply
eci

om, kalo pasang bwat diesel bisa gak? kalo bwat diesel lebih irit dan bertenaga pake WA-I atau HHO?
thx

Reply
Saftari

eci Says:
om, kalo pasang bwat diesel bisa gak? kalo bwat diesel lebih irit dan bertenaga pake WA-I atau HHO?

Jawab:
Baca lagi deh komentar2 di atas,.. buat diesel wa-i cocok banget.

Reply
rahman

Om Raymond,

Kl lihat gambar yg mobil Mitsu, utk TB spacer buatan sendiri bukan?
Ada yg buat AN 1.6 nggak yah ? Kl boleh sama harganya juga deh.

salam,
-rahman-

Reply
raymond ///ART

iya om, TB itu buatan sendiri. kalau luhat struktur dalamnya, lubang tengahnya juga dilengkapi dengan ulir, untuk menghasilkan efek tubulensi. yang 1,6 ada juga kok 4G63 ? tinggal datang ke bengkel, trus kita mal packingnya..sementara kita ad juga stock, siapa tau ada yg cocok om.. harganya 400 ribu, sudah plus reamer Throttle body jadi bentuk velocity.

Reply
Reza

Om… kalo semisalnya udah pake Wai, terus ga sengaja airnya keabisan, efeknya apa ya? apa bakalan ngerusak ke komponen Wai dan komponen mesin?

thx,
reza

Reply
Diplomat lokal

Reza Says:

October 27th, 2008 at 4:16 pm
Om… kalo semisalnya udah pake Wai, terus ga sengaja airnya keabisan, efeknya apa ya? apa bakalan ngerusak ke komponen Wai dan komponen mesin?

thx,
reza

Boss Klo aer habis bisa di off kan switch on/Off nya…..klo mau di pakein seperti Innova Diesel…ambil dari ac mbl trus di supply ke tabung wai jadi gak usah isi dari luar…recycle ac mbl saja.

Reply
rahman

Terima kasih Om Raymond atas tanggapan nya…..
Terus kalau untuk WaI yang stage 3 ini total tissue nya berapa yah….
Buat persiapan aja kl mo maen ke situ jadi udah pede……he he he….

salam,
-rahman-

Reply
Diplomat lokal

Mending datang saja dolo boss klo liat langsung kan bisa melihat seperti apa dan efek positipnya apa?
Ada lancer gti me di sana yg sudah pasang wai boleh coba di sana monggo saja boss. enaknya wai ini bisa jg masuk utk aplikasi mbl yg menggunakan turbo di mbl nya.

Diplomat lokal

Reply
Heru

Om,
Water injection stage 3 pernah dicoba di dynotest ? gimana performancenya ?

Reply
Saftari

Heru Says:
Om,
Water injection stage 3 pernah dicoba di dynotest ? gimana performancenya ?

Jawab:
Om Heru..
Terus terang saya pribadi belum pernah test Dyno… sebab tujuan pasang WAi bukan untuk dongkrak performance.. tapi buat biar ga ngelitik aja. Walau pada kenyataannya tenaga nambah dan tarikan jadi panjang dibanding wai di OFF. Mungkin nanti ada teman2 lain yang bisa sharing kalau di Dyno gimana.

Reply
adi

om saft, pompanya pake pompa reverse osmosis bukan? trus nama selang high pressurenya apa ya yg bagus dan tahan panas?

Reply
Ijay

om saft

apakah sudah ada hasil evaluasi wai stage 3? baik itu dari performa juga konsumsi bbmnya.

salut buat om saft yang kagak ada matinya

ijay
komunitas 505 indonesia

Reply
andrie

wah kalo yang untuk daerah jawa timur dan sekitarnya cuman bisa ngiler aja nih……

Reply
raymond ///ART

untuk diluar jakarta,bisa beli package KIT nya om..trus pasang sendiri, nanti dibekali panduan lengkap dan manualnya om..

Reply
raymond ///ART

Reza Says:

October 27th, 2008 at 4:16 pm
Om… kalo semisalnya udah pake Wai, terus ga sengaja airnya keabisan, efeknya apa ya? apa bakalan ngerusak ke komponen Wai dan komponen mesin?

thx,
reza

Boss Klo aer habis bisa di off kan switch on/Off nya…..klo mau di pakein seperti Innova Diesel…ambil dari ac mbl trus di supply ke tabung wai jadi gak usah isi dari luar…recycle ac mbl saja.

bisa om, di innova diesel saya juga yang pasang,atas ide dari sang pemilik, thanks ya om Hendrik buat ide2 nya..

Reply
domi

Om, keren abis artikelnya…
Saya ngikutin dari stage1 sampe ini hari yang stage 3, menurut aku pengembangannya cukup signifikan. O iya kalo untuk 505 GTI bisa ga ya ? soalnya takut neh..maklum mobil tua dan juga enginenya rumit…tapi masih pengen lari terus huehehehe. Terus kalo untuk pesen sampe di surabaya sampai berapa ya totalnya.. bisa dikasih rinciannya donks via email, biar bisa di runding dulu ama menteri keuangan 😀

thx,
Domi

Reply
Yoyok

Bagaimana caranya untuk pasang di Supra X 100cc, kira-kira cocoknya pake stage 1/2/3 ?
terima kasih.; untuk pemesanan komponen komplit, bagaimana caranya ?

Reply
Adi

kang saft knapa nozlenya ga pakai yang buat misty fan( fan yang nyemburin kabut air)? di glodok banyak tuh, emang mirip yang dipakai sekarang, harganya 32rb paling kecil ukuran 0.1

Reply
youl hw

kapan saft7 mau kupas HHO .Itu lho yg mirip WAi yang menggunakan air & soda kue. Kita nunggu percobaannya ,lebing bagus mana?

Reply
Ffachruddin sr ( ARY )

Om Saft7.
Fungsi pompa dan nozel pada WAI agar air yang masuk kedalam sistem pembakaran berupa partikel kecil ( kabut ) sedangkan pada sistem WAI 2 masih berupa tetesan air.
Bagai mana kalau sistem WAI 2 dikembangkan lagi dengan cara menanbah pipa tembaga kecil yang dililitkan di nsistem kenalpot sesudah jarum suntik dan kemudian baru di masukkan kedalm sistem pem bakaran. jadi air yang masuk sudah berupa uap air.
Mungkin ini akan menekan biaya pembuatan dan tidak memerlukan pompa, inverter , nozel , dan selenoid yang mahal. cukup menambahkan pia tembaga kecil yang di lilitkan pada sistem gas buang ( header\knalpot) pada sistem WAI 2.
Ditunggo Untuk percobaan HHO nya.
Tks Ary

Reply
raymond ///ART

pemikiran dasar diciptakan wa-i adalah menyemburkan partikel air untuk mendinginkan suhu udara yg dihisap intake. untuk itu air seharusnya sedingin mungkin, atau minimal masih berada pada ambient temperature. nah, kalau kita menyemprotkan uap air kedalam suhu intake, kita malah menambahkan kontribusi panas udara yg dihisap intake, padahal, untuk merubah air menjadi uap, minimal harus membutuhkan kalor yang setara suhu 100 derajat celcius, dan suhu uap saya rasa gak jauh2 dari 100 derajat. turun sedikit saja, uap akan segera berubah menjadi air lagi.
kalau mau lihat pembahasan mengenai wa-i, bisa klik di link ini:
http://www.unexplained-mysteries.com/forum/index.php?showtopic=69462
semoga bisa mencerahkan.

Reply
joesoep

Selamat buat kang Saft, Saya udh pasang stage-2 di Accord 83 dan di motor Beat hasilnya oke, semuanya pake system jarum suntik 27G & on-switch di throttle karbu. kalo di Beat sich irit, tp dgn desain yg sama ditaro di mbl, boros(pake wadah yg 1Liter) jd males beli methanol. sekarg air doang (air demineralized).
Sy mo nanya u/ yg stage-3, Konsumsi daya total terutama pompa berapa watt/ berapa Ampere ? mengingat mobil tua jadi harus diperhitungkan. Trims.

Reply
raymond ///ART

total watt terkonsumsi cuma 2 ampere om. setara dengan lampu kecil mobil depan belakang.

Reply
teddy

hallo om saft.
long time no see
selamat atas wai stage 3 nya..
kalo untuk m52 apakah perlu dilubangi intake nya ( m50 nya udah dilungsurin nich)

rgds
teddy

Reply
Tiongyan

Omm Saft,

Mungkin bisa alternatif pakai pompa washer kaca standar sdh 12 V berikut tabung airnya, jadi tidak perlu inverter lagi, sedangkan selenoid valve bisa pake yang 12 V juga.

Karena pompa washer kaca juga lumayan kuat tekanannya, seperti di mobil INOV kalau washernya yang model semprotannya MIST juga.

Jadi cost bisa lebih irit lagi.

rgrds,

Reply
tomon

Om Saft yang makin oke aja,cukup rumit juga alat-alat yang dipakai nya dan mungkin belum tentu di semua daerah ada.Kalau saya pernah memperhatikan alat Nebulizer,biasanya dipakai di klinik berobat/rumah sakit untuk therapi paru-paru,hasil pengabutan cairan obat(kalau ga salah cairan infus+obat cair juga)hasilnya malah seperti kabut asap,dan saya perhatikan alatnya yang cukup simpel, probe plastik dan kompressor udara kecil.Apakah bisa alat ini,(nebulizer)dengan sedikit dimodifakasi(mungkin yang dari plastik diganti bahan metal) diaplikasikan untuk Wa-i ? melihat hasil kabut asap dan alat yang cukup sederhana itu.thank’s

Reply
joesoep

kalo itumah flownya kekecilan buat mobilmah atuh Mr.Tomon. paling buat motor, itu juga efektif pada posisi langsam, kalo dipake lari gak ngefek, malah ngabisin setrum aza. kalo memang mau, gak usah beli nebulizer, mahal. beli aza ultrasonic water mister, cuma 100 rebo. tapi ya itu flownya kecil boss..

Reply
antony

Di komparasiin donk Om Shaft..apa efeknya sebelum pakai Water Injection dan setelah pakai? Trus kl airnya nggak bisa jadi kabut..apa dampaknya buat mobil. Salam.

Reply
edi

Mau tanya, berapa % kira2 bahan bakar yang bisa di hemat dengan Wa-i, ini ?
Untuk pompa airnya bisa ndak di ganti dengan pompa bahan bakar yang ada di motor honda supra injeksi ?, (karena pompa itu bekerja 12 v, tekanan 43 psi)

Reply
TheOwner

edi Says:
Mau tanya, berapa % kira2 bahan bakar yang bisa di hemat dengan Wa-i, ini ?
Untuk pompa airnya bisa ndak di ganti dengan pompa bahan bakar yang ada di motor honda supra injeksi ?, (karena pompa itu bekerja 12 v, tekanan 43 psi)

Jawab:
Om edi.. penghematan tergantung dari masing2 orang.. ga bisa diukur pasti.
Untuk fuelpump sebagai pompa air.. ini ga tepat.. karena terjadi malah macet di komponen2nya.. karena air yang bisa bikin karat.. beda karakter dengan bensin yang sudah ada aditif detergen dan lubricant nya yang membuat fuelpump tidak akan macet.

Reply
suro

# joesoep Says:
November 13th, 2008 at 10:34 am163163

kalo itumah flownya kekecilan buat mobilmah atuh Mr.Tomon. paling buat motor, itu juga efektif pada posisi langsam, kalo dipake lari gak ngefek, malah ngabisin setrum aza. kalo memang mau, gak usah beli nebulizer, mahal. beli aza ultrasonic water mister, cuma 100 rebo. tapi ya itu flownya kecil boss..

mas joesoep beli ultrasonic water mister-nya dmn?
trus hrg-ny brp?
thnk

Reply
suro

# joesoep Says:
November 13th, 2008 at 10:34 am163163

kalo itumah flownya kekecilan buat mobilmah atuh Mr.Tomon. paling buat motor, itu juga efektif pada posisi langsam, kalo dipake lari gak ngefek, malah ngabisin setrum aza. kalo memang mau, gak usah beli nebulizer, mahal. beli aza ultrasonic water mister, cuma 100 rebo. tapi ya itu flownya kecil boss..

mas joesoep beli ultrasonic water mister-nya dmn?
sy mau coba u/ mtr suprafit sy, yg ngkn co2k sm flow yg kcl itu
thnk

Reply
jackal

Mas, nanya..
-setelah di pake WI stage 3pada mobil2 itu, ada beda gak ama Wi stage 1&2?? Klo saya lihat dari foto kayanya semburan airnya kebanyakan tuh?Bener gak??
-Klo aplikasi WI di motor, tapi motornya sebangsa honda yang stndar pabrikan kompresi biasa (tak perlu pertamak) dan setela pengapian standar…kira2 ngaruh gak ama efisiensi bbm&performa? Klo di mobil kan pengapian nya mudah di setel lebih cepat….???

Reply
boyke

salam,
saya tertarik dengan teknologi ini, tapi kenapa pabrikan mobil modern tidak mengaplikasikan teknologi sebagai teknologi standart di mobil mereka. padahal untuk menciptakan teknologi di mobil memerlukan riset yang lama dengan para ahli yang jago.

kemudian bagaimana pengaplikasikan di mobil VW, dapat memeberikan contoh di mesin vw lawas yang pendingin udara.

trims

Reply
agismaniax

om ray dan om saft, saya pernah liat kit wa-i dgn nama Liquid Power. salah satu alat dalam kitnya spt ini: http://i9.photobucket.com/albums/a57/bobbysant/6.jpg. alat ini masih memanfaatkan kevakuman di intake. fungsinya mencampur udara dengan sedikit air shg menjadi kabut air. om aroel membuat modifikasi kecil dari wa-i stage 1, yaitu pada bagian akhir jarum yg menuju intake, gambarnya kayak ini: http://cepot.files.wordpress.com/2008/09/img-3554a.jpg?w=465&h=315.
prinsip kerjanya mirip2 kerja semprotan nyamuk.

nah, kalau kita tambahkan pompa udara yg ditrigger oleh microswitch di pedal gas utk membantu pada rpm tinggi pada wa-i stage 1 dg modifikasi om aroel, gimana tuh om?

Reply
penk dell

om..
saya pernah lihat sejenis teknologi ini dipasang di mesin F1 kalo ga salah renault.
ada vodeo rekamannya juga waktu itu. yang disemprotin itu apa saya juga ga jelas.. tapi keliatannya seperti ini juga ato bahan bakar yah..?soalnya posisi nozzle ada di luar saluran intake.. sedang saluran bahan bakar sudah ada sendiri dan nancep di intake.. kabutnya sangat halus… dan terhisap sempurna oleh mesin.. kalo pengen liat monngo http://www.youtube.com/watch?v=Eo-9Io41bt8
barang kali bisa buat nambah inspirasi

Reply
BoyWangon

Salut buat Mas Saftari….
Sejak dari wa-i satage-1 saya udah mulai tertarik nih…eh muncul juga yang stage-3 yang sempat terpikir untuk saya buat dengan nozzle dari semprotan hama (hanya saja belum sempat saya buat).
Saat itu saya pikir kalo pake jarum suntiktentunya air yang masuk hanya dalam bentuk tetesan, airnya tidak terpecah sempurna menjadi uap air saat masuk ke intake manifold.

Seperti yang kita ketahui, perubahan air dari kondisi cair menjadi uap akan menyerap kalor udara sekitarnya. Penyerapan panas ini akan berefek pada penurunan suhu udara sekitar yang selanjutnya berefek pada peningkatan densitas udara.

Pernah dicoba gak, airnya ditembakkan sebelum throttle body (udara dimampatkan dulu sebelum melewati throttle body)? Apakah lebih efektif? Kayaknya perlu dynotest nich untuk tau efek & bedanya!!!

Ada gak nozzle yang lebih kecil dari ukuran 0.3 seperti tersebut di atas untuk aplikasi di motor? Kebetulan saya ini Bajaj Pulsar Owner, saya juga aplikasi wa-i di Pulsar saya (yang bisa dibilang gabungan stage-2 & 3 kali ya…karena saya sudah pake solenoid dan microswitch (bukan autorelay) yang saya tempel di body carburetor untuk mengaktifkannya.

Kesulitan saya adalah mengatur debit air yang masuk (sekarang masih terlalu banyak, padahal ujung jarum suntik sudah saya kecilkan) sehingga kadang mesin masih tersendat saat gas dibuka tiba-tiba.
Atau disini fungsi water regulatornya, karena saya tidak menambahkan item ini di wa-i saya?

Karena saat itu saya pikir, untuk apa pasang water regulator? kan saudah ada jarum suntik yang mengatur besar kecilnya debit air yang masuk? Selain itu saya cari-cari itu barang juga belum ketemu. Bisa minta tolong info tempat belinya dimana?

Oya…kalo di panther hi-grade ’95 yang 2.3l titik tembakan air dimana ya? Setau saya tidak ada throttle body,karena yang diatur hanya debit solar yang masuk ke ruang bakar, debit udara tidak diatur

Mohon pencerahan & koreksi kalo ada kesalahan Mas Saftari!!!

Thank you very much!!!

Reply
iPIX

Mohon info doo.o.onk!!!

Dimana sih bisa dapetin water regulator di daerah Jakarta? Daerah seputaran Otista-KelapaGading-Tambun-
Bekasi kalo bisa…

Thanks

Reply
iman

sip tuh WA-i stage3, makasih banget bisa dapat informasi begini bagus. bisa nggak kalau pesen paket tuh… saya pernah pesen bukunya, kalau ada paket ijection stage3 ini boleh lah…thanks.

Reply
raymond///ART

Oya…kalo di panther hi-grade ‘95 yang 2.3l titik tembakan air dimana ya? Setau saya tidak ada throttle body,karena yang diatur hanya debit solar yang masuk ke ruang bakar, debit udara tidak diatur

Jawab: dimana saja, sedekat mungkin dengan intake planum. Di mesin diesel bisa di intake hose yang dilubangi. kalau untuk yang turbo ya harus ngebor planum om,,

Reply
B Setiawan

Om Saft7 yang Max Gaver
Pernah mendengar/membaca menghemat pemakaian bahan bakar yang menggunakan air ( penguraian unsur air menjadi oxigen + hidrogen ) gak? Kalau pernah,bisa gak diulas mengenai penghebat bahan bakar tersebut,dan bagaimana cara menguraikan serta penggunaannya.TQ

Reply
Raisin

Dear Saft7,

Saya udah pertimbangkan menggunakan premium untuk toyota Yaris yang saya gunakan. Ternyata, dari spesifikasi yang tertera, CR (compression ratio) dari mesin Yaris lebih dari 11. Walhasil mobil ini harus menggunakan Pertamax untuk menghindari kemungkinan terjadinya detonasi. Lebih extrim lagi, agar bisa bekerja dengan baik dengan menggunakan premium saya harus mengakali ECU dengan mengunakan 3rd party engine management (piggyback).

Saya berencana untuk menanyakan alasan Saft untuk menggunakan nozzle no 0.3 bukan yang lebih kecil dari itu karena saya pikir 0.3 itu besar sekali. Tetapi saya menyadari jika mobil yang digunakan Saft adalah BMW bermesin 2500cc.

Saya pikir dengan menggunakan nozzle 0.1 tentunya sudah lebih dari cukup untuk mesin Yaris dengan kapasitas 1500cc.

Pertanyaan saya
1. Jika BMW masih menggunakan tangki air 2L, berapa lama akan habis ketika kendaraan digunakan pada kondisi normal? Asumsi saya tentunya akan lebih rendah lagi jika menggunakan Nozzle 0.1
2. Pada WAI stage tiga ini, saya akan menggunakan RPM Activator seperti Falcon untuk menggantikan Microswich karena saya ingin mengaktifkan WAI pada rpm 2300 dst. Apakah saya harus tetap mengggunakan selenoid?
3. Jika saya tidak salah, water pump yang digunakan oleh Saft terhubung dengan pressure gauge. Selain untuk memantau kondisi air dan tekanan, Saft juga merangkai salklar on/off untuk menonaktifkan WAI. Apakah ini lebih didasarkan kepada langkah prefentif untuk menghindari kerusakan karena pompa yang tidak bisa Run Dry?
4. Yang terakhir adalah request untuk teman-teman. ada yang bisa mencari dimana water pump 12v dan juga selenoidnya agar kita tidak perlu menggunakan inventer?

Regards

Reply
Rustam

Om.. mantap sekali aplikasinya,,, by the way boleh nggk aplikasi tersebut dibikin Tugas Akhir saya???

Reply
Tony Silaban

Water Injection ini paling sip kalo dipasang di mobil diesel dan bensin tapi yang karburator… karena kalau yang ecu semprotan air ini dianggap udara yang masuk banyak (karena air intake temperature nya jadi rendah) sehingga bensin pun disemprot lebih banyak oleh ECU… Alhasil bensinpun boros sekali… kecuali dipasang pada air intake temperature censornya semacam piggyback murah meriah dari gabungan resistor dan potensiometer baru bisa diperirit bensinnya.. Hasil yang paling terasa hanya saya rasakan pada mobil diesel tapi kalo mobil bensin Gak beda jauh.. (saya sudah dyno) .. keuntungannya hanya tidak ngelitik yang saya rasakan… Yang mau pasang utk mobil bensin dan ECU sebaiknya berhitung2 dulu tapi kalau mobil diesel sebaiknya pasang… karena enak tenan hasile…

Reply
kiki fu

cool…..

Reply
Antonov

Ok banget om. Cuma mau nanya, apa yang akan terjadi kalau misalnya kita lupa mengisi air, sampai2 tabung kosong. Dampak terburuk apa yang akan terjadi?

Reply
go2alam

om saft, dengan settingan seperti itu ? berapa kira kira flow per menit nya pada saat boost “on” ?
pengin memperkirakan besar kecil nya storage yang harus di install negh :)
thx u bro!

Reply
Dandy

Sore smua….
Bravo W.I lokalnya!!!bgm kalau sensor pengaktifnya berdasarkan rpm ato tekanan/suhu turbo tapi
berbiaya rendah…
Maju Otomotif Indonesia….

Reply
Dandy

coba check atau pelajari dari web:http://www.maserati-alfieri.co.uk/alfieri138.htm.
Maserati biturbo pakai WATER INJECTION buatan sendiri.

Reply
hendyeka

Wow … Keren ….
Apakah pompa wiper cukup utk dipakai? (berhubung tegangan kerjanya khan 12 V).

Reply
Andi

Kang Saft, untuk pengaturan debit air dengan cara apa?
apa tidak dicoba dengan potensio seperti piggyback murmer sperti Bung Tony katakan diatas, dengan menjumper kabel arus pompa, kemudian noozle yang digunakan ditest dengan tekanan pmpa minimum, dicari batas terjadinya kabut. sehingga kt memiliki acuan pengaturan air yang akan digunakan.
karena jika debit tdk diatur akan sulit diterapkan secara universal.
Atau ada cara pengaturan debit lain…

Reply
PP

Kang Saft + Kang Ray,
Flow airnya tidak berubah sesuai dengan Load Mesin? Waktu Load mesin ringan flow tetap sama ketika load mesin tinggi?

Reply
saft7com

PP says:
Kang Saft + Kang Ray,
Flow airnya tidak berubah sesuai dengan Load Mesin? Waktu Load mesin ringan flow tetap sama ketika load mesin tinggi?

Jawab:
karena hanya menggunakan microswitch dipasang ke pedal gas, maka pas pedal gas di injak, water injection bekerja…
kalau di mesin2 mobil formula, wai diatur oleh komputer khusus yang mengatur semprotan berdasarkan RPM dan LOAD mesin.

Reply
Jerikus

Maaf yach Oom Saft, bukannya sok pinter, tapi kalau butuh tegangan 24 VDC di mobil itu ga perlu inverter.
Bisa diambil dari Alternator/Dynamo jalan, ambil stroom dari Spool sebelum masuk Regulator ( IC ) jadi tegangannya masih arus bolak-balik ( AC ). Kalau kurang tinggi pakai Rangkaian Pengganda ini, ( dioda bisa diganti sama yg lebih besar ampernya ) kelebihannya output / tegangan seirama dgn putaran mesin / RPM, jadi ga perlu Micro Switch. Maaf yach kalau salah, cuma asal muni kok….

[IMG]http://i579.photobucket.com/albums/ss236/jerikus/Ganda2X-1.jpg[/IMG]

Salam kenal semuanya….

Reply
saft7com

Jerikus says:
Maaf yach Oom Saft, bukannya sok pinter, tapi kalau butuh tegangan 24 VDC di mobil itu ga perlu inverter.
Bisa diambil dari Alternator/Dynamo jalan, ambil stroom dari Spool sebelum masuk Regulator ( IC ) jadi tegangannya masih arus bolak-balik ( AC ). Kalau kurang tinggi pakai Rangkaian Pengganda ini, ( dioda bisa diganti sama yg lebih besar ampernya ) kelebihannya output / tegangan seirama dgn putaran mesin / RPM, jadi ga perlu Micro Switch. Maaf yach kalau salah, cuma asal muni kok….

Jawab:
Wah ini masukan cerdas nih.. semoga bisa dikembangkan lagi oleh kang Raymond Stephend… thanks ya om Jerikus..

Reply
Jerikus

Oom kenapa gambarnya ga keliatan yach …?
Salah gitu IMG Codenya.

Reply
PP

Om Jerikus,
Dari sistem yang dibuat ini apakah besaran air yang keluar dalam bentuk mist bisa diatur sesuai RPM?
Mis.Semakin besar RPM, mist semakin banyak, kalau bisa keren banget.

Reply
Jerikus

Secara teoritis, putaran kerja Pompa tergantung dari supply tegangan, biasanya kalau tegangan kerjanya 24VDC, maka rangenya 10-26 Volt.
Jadi kalau supply <24V maka rpm pompa menurun, otomatis pressure ikut turun, sebaliknya kalau suplly naik, rpm pompa & Pressure akan ikut naik.
Terus terang saya ga punya WA-I, jadi belum ngetes langsung, biasa saya praktekin di HHO, tapi kalau masalahnya di Voltage, saya punya skema, mau jadi 36 VDC, 48 VDC atau bahkan 220 VAC juga bisa.
Coba ditest aja dulu, nanti ketauan problem apa, murah kok, rangkaian spt itu paling cuma 12rb aja.

Salam

Reply
PP

Saya sudah memasang Wa-i stage 2 dulu, sekarang setelah mendapat ide dari yang stage 3 ini, langsung inovasi pakai “mist Maker” yang untuk akuarium.
Benar-benar mist.
Mist maker bekerja di 24AC jadi beli inverter untuk mobil.

Pasang 2 mist maker, air pun cukup sedikit. Konstruksi sederhana dan tidak ribet….benar-benar mantap!…thanks Kang Saft..

Reply
PP

Yang harus dipikirkan adalah:
Berapa sebenarnya jumlah air yang tepat masuk kedalam ruang bakar?

Ada yang bilang tergantung besar mesin(CC), tetapi banyak yang tidak menjelaskan secara spesifik.

Saya memakai 2 mist maker dengan produksi 500ml/hour dengan tidak semua mist terhisap yang disebabkan oleh konstruksi.

Kang Saft bisa menginformasikan panduan jumlah air yang boleh masuk ke silinder untuk mendapatkan hasil optimal?

Reply
jerikus

Oom Saft, kalau sempat sekali-kali boleh kasih masukan dong di Forum yg berkaitan dgn HCS + HHO, di sini :

http://forum.detik.com/showthread.php?t=43365&page=48

Reply
heddy

Kalo mo diaplikasikan ke motor gimana yah caranya, microswitchnya musti ganti dengan apa biar WI nya kerja? Perlu ganti aki yang lebih besar gak yah?

Reply
Herman Budiharsono

P.Saft & p. Raymond,
Kemungkinan ada-enggak peralatan tsb di Surabaya?
Kalo beli + dibikinin sketsanya bisa? Untuk LGX 1.8 EFI bensin 2004 + untuk LSX diesel 1998.
Tlp+Fax : 031-843 5485 atau Imel : zither_pro@yahoo.com + bisa transfer duit via SMS Banking BCA ?
Makasih !

Reply
@sh

udah tak cari2 didaerah madiun sulit cari High Pressure Water Solenoid Valve nich???

Reply
Countryman

Semua mobil2 komersial modern baik yang pake ECU atau tidak, injection atau carburettor, semua di disegn sedemikian rupa sehingga tidak perlu memakai WAI. Yang dimainkan fabrikan adalah CR dengan jenis bahan bakar yang harus dipakai berdasarkan RON. Thus rada kurang rationale masang WAI hanya supaya dapat menggunakan premium (RON 88). Misalnya saja kalau sudah mampu beli Yaris dengan CR 11.1, itu mobil sudah yahud, ya belilah pertamax toh anda sudah mampu beli Yaris nya itu sendiri. Kecuali hanya untuk sekedar hobby dan ngoprek. tapi menurut saya..ngoprek juga harus kena rationalnya..misalnya pasang booster..nitro…apa yang harus dimodifikasi..dll.

Reply
susilo

Salam kenal. Pak Saft bisa coba bikin wai stage 4 : dgn nebulizer yg membuat kabut super duper halus. Alat nebulizer biasa dipakai untuk mengkabutkan obat asma sebelum dihirup pasien. Mungkin yg masih kurang “klop” adalah volume semprotannya yang kecil (karena buat dihirup manusia, bukan mesin mobil 😉

Reply
yusas

di silinder liner mobil saya terjadi lubang-lubang kecil akibat terjadi kebocoran air radiator melalui packing silinder head dalam waktu tidak terlalu lama (karena mobil produksi 2001 jadi kemungkinannya kecil kalo dari awal sudah terjadi kebocoran).Apakah Wa-i ini akan berdampak sama dengan yg pernah terjadi pada mobil saya tersebut? Untuk diketahui bersama, sebuah sistem Wa-i berlicense Ma**ysi* pernah dipernalkan ke pembangkitan (power plant) namun hal tersebut tidak pernah direkomendasikan oleh pabrikan manapun.Terima kasih. Bravo Otomotif Indonesia!!

Reply
    lancer 93

    sy fredi kebetulan saya punya pemikiran sama dgn anda apakah air dari wa-i itu habis terakar semua? mengingat biasanya ada air yang keluar dari knalpot. Bila di ruang bakar juga ada air yang tidak terbakar – walaupun tidak terjadi water hammer tapi apakah itu akan membuat karat ruang bakar? apakah anda sudah dapat jawaban dari saft ? mohon pencerahannya

    Reply
Paculbo

om,kalo mau pasang itu gmn ya?!?

itung2 tadi modalnya abis Rp.1,110,000,-

kalo masalah paket dan pemasangan direkan om sfat kena brapa ya?!?

maklum,masih newbie nie..

trus,isi airnya tiap brapa lama om?!?

Reply
Arif

Salam kenal, mas Saft..
Saya ada masalah nih dalam pekerjaan saya..
1. Honda Accord CEILO th 95
Kenapa ya saat mobil dalam keadaan berjalan normal jika pedal gas dilepas (pada saat pengereman) mesin sering kali mati padahal pada saat mobil dalam keadaan berhenti habis digas-gas terus lepas pedal gas, rpm mesin dalam keadaan normal?
2. Toyota Kijang CGF => EFI
Rpm kok cenderung tinggi (minimal 1000rpm) alias tidak mau rendah dalam keadaan (idle)seperti biasa, padahal sudah saya check penyebab umumnya kira2 permasalahannya dimana?
3. Mitsubishi ETERNA
Worm power steering sudah diganti dan As worm masih dalam keadaan bagus, tetapi kenapa ya oli power-nya tetep bocor? Bahkan repair kit-nya pun sudah diganti?
Apakah permasalahannya ada pada oli powernya yang kuramg bagus?
Mohon pencerahannya…(bs dikirim lewat email adress saya)
Terima kasih banyak, Mas Saft..

Reply
barnest

mas bisa aku jadiin T.A gk???

aku mau ambil judul Water Injection

Reply
yuhan

kalo buat civic wonder tahun 84 gimana masangnya om, kalo bisa tolong buatin schematicnya om???

Reply
Matt

Oom Saft, klo stage 3 ni di aplikasi
pada sepeda motor, bisa tidak ya? Dan
kira2 penyesuaian apa saja yang harus
dilakukan? trims

Reply
Erwin Lewi

Om Saft,
buat turbo gimana? apa bisa di sesuaikan dengan boost / timing nya?

Reply
igun

buat motor, ada ga bos, brapa duit yaa?

Reply
Agusnar

Mas Saftari, saya appreciate sekali usaha trial and error yang dilakukan. Hebat and smart habis! Pertanyaan saya: untuk mendapatkan water vapor, apakah bisa memakai injector (meskipun masih diperlukan pompa tekanan tinggi juga..)? Atau memakai carburator motor 28 mm, dengan memanfaatkan tenaga vacum intake manifold? Kalaupun Mas Saftari belum mencoba 2 hal ini apakah secara teoretis bisa jalan?

Thanks & regards,
Agus

Reply
saftari

Agusnar says:
Mas Saftari, saya appreciate sekali usaha trial and error yang dilakukan. Hebat and smart habis! Pertanyaan saya: untuk mendapatkan water vapor, apakah bisa memakai injector (meskipun masih diperlukan pompa tekanan tinggi juga..)? Atau memakai carburator motor 28 mm, dengan memanfaatkan tenaga vacum intake manifold? Kalaupun Mas Saftari belum mencoba 2 hal ini apakah secara teoretis bisa jalan?

Jawab:
Kalau pakai injector, perlu di umpan listrik untuk embuka nozzle nya.. atau bisa gunakan nozzle mesin diesel.

Reply
arya poetra

salam kenal…
Barvo Merah Putih, saya tertarik sekali dengan wa-i ini, saya cukup awam tentang listrik tapi saya mencoba memberi masukan berdasarkan pengamatan saya pada sebuah lampu yang memakai dimmer yakni, apakah bisa dipasang sebuah potensiometer (voltage regulator) pengganti switch di pedal gas lalu potensiometer tersebut. Salah satu metode pengoperasiannya dengan dihubungkan satu poros dengan katup throttle sehingga tegangan listrik yang masuk ke motor pompa air dapat disesuaikan dengan kebutuhan yakni berdasarkan bukaan katup throttle ? tentunya dengan batasan tegangan listrik minimum yang dibutuhkan agar pompa dapat bekerja guna mengasilkan tekanan pengabutan pada saat mesin idle. Terima kasih

Reply
Agusnar

TO: Mas Jerikus
Saya pengin main laptop di mobil, sayang belum punya adaptor / inverter 12 volt ke 19volt (3- 4 amper). Apakah Mas Jerikus punya skematiknya yang cukup sederhana?
Thanks & regards, Agus

Reply
yogisprite

Bro, salut untuk artikel ini… jd tertarik untuk masang Wa-i di peugeot 306, apakah bisa di pela mampang atau di bdg? Trimakasih

Reply
Dandala

mas raymond saya sedang membuat tugas akhir tentang water injection di opel blazer,saya ingin tanya apa sudah ada pengguna opel blazer yang menggunakan water injection???jika ada apakah saya bisa mendapatkan info dari si pengguna agar dapat saya uji di lab,,hasil dari uji lab akan saya berikan ke mas raymond agar bisa menjadi bukti bahwa penggunaan wa-i sangat bermanfaat,thanx

Reply
KUPLUK

Om Ray,saya sudah pasang HCS di Kijang Kapsul 2000—hasilnya lumayan—gmn menurut pendapat om kalau sy pasang juga WAI Stage 3 —sy berharap bisa dapat Hemat,Tarikan atas dan bawah yahuud—thx

Reply
herbi

Bisa gak pompa bensin mazda (yg model dicelup di tanki),
dipakai sebagai pompa air?
Lumayan tekananannya sekitar 85 Psi.

Reply
    saft

    Fuel Pump tidak tahan dengan air… akan menyebabkan karat di dalam komponen electrical nya…

    Reply
aufia

Bung Saft, untuk melengkapi WAI tolong dong di design combinasi dengan brown gas/hho. karena hho jelas sbg substitute bbm itu sendiri. thx

Reply
HABIBI

di maNA sih tempat pembelian pompa air yang bertekanan 100PSI

Reply
Tedzar

Salam Kenal…
Aku punya Mobil Tua,, Daihatsu Charade CS Non Turbo thun 85.. kalo di aplikasi Wa-i ini cocoknya pake yang Stage yg berapa ya? 1,2 or 3??

Reply
madun

aplikasi di motor bisa gak???
efeknya gmn…???

Reply
    saft

    Banyak teman2 yang mengaplikasikannya di motor.. bahkan untuk tugas akhir.

    Reply
lancer 93

Saya ada pertanyaan kang saft : apakah air dari wa-i itu habis terbakar semua diruang bakar? mengingat biasanya ada air yang keluar dari knalpot. Bila di ruang bakar juga ada air yang tidak terbakar – walaupun tidak terjadi water hammer tapi apakah itu akan membuat karat ruang bakar? mohon pencerahannya…dampak positifnya menarik tapi jangan2 ada resiko yang besar dibalik penggunaan Wa-i ini.. sebelumnya terima kasih kang.

Reply
    saft

    ketika masuk ke ruang bakar, butiran air langsung pecah menjadi uap air… yang bersifat akan menurunkan suhu ruang bakar.
    baca2 lagi deh artikelnya.
    Jangan lupa.. juga mencobanya.. jadi tidak menebak2 saja.

    Reply
twizted_line

kang saft, kalo pake sistem skrg, berarti pengontrolnya cuma kerja ON-OFF aja ya?
atau besar semburan mengikuti RPM?
lalu, bagaimana pengaruhnya jika besar semburan mengikuti RPM? kan RPM rendah dan RPM tinggi pasti kondisinya berbeda kan?
kebetulan pengen coba di motor, tp pengen improve jg dalam sistem kontrolnya.

makasih..

Reply
jbuki2002

Pak, mohon informasi.
Kalau mobil saya (Innova Bensin 2010) dipasangkan Water Injection (WI) ini, apakah harus ada yang disetel ulang (re-adjustment)?
Terima kasih.

Reply
GundalaPutraPetir

Kang, numpang tanya dong,
nggak perlu relay ya untuk Wa i ini.
Thank

Reply
teddy_brewok

Pak, alat2nya untuk WI-stage3 belinya dimana, tolong di sy diberi tahu, tks

Reply
micsan

Kang Saft,

saya baru baca mengenai artikel Water injection, apa pernah dievaluasi efisiensi dari stage 1 ke stage 2 dan stage 3?

Maksud saya, antara hasil efisiensinya dan investasi alat mana yg paling cepat mencapai BEP dari ketiga stage tersebut?

Sehingga kita bisa memutusakan mana yg sebaiknya dipilih.

Terimakasih.

salam,
Michael

Reply
Rahmat Hidayatullah

Sangat menarik sekali materi mengenai water injection atau menyemprotkan air ke dalam ruang pembakaran …………, kalau saya boleh usul apa ndak bisa kira kira air yang disemprotkan dengan cara penggunaan sepuyer yang terpisah berdampingan dengan spuyer minyak seandainya kendaraan itu masih menggunakan karburator, atau menggunakan nosel yang bersamaan diatur oleh ecu pada mobil injection sehingga ritme semprotanya mengikuti rpm putaran mesin mobil tidak menyemprot secara statis seperti yang dibuat pada stage 3, trims

Reply
Nugroho Sigit

Om Saft, Wa-i nya sangat inspiratif, tapi kenapa dibahas di mobil terus ya? Kapan dibahas untuk aplikasinya di motor Tiger/MegaPro…

Terima kasih.

Reply
olga

Mod,
Mohon petunjuknya …untuk ngedapatin barang barang seperti pompa, trus inverter nya di jakarta di mana yah???

Terima kasih

Reply
Joseph

kang, mohon info pemasangan berapa lama? trus dgn ditambahnya WI3 di unit xenia 1000cc apakah perubahannya? irit/performance bertambah atau dua2nya berapa % terjadi pengiritan?

Reply
Rio

klo saya pesan langsung ma kang shaft brapa nih? jadi saya tinggal pasang, ga usah ngrakit sdri…

Reply
bizzul

Bro Saft, mohon dikupas dunk perbandingannya dengan HCS, trus kasih modifikasi HCS dimana uap diambil langsung dari tanki bensi geetu. thx

Reply
Krist Angga Wijaya

Water Injection Stage-3 kalau pesen yang sudah lengkap berapa pak Saft saya berminat mohon info harga Kit Water Injection Stage-3 lengkap dengan onkos kirim ke Balikpapan , Saya kesulitan mendapatkan pompa DC 12 Volt dengan tekanan 80 -100 PSI seperti di atas Mohon informasinya pada pembaca SAFT 7.com yang bisa membantu, terima kasih Maju terus http://www.Saft7.com

Reply
Krist Angga Wijaya

Akhirnya berhasil buat WAI model Kang Saft dengan bahan seadanya
Pompa air dari tukang Spare part air minum isi ulan Booster Pump Riverse Osmosis pressure 110 psi 350 rebu , solenoid valve klakson angin 25 rebu , water pressure switch 85 psi off rp 22 rebu biasa untuk pompa air otomatis ,, Low pressure container 8 liter 15 rebu bekasan High pressure continer 500 cc , Transistor NPN 1amper 2500 + Relay kecil 12 volt 15 rebu ,, rangkaian kurang lebih nyontoh seperti yang kang Saft buat diatas , solenoid di trigger oleh thrtle position sensor alat ini bekerja bila mobil tidak dalam posisi idle (gas dinjek walau sedikit udah kerja) biasanya temen pasti susah cari pompanya ,,, jalankeluarnya cari pompa di penyalur spare part air minum isi ulang ada yang 24 dan 48 volt pompanya ,saya dapetnya yang 48 volt ,,, jalankanya pake rangkaian inverter bekas UPS Komputer 350 watt bekas jadi gratiss lelestronic

Reply
    Krist Angga Wijaya

    Tambahan Nozzle dari bekas sprayer alat pertanian , hasilnya mist sempurna sperti punya Kang Mas Saftari , ,,, makasih boss atas ide cemerlangnya

    Reply
      erwin

      pak krist angga email/hp nya döng? Mau nanya nissan b12 sentra (r_winsirfa@hotmail.com)

      Reply
      si fikry

      sama, om krist angga minta CP/ email yg bisa dihubungi.. atau email ke saya fikri_saja@yahoo.com

      thanks

      Reply
antok

Pengkabutan dengan volume kecil bisa memakai metode tanpa pressure, yaitu dengan buzzer seperti yang lazim dipakai untuk humidity feeder ruangan (biasanya di pakai saat musim dingin) dan alat terapi uap pada penderita gangguan pernafasan. Dengan metode buzzer kita juga bisa dengan mudah mengatur debit uap.
Daya yang dipakai untuk buzzer juga lebih rendah daripada pressure pump.

Dengan metode buzzer, instalasi lebih sederhana. biaya juga bisa lebih murah.

Reply
yopi

Pak, mohon informasi.
Kalau untuk sepeda motor vega-r dipasangkan Water Injection (WI) ini,
apakah harus ada penggantian onderdil dan settingannya seperti apa ?
mohon pencerahannya……Terima kasih.

Reply
    Lamno

    ganti manifold lo yop, sayang ngelobangin manifold yang ori 😀

    Reply
Sudarto Halim

Saya sangat tertarik dengan water injection stage-3. Apakah metode ini bisa diterapkan pada BMW 323i tahun 1999 (E36 M52)? Apakah saya bisa order kelengkapan kid-nya sehingga montir tinggal memasangnya. Terimakasih atas informasinya.

Reply
theo

Wuahhhh kang….. thank banget infonya kebetulan semua bahannya aku punya tuh…..walaupun bekas dan g sama persis tapi masih bagus…

Reply
Adhi

aKang-akang / akang saft cari Water Pump (120 PSI) dimana ya , nyari di bandung di toko apa ya , nuhun…

Reply
ibrahim

bisa gak air buangan dari ac dimanfaatkan utk mengisi langsung tabung air yang digunakan Wa-i?

Reply
    Nico

    air ac buangan itu kan kotor, lihat saja klo sdh lama berlumut & berkerak, WAI kan pke air murni ( aquades ), air mineral pun tdk disarankan.CMIIW

    Reply
daniel

pak saft bs ga kira2 kl kita memakai alat fog/mist maker??karena air yg keluar sudah menjadi kabut..terima kasih atas jawabannya pak..

Reply
daniel

om saft saya mw tanya..kira2 kl pake alat fog/mist maker bs ga ya??krn kl pk alat itu air yang keluar sudah menjadi kabut..terima kasih atas jawabannya

Reply
lasari

beli solenoid 24 volt di mana ya? mohon infonya..

Reply
lasari

alat alatnya bisa di beli di mana ya?

Reply
Wibisono

Pak, kalo mau pesan wai3 bisa? Kira kena brp ya? Mobilku avanza 1300 vvti. Ditunggu kabar baiknya.

Thanks

Reply
Rocky

Bang Saft, bagaimana menurut anda ?
Walau ide saya kedengarannya agak gila, klo sistem WAI saya cb terapkan di spd motor 4 tak, dgn sistem pencampuran bahan bakar di motor 2 tak, jd disini perangkat oli samping motor 2 tak kita pke di motor 4 tak cm olinya diganti pke aquades yg salurannya akan mencampur dgn bensin dlm takaran tertentu, dlm 1 saluran searah ke karburator, kemudia oleh karbu langsung dicampurkan : air + bensin + udara td & disalurkan ke ruang bakar, utk kendala mungkin di perbandingan campuran air & bensinnya biar gk terlalu basah & bikin mesin mogok

Reply
Nico

Pak Saftari, bagaimana dgn preheating fuel system:
http://www.youtube.com/watch?v=BhmBNY19M_0
menghemat bahan bakar dgn memanaskannya dahulu sebelum diolah dimesin, lbh sederhana dari WAI, mungkin anda tertarik untuk membahasnya disini ?

Reply
andi

pa mw bertanya klo dri penampung air kan pakai selang terus sambungin ke katalis di simpen di knalpot kan ky sistem HCS bisa ga ..di benak saya kan ntar air ngalir ke katalis yg panas nguap tuh nah mohon pencerahan…terimakasih
klo bisa jwbannya ke email andi.hadiana@yahoo.com
haturnuhun

Reply
John Jack

Salam kenal om Saft, mau tanya kalo di surabaya, pasang water injection nya di mana ya? apakah bisa memberikan info….(info bisa ke no hp. 081332305041 atau email inreformed@yahoo.co.id) Terima kasih.

Reply
Raditya

Salam kenal pak.Saya mau tanya,kalau throttle body spacer saya ada 2 lubang katup,itu bagaimana?apakah bisa?lalu di surabaya beli dan pasangnya dimana?terimakasih

Reply
rakhmad

Om saft, klo menurut skema WI punya Om koq selenoid valve-nya seperti mubazir ya??? knpa gak langsung aja dari water pump lgsg ke nozzle??? itu selenoid kan kerjanya barengan ma Water pump

Reply
saft

waterpump itu untuk membangun/akumulasi tekanan… tekanan ditahan oleh solenoid. jadi saat solenoid membuka, nozzle akan menyemprot dengan tekanan tinggi sehingga terjadi pengkabutan. kalau langsung dari pompa, nozzle tidak bisa membentuk kabut

Reply
    lexz

    menurut saya juga mubazir tuh solenoid nya om shaft, coz pada saat pompa jalan solenoid juga buka, pasti gak terbentuk tekanan yg dari solenoid, tekanan yg terbentuk hanya karena lubang nozzel yg kecil, jd air dari pompa tertahan di situ bukan dari solenoid. saran ane biar solenoidnya gak mubazir dipompa dipasang pressure switch, untuk me-maintain pressure, set on-off 100-120psi.dan jarak antara solenoid dan nozzel jangan terlalu jauh coz disini terjadi penurunan pressure atau di buat aja output solenoid langsung nozzle seperti teknologinya fuel injeksi, pasti hasilnya sangat memuaskan.

    Reply
Deepak

Saya tertarik mengaplikasikan hal diatas untuk hal lain, yaitu meningkatkan uap air disuatu ruangan dan saya akan menggunakan sejumlah nozzle untuk satu pompa air.

Pertanyaannya apakah bisa dan modifikasi apa yang harus dilakukan??. Dimana saya bisa membeli alat alat tsb?? Saya tinggal di Gianyar bali.

Terima kasih,
Deepak

Reply
Deepak

Terima kasih atas inputannya. Apa yang membuat solenoid membuka? Batas atas tekanan atau ada trigger lain??

Sekali lagi terima kasih

Reply
Deepak

Terima kasih atas masukkannya. Apa yang membuat solenoid membuka? Apakah batas atas tekanan atau ada trigger lain??

Terima kasih sekali lagi

Reply
munir

mas saft, kalau memakai water mist yg biasa u bikin kabut kolam air apakah bisa? sebab kabutnya halus sekali, Nuwun

Reply
munir

Mas, pompa airnya apakah ada spek yg detil, biasa buat apa ya?

Reply
    saftari

    biasanya buat industri sih

    Reply
      munir

      Mas Saft kalo punya diagram rangkaian yg berfungsi untuk mengaktifkan rangkaian WAI pada RPM tertentu, bisa dishare disini Mas? saat ini saya comot kontrolnya dari turbo elektrik. kalo ada mau coba rakit sendiri, makasih Mas

      Reply
culun

mas saft untuk pompa air yang dipake, merk nya apa…saya cari d semarang sampe puyeng tidak ada yang jual.tolong infonya mas
thanks

Reply
edy mulyono

kang saftari, bagaimana mengaplikasikan ke opel blazer, bisakah kang saftari membuatkan dan berapa biayanya?. terima kasih kang

Reply
edy mulyono

halo kang saftary, untuk dimobil blazer dan kalo kang saftary yg bikin bisa kan, harga kena berapa kang?, saya di mataram. terima kasih.

Reply
anton

mas..saya awam dalam perakitan.
kira2 dimana yah saya bisa mendapatkan sparepart-nya + untuk pasangnya?

Reply
judo

Uum saft….untuk nozle kira-kira bisa gak diganti pake cartridge head printer epson?

Reply
Yori

Kalo ingin tekanan yg kuat dan butiran air yang sangat halus (uap air), bisa diperoleh dari memanaskan air dengan memanfaatkan panasnya knalpot(manifol outlet) dengan cara melilitkan pipa besi yg teraliri air ke knalpot tersebut. Semua rangkaian sama hanya setelah pompa dipasang check valve(one way valve). Dan ujung dari pipa tersebut memakai nozel.
Untuk lebih jelasnya silakan mempelajari sistem dari pembangkit listrik tenaga uap. Teknik tersebut akan memperoleh tekanan yg besar dan butiran air yg halus. Saya telah mencobanya.

Reply
    wira

    masalahnya aini kan bertujuan untuk menyemprotkan kabut air yg dingin, biar sesuai dengan tujuan utama water injection. kalo pake uap air panas ya sama aja boong

    Reply
Retman Nurdiyaman

Pak Saft..dimana saya bisa dapatkan waterpump 80psi???
Tolong sms ke No.0856 400 565 95

Reply
Herli

mas saft untuk motor dengan kapasitas mesin 150-250 cc
apa perlu menggunakan water pump

Reply
ang_funk

Saya tertarik dengan WI stage III kira2 untuk Komponen/parts tsb bisa dicari dimana kalo di jkt…thx please e-mail me

Reply
gilang

minta no contact + harga dong pak.. saya minat nih

Reply
gilang

mesennya dimana pak?? ada contact person ga?? harganya jg berapa..

Reply
Fityadi

mantap om….sudah jual gak per setnya…

Reply
anto

Sudah ada jual set kah om buat ditempatin diopel blazer.?

Reply
anto

Gimana om kl order set buat blazer,serius karena saya tidak bisa cari part2nya.

Reply
ono

saya kmren beli alat berbentuk tabung yang berisi air konsep nya seperti cold air injection atau super compressor bedanya alat ini pake air aquades untuk mensuply udara dingin bercampur uap air yang di supply ke ruang bakar,sama ga konsepnya sama w-rain,nama alatnya EFO (Engine Fuel air Oxygen Optimizer) saya beli dari kaskus

Reply
abed

Om shaft…wai generasi 3 ini bisa d aplikasikan pada prestige 89 apa tdk nih, trus kl order gt bisa apa tdk? Posisi ane d gresik jatim om

saifullahabed@gmail.com

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>